Menu

Serba-Serbi Asian Para Games 2018

Setelah kemeriahan Asian Games 2018 kemarin, saatnya Indonesia mejadi tuan rumah gelaran olahraga akbar lainnya, Asian Para Games 2018. Seperti yang kita tahu, peserta Asian Para Games (APG) adalah atlet dengan disabilitas. Dalam penyelenggaraannya APG memliki kesamaan dengan event olahraga lain seperti Asian Games, namun adapula yang berbeda dan khas. Sebelum menonton, ketahui dulu berbagai informasi seputar APG 2018 yang  Youthmanual rangkum berikut ini.

* Tahun ini adalah kali ketiga penyelenggaraan Asian Para Games. Event olahraga yang digelar di Jakarta ini serangkaian dengan Asian Games. Panitia Asian Games (INASGOC) berbeda dengan panitai Asian Para Games (INAPGOC).

* Menjelang pertandingan, panitia hanya punya waktu persiapan sebulan aja, yaitu 4 September hingga 4 Oktober. Kenapa? Karena sebelumnya dipakai Asian Games. Jadi sebulan sebelum berlangsungnya AG, venue sudah nggak bisa dipakai. 

* Ada 43 negara Asia yang mengikuti APG 2018 dengan total 2,831 atlet. Kontingen Indonesia sendiri  terdiri dari 294 atlet.

* Hanya ada 18 Cabang olahraga di Asian Para Games. Walau cabor-nya hanya sedikit, namun nomor pertandingannya lebih banyak dibandingkan Asian Games lho, yaitu 546 nomor. Itu karena pertandingannya memiliki banyak klasifikasi untuk beragam atletnya.

* Kamu bisa menyaksikan 18 cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu Panahan, Atletik, Bulu Tangkis, Boling, Catur, Sepeda, Judo, Menembak, Berenang, Tenis Meja, Tenis Kursi Roda, Lawn Balls, Angkat Berat, Basket Kursi Roda, Anggar Duduk, Voli Duduk, Boccia, dan Goalball. Dua olahraga terakhir terdengar nggak biasa?

Yup, Boccia adalah olahraga yang diciptakan untuk orang yang memiliki keterbatasan gerak fisik atau disabilitas daksa, sedangkan Goalball dimainkan atlet dengan gangguan/keterbatasan penglihatan.

* Bagaimana dengan pertandingan seperti atletik dan balap sepeda? Di Para Atletik diperkenankan menggunakan kursi roda dan prosthesis atau alat bantu menyerupai tubuh, seperti sambungan kaki. Trus, untuk atlet dengan gangguan penglihatan akan ada yang memandu. Balap sepeda pun berbeda dari yang sering kita lihat, yaitu ada nomor sepeda tangan, sepeda roda tiga, dan sepeda tandem untuk atlet dengan gangguan pengelihatan.

asian para games sepeda

* Selain itu, ada juga permainan bola voli dan anggar yang dilakukan sembari duduk. Pokoknya, terbukti kalau disabilitas bukan hambatan untuk berolahraga dan berprestasi. Keren! 

* Konsep opening ceremony 6 Oktober adalah keberagaman dan kemanusiaan. Nah, kalau opening Asian Games lebih ke pagelaran musik dan panggung, menurut bocoran pembukaan Asian Para Games bakalan lebih banyak atraksinya.

* Pemerintah menargetkan kontingen Indoneia mengumpulkan 16 medali emas dan menempati posisi 7. Semoga bisa melampaui target, ya!

* “Harmoni” merupakan kata kunci tema Asian Para Games 2018. Logo Asian Games yang bentuknya menyerupai lingkaran menyimbolkan harmoni antarbangsa di Asia. Logo tersebut juga mewakili bentuk Gelora Bung Karno.

* Maskotnya juga nggak kalah menarik yaitu Elang Bondol, hewan dari daerah Kepulauan Seribu yang hampir punah. Si maskot ini dinamai Momo yang merupakan singkatan dari  motivation and mobility.

logo asian para games 2018 elang bondol momo

* Banyak atlet muda yang ikutan Para Games, termasuk mahasiswi Psikologi UGM, Laura Aurelia Dinda. Mahasiswi angkatan 2017 ini sempat menyabet emas untuk cabang olahraga renang nomor 100 meter gaya bebas pada Sea Games 2017 lalu.

Yup, sejak SD Laura sudah aktif berenang, namun dua tahun lalu ia jatuh dan mengalami patah tulang hingga akhirnya harus berenang tanpa kaki. Namun ia bangkit lagi, “Sukses itu bisa diraih meskipun dalam keterbatasan,” ujar Laura. Inspiring banget!.
atlet disabilitas laura dinda renang
 

Yuk, jadi saksi sejarah dengan mengikuti Asian Para Games yang baru pertama kalinya berlangsung di negara tercinta Indonesia!

Baca juga:

Inilah Atlet Peraih Medali Emas Asian Games 2018 dan Fakta Serunya

Karier dan Profesi Di Balik Gemerlapnya Opening Ceremony Asian Games 2018

Serba "Ter" di Asian Games 2018

(sumber gambar: asianparagames2018.com)

LATEST COMMENT
Daffa Adha | 4 jam yang lalu

Min mau nanya andai saya keterima di SBM (Selain itb) dan andai saya jg keterima di mandiri itb apakah saya boleh ambil mandiri itb gk ambil SBM?

Tahun 2019, ITB Buka Jalur Seleksi Mandiri!
Witarto Druju | 11 jam yang lalu

Bisa cek di sini ya: http://informatika.unpar.ac.id/data-science/

Kenalan Dengan Data Scientist, Profesi Kekinian dengan Prospek Cerah!
Dinnookk | 15 jam yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 20 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 2 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©