Menu

Jurusan Meme, Sains Perkopian, dan 120 Prodi Baru di 2019. Siapa Berminat?

Sudah sering Presiden Joko Widodo meminta perguruan tinggi agar membuka jurusan baru yang progresif dan sesuai kebutuhan industri 4.0. Namun, membuat prodi baru itu nggak mudah. Salah satunya, seperti yang pernah dibahas Youthmanual adalah kepentok soal nomenklatur alias aturan penamaan prodi. Jadi selama ini sudah ada daftar nama program studi resmi yang harus diikuti perguruan tinggi. Informasi selengkapnya di artikel ini: Jokowi Protes Soal Jurusan Kuliah di Indonesia yang Ketinggalan Zaman dan Nggak Sesuai Kebutuhan Industri. Setuju?

Nah, tampaknya sudah ada solusi untuk masalah terganjalnya prodi baru tersebut. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan mempercepat proses pemberian izin jurusan baru. Trus, jenis prodinya juga nggak terbatas yang ada di nomenklatur.  Asalkan memenuhi persyaratan, peguruan tinggi bisa membuka jurusan kuliah baru. Dan menurut perkiraan akan ada 120 prodi baru di tahun 2019 mendatang. Wuarbiayasa, yha.

Berikut rangkuman informasi seputar rencana prodi baru di 2019.

* Pemerintah khususnya Kemenristekdikti mendorong munculnya berbagai prodi baru. Rencananya sekitar 120 prodi baru tersebut akan bisa dipilih calon maba pada tahun 2019.

* Prodi yang dibuka adalah prodi yang merespon perkembangan zaman serta relevan dengan kebutuhan pembangunan di masa depan, yaitu jurusan yang terkait dengan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathmathics). Walau demikian, terbuka kemungkinan adanya prodi Sosial Humaniora yang sesuai perkembangan zaman.  Ini sejalan dengan pernyataan Menristekdikti Mohammad Nasir, "Sudah ada 100 program studi kekinian, yang menangkap sesuai revolusi industri 4.0.”

* Menurut Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo, pengajuan izin untuk nama prodi baru akan dibuat lebih efisien yakni bisa selesai dalam waktu seminggu.

* Tahun 2018 lalu, Unpad udah mulai membuka prodi S1 Bisnis Digital, sedangkan UI membuka S1 Teknik Biomedik (Teknobiomedik).

* Bocoran prodi baru di antaranya adalah Prodi Teknologi Cerdas, Pengawasan Kelautan, Rekayasa Transportasi Laut, Bisnis Musik, Manajemen Inovasi, Manajemen Logistik. Kementerian Ristekdikti juga mengembangkan beberapa prodi, seperti Sains Perkopian, Ekonomi Perkopian, dan Pendidikan Barista, hingga jurusan Meme.

Nah, kalau dicek di situs Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, tampaknya sejauh ini jurusan-jurusan tersebut belum masuk ke daftar usulan prodi baru.

* Selain itu, saat ini Universitas Gajah Putih di Aceh sedang merintis prodi Pengolahan Kopi, Universitas Multimedia Nusantara mengajukan prodi Film, dan Universitas Riau mengembangkan prodi Teknologi dan Kertas.

* Sejauh ini kebanyakan yang menggagas prodi baru adalah Perguruan Tinggi Swasta. PTN belum banyak yang menyumbang jurusan baru, salah satunya karena prosedur internal di kampus negeri yang lebih rumit.

Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa PTS relatif lebih luwes dan terbuka dengan perubahan. Hampir setiap tahun mereka mengevaluasi kurikulum. Hal ini agak berbeda dengan PTN. PTN biasanya memiliki kurikulum “mapan” yang tidak sering diubah.

* Menurut Prof. DR. Mohammad Nasih, rektor PTN ternama Universitas Airlangga, mereka memang nggak membuka prodi baru, namun banyak membuka peminatan/konsentrasi jurusan yang inovatif dan responsif terhadap masa depan. Misalnya, prodinya tetap Ekonomi namun salah satu peminatannya adalah Ekonomi Digital.  

* Sebaliknya, ada juga kritik mengenai perguruan tinggi yang terlalu fokus dengan kebutuhan industri. Padahal hakikat lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi adalah untuk menggali ilmu dan memperluas wawasan. Nah, ilmu itulah yang perlu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Jadi nggak melulu soal peluang kerja dan kebutuhan industri. Well, pendapat seperti ini nggak salah juga, sih. Walau demikian, pendidikan tinggi yang sejalan dengan industri juga nggak boleh diabaikan. Mungkin proporsinya lebih diseimbangkan saja dan jangan sampai melupakan tujuan perguruan tinggi yang sebenarnya, yakni sebagai tempat menimba ilmu.

***

Niat pemerintah mendorong dibukanya berbagai prodi baru memang sangat baik. Tapi pelaksanaannya benar-benar diperhatikan, terutama bagaimana kualitas prodi tersebut. Jangan sampai ada prodi yang "asal namanya keren", "asal baru" apalagi program studi yang abal-abal.

Nah, gimana dengan kamu? Prodi baru apa yang menurutmu perlu ada di perguruan tinggi Indonesia? Trus, jurusan apa yang jadi pilihanmu? Tuliskan di kolom komen, ya.

LATEST COMMENT
Ahmad Faidoli Siregar | 6 jam yang lalu

Apa bisa modal jago gambar kita masuk jurusan arsitektur?

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Cindy Tan | 8 jam yang lalu

Semoga lolos dan keterima SBMPTN ke UI 2019

Berapa Passing Grade SBMPTN 2019?
Hawwa 'Ainaa | 11 jam yang lalu

Saya sma jurusan ipa, apakah bisa masuk fsrd lewat jalur snmptn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau bertanya. Boleh nggak mengambil 1 prodi saja di 2 PTN berbeda?

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau tanya. Boleh nggak mengbila 1 prodi pada 2 PTN yang berbeda? Sekian terima kasih!

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©