Menu

Hari Lahir Pancasila – Fakta Unik dan Fenomena Media Sosial

PANCASILA

1. Ketuhanan yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia

Selamat Hari Lahir Pancasila!

Hari ini, media sosial ramai dengan foto “Saya Indonesia – Saya Pancasila!”. Nggak cuma diramaikan sama teman-teman, para selebgram dan selebritispun ikut memajang foto mereka dengan gambar pancasila di sebelah kiri. Caption kebangsaan banyak bertebaran. Seneng, sih, liatnya. Semoga Hari Lahir Pancasila bikin banyak anak muda makin cinta Indonesia, ya!

Tagar #sayapancasila ini diyakini viral di media sosial karena melihat kondisi negara yang lagi kurang stabil. Makanya, banyak orang khususnya anak muda menggunakan #sayapancasila demi merekatkan lagi perbedaan yang sempat ada akibat pertikaian politik yang nyerempet agama, suku dan pilihan politik.

Menurut Nabilla, Mahasiswi FISIP Universitas Indonesia jurusan Kriminologi, Ideologi Pancasila tentu aja masih dibutuhkan. Soalnya, itu yang merekatkan Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Menyatukan perbedaan masyarakat Indonesia yang emang beda-beda.

Ternyata, gaes, di balik hari lahirnya Pancasila yang merupakan dasar dari negara Republik Indonesia dan diperingati setiap tanggal 01 Juni, terdapat beberapa fakta unik yang seru untuk kamu tahu. Simak, yuk!

Pancasila dibacakan pertama kali oleh Bung Karno

Kata Pancasila pertama kali diucapkan oleh Bung Karno yang saat itu belum diangkat menjadi Presiden. Kata Pancasila itu diucapkan ketika beliau menjadi salah satu anggota sidang Badan Penyelidik Usaha – usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Bung Karno ketika itu berpidato pada tanggal 01 Juni 1945 yang intinya menegaskan jika Pancasila dengan 5 sila dasar yang ada didalamnya, bisa membuat negara Indonesia yang akan didirikan menjadi negara yang kekal dan abadi. Pidato fenomenal itu akhirnya kemudian dikenal dengan judul ”Lahirnya Pancasila”.

Nama Pancasila ternyata hasil rekomendasi ahli bahasa

Nggak asal-asalan, nama Pancasila menurut Bung Karno merupakan rekomendasi dari salah seorang ahli bahasa kala itu. Kata Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata, yaitu Panca yang berarti lima, dan Sila yang artinya prinsip.

Makanya Pancasila dianggap prinsip mendasar bagi negara.

Sebelum akhirnya diterima sebagai dasar negara secara resmi, Pancasila telah melewati beberapa tahap rumusan.

Rumusan Pertama, Piagam Jakarta (Jakarta Charter) tanggal 22 Juni 1945.

Rumusan Kedua, Pembukaan Undang undang Dasar tanggal 18 Agustus 1945.

Rumusan Ketiga, Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat tanggal 27 Desember 1949.

Rumusan Keempat, Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara tanggal 15 Agustus 1950.

Rumusan Kelima, Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden tanggal 05 Juli 1959)

Lambang dan makna Burung Garuda

Lambang Pancasila adalah hasil karya Sultan Hamid II dan telah mengalami 3 kali mengalami perubahan desain. Sementara Burung Garuda dipilih menjadi lambang Pancasila karena sering muncul di berbagai dongeng zaman dulu sebagai lambang kebaikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin.

Baru tahun ini Hari Lahir Pancasila ditetapkan sebagai hari libur nasional

Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia. Hal ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang telah ditanda tangani pada tanggal 1 Juni 2016. Keputusan ini baru berlaku pada tahun 2017. Jadi, gaes, baru tahun ini 1 Juni menjadi hari libur nasional!

Selain itu, kamu juga harus membedakan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila. Meskipun sama-sama memakai kata Pancasila, namun maknanya berbeda. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

 

(Sumber gambar: beritahati.com, viral.kincir.com, twitter.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 19 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©