Menu

Untuk Menjadi Kreatif Dan Sukses, Kamu Harus Sering Jalan-Jalan! Inilah Beberapa Alasannya

Tahu nggak, sih, apa salah satu skill penting yang harus dimiliki untuk bisa bersaing dan sukses di zaman sekarang?

Berdasarkan berbagai macam riset, jawabannya adalaaah… kreativitas! Maksudnya, gue semacam kudu jago gambar, gitu? Bukan, sih. Kalau menurut kamus Oxford, definisi kreativitas adalah: "Penggunaan imajinasi atau ide-ide asli untuk membuat sesuatu; daya temu".

Sementara kalau menurut penelitian, kamu bisa dibilang kreatif kalau kamu mampu melihat sesuatu dengan sudut pandang yang nggak “biasa” alias nggak konvensional, dan mampu menghubungkan konsep serta ide-ide yang kelihatannya nggak berhubungan dan bisa mewujudkannya

“Duh, gue nggak kreatif, nih. Harus gimana, dong?” Untungnya, kreativitas adalah sebuah skill yang bisa dibangun dan dilatih. Aktivitas sesimpel baca buku dan mendengarkan musik juga bisa membangkitkan kreativitas di alam bawah sadar, lho, karena kegiatan-kegiatan tersebut bisa membangkitkan imaginasi.

Nah, sebuah penelitian terbaru oleh seseorang bernama Adam Galinsky di Columbia Business School menunjukkan bahwa anak muda dengan pengalaman multikultural—alias sering mengalami budaya baru dan asing—cenderung lebih kreatif dan berpikiran terbuka.

Kabar baik, sob! Berarti kamu bisa sering-sering minta dana travelling sama ortu dengan alasan meningkatkan kekreativitasan, ya. Hihihi.

Anyway, ini dia beberapa alasannya:

1. Mengenal budaya lain akan membuka pikiran kamu untuk menerima ide-ide baru

Ketika kamu, misalnya, travelling ke tempat baru dan berinteraksi langsung ke masyarakatnya (dalam artian, bukan cuma nongkrong di tempat turis ya, sob), otomatis kamu akan terekspos dengan ide, kebiasaan, adat istiadat, bahasa yang mereka gunakan, serta sikap mereka terhadap orang asing (baca: kamu).

Nah, semakin sering kamu terekspos dengan budaya asing, semakin terbuka juga pikiran kamu. Dan semakin terbuka pikiran kamu, semakin banyak juga ide-ide yang masuk. Kalau kamu pekerja kreatif, wah, pengalaman multikultural bisa menghasilkan ide-ide seru yang bisa membantu pekerjaan kamu, lho.

Kamu juga akan jadi lebih imajinatif, kreatif, dan punya pandangan lain terhadap apapun—mulai dari politik, agama, hidup bermasyarakat, bahkan budaya pop di dunia entertainment.

Sehingga, kalau biasanya kamu setuju-setuju aja dengan pendapat orang tua, guru, berita di TV dan koran, kamu jadi bisa punya perspektifmu sendiri, yang bisa jadi sangat berbeda dengan mereka. And that is good! Selama kamu nggak salah dan merugikan orang lain, jangan takut untuk punya pemikiran yang berbeda, ya.

2. Kamu akan melihat dunia dari perspektif yang berbeda

Menurut kamu, apakah ritual, budaya, dan pola pikir bangsa kamu adalah yang paling oke? Kalau jawaban kamu iya, berarti kamu perlu lebih banyak terekspos dengan budaya asing. Coba, deh, pergi ke tempat-tempat yang asing dan di luar comfort zone kamu. Nggak usah jauh-jauh pergi ke luar negeri. Coba aja pergi ke luar pulau (bukan pulau kapuk) dulu, untuk mendapatkan pengalaman “asing” secara langsung.

Kalau belum bisa travelling, minimal coba sering-sering berinteraksi dengan orang yang punya latar belakang budaya berbeda dengan kamu, misalnya, mahasiswa rantau atau mahasiswa program pertukaran pelajar di kampus.

Kalau kamu sering terekspos dengan budaya-budaya yang berbeda dengan budayamu sendirimu, pikiran kamu akan terbuka, dan kamu akan paham bahwa ternyata budaya dan perspektif manusia itu ada banyaaaak sekali.

Dulu saya pernah ikut proyek di pemerintahan Dubai, sehingga saya harus bekerja di sana selama seminggu. Lalu saya baru tahu kalau ternyata, setiap jam makan siang, pegawai-pegawai di Dubai sering pulang untuk makan siang, tidur sejenak, dan baru kembali lagi ke kantor 2-3 jam kemudian. Sama halnya seperti di Spanyol.

Trus, di Uni Arab Emirat, hari kerjanya adalah dari Minggu-Kamis, bukan Senin-Jumat, seperti kita di sini, berhubung UAE adalah negara Islam, dan hari “khusus” di agama Islam adalah hari Jumat.

Dengan terjun langsun ke masyarakat asing, kamu jadi bisa lebih memahami nilai-nilai, kepercayaan, dan pandangan mereka. Sehingga, walaupun nggak ada satu pandangan yang mutlak benar, kamu jadi akan tersadar bahwa pandangan KAMU juga nggak mutlak benar.

3. Kamu jadi punya pemikiran dan solusi yang out-of-the-box saat menghadapi masalah-masalah hidup

Kalau kamu sering terekspos dengan pengalaman multikultural, otomatis kamu juga akan mendapatkan perspektif-perspektif baru yang berbeda dengan perspektif konvensional di budaya kamu. Nah, dari perspektif baru, akan lahirlah ide-ide baru. Sehingga kalau kamu mentok dalam menghadapi suatu masalah, kamu bisa menyelesaikannya dengan solusi yang out-of-the-box. Dengan kata lain, kamu jadi makin kreatif, dan kemampuan problem solving kamu pun meningkat!

Selain jadi kreatif dan bisa berpikir dengan “berbeda”, orang-orang yang punya pengalaman multikultural juga biasanya lebih tahan banting, lho. Warbiyasak!

***

Tuh, penting banget ‘kan untuk sering pergi menjelajahi dunia, dan berinteraksi langsung dengan orang-orang asing? Berikut tips-tips cara mendapatkan pengalaman multikultural tanpa kamu harus jalan-jalan keluar negeri.

(sumber gambar: prokerala.com, fonetravel.com, piknikdong.com)

LATEST COMMENT
Arif Alfon Gordon | 6 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 9 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 11 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
bae eristhaaak | 11 jam yang lalu

Wahh :') aku tahun ini gak keterima sma negeri walaupun nem bagus tapi karena zonasi dan kurangnya perkiraan. Tapi aku berusaha untuk yakin bahwa semua sekolah sama yang membuat beda adalah isinya atau diri kita sendiri walaupun bakalan masuk swasta semoga ini merupakan jalan terbaik dari tuhan.

Masuk SMA Favorit dan Unggulan, Penting Nggak, Sih?
Dipamustafa | 11 jam yang lalu

pentingan mana sih? daya tampungnya apa peluang(keketatan)?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©