Menu

Pengalaman Multikultural Bisa Meningkatkan Kreativitas. Tapi Gimana Cara Mendapatkan Pengalaman Itu?

Beberapa waktu lalu, Youthmanual menulis artikel tentang hubungan antara kekreativitasan dengan multikultural. Intinya, sih, salah satu skill penting yang harus dimiliki untuk bisa bersaing dan sukses di zaman sekarang ternyata adalah kreativitas.

Trus, menurut sebuah penelitian oleh seseorang bernama Adam Galinsky di Columbia Business School, anak muda dengan pengalaman multikultural—alias sering mengalami budaya baru dan asing—cenderung lebih kreatif dan berpikiran terbuka.

Trus, gimana caranya supaya kamu bisa mendapatkan pengalaman

multikultural? Apakah harus travelling? Well, ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh:

Bepergian ke luar negeri

traveling

Memang, cara yang paling gampang dan efektif untuk mendapatkan pengalaman multikultural adalah dengan mengunjungi berbagai negara asing. Kalau kamu beruntung dan punya kesempatan untuk bepergian ke luar negeri, pastikan untuk membaur dengan budaya dan masyarakat lokalnya. Jangan cuma selfie-selfie nggak karuan di tempat-tempat wisatanya, tanpa aware dengan kehidupan yang terjadi di sekeliling kamu. Open your mind and explore!

Travelling memang bukan perkara murah, namun bukan berarti kamu harus nodong ortu atau ngejebol tabungan juga, kok. Kamu harus kreatif menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada. Simak tips dari Anugerah Pakerti, CEO muda lulusan Universitas Islam Indonesia, yang pernah keliling Eropa saat ia masih kuliah, 

“Sekarang ada banyak program yang menyediakan student exchange atau short course yang fully funded. Coba apply di program-program sejenis itu, deh. Syukur-syukur kalau memang programnya 100% dibiayai oleh penyedia programnya. Tapi kalau enggak, coba kamu bikin proposal untuk mendanai perjalanan kamu, lalu tawarkan ke kampus dan perusahaan-perusahaan.

Dulu saya pergi ke luar negeri dengan cara mengajukan proposal begitu, lho, hehehe. Alhamdulillah, kebutuhan yang saya tulis di proposal bisa di-cover sepenuhnya.”

Intinya, kalau ada kemauan, pasti ada jalannya ya sis, bro.

Berinteraksi dengan orang-orang dari etnis dan latar belakang lain

Belum punya kesempatan untuk pergi ke luar negeri? Ya, nggak apa-apa. Bersyukurlah kamu tinggal di Indonesia, negara dengan ribuan etnis budaya yang sangat beragam. Paling nggak, kamu bisa coba menjelajah negara sendiri ke luar kota, atau ke luar pulau. Minimal ke luar kecamatan, deh! Kamu juga bisa sering-sering berinteraksi dengan teman-teman mahasiswa rantau di kampus kamu, yang datang dari etnis dan latar belakang yang berbeda.

Atau, coba gabung dengan organisasi kampus yang anggotanya beraneka ragam—termasuk para mahasiswa asing—seperti AIESEC yang rutin mendatangkan mahasiswa asing untuk proyek-proyek mereka. Kamu juga bisa ikutan kegiatan atau komunitas seru di luar kampus, yang kira-kira anggotanya juga diverse alias beragam.

Cari teman atau panutan secara online

internet

‘Kan katanya hari gini, Internet adalah jendela dunia. Nah, manfaatin, deh, fasilitas Internet yang sekarang sudah ada di genggaman tanganmu. Misalnya, baca sebanyaknya blog-blog inspiratif dari berbagai negara, yang sekiranya akan membuka pandangan dan cara pikir baru.

Trus, kalau kamu punya sosok yang dikagumi di Internet—nggak harus selebriti, lho! Bisa aja orang “biasa”, tapi keren dan berprestasi—kamu bisa cek keseharian serta berinteraksi dengan mereka lewat blog atau media sosialnya. Misalnya, tanya-tanya di Ask.fm.

Selain kamu jadi lebih memahami budaya dan kebiasaan-kebiasaan mereka—yang mungkin berbeda banget dengan kamu—siapa tahu kalian juga jadi bisa temenan! Jangan lupa, salah satu fungsi Internet adalah menghubungkan dan mendekatkan kita kepada orang-orang yang jauh, bukan menjauhkan orang-orang yang dekat.

Membaca buku-buku tentang negara asing

baca buku

Penasaran tentang sebuah negara asing? Silahkan, deh, baca-baca buku yang berhubungan dengan negara tersebut. Kalau kamu seperti saya, nggak tertarik dengan buku non-fiksi—misalnya, buku sejarah atau biografi tentang tokoh terkenal—kamu bisa baca buku fiksi yang berlatar belakang negara terkait. Misalnya, kalau kamu tertarik dengan India, coba baca novel Slumdog Millionaire, Life of Pi, atau The Namesake, yang memberikan refleksi nyata tentang kehidupan dan masyarakat perkotaan India.

***

Oleh Tuhan, kita dianugerahi dengan dunia yang luas dan beragam banget, sob! Sayang banget kalau kamu berpikiran sempit, dan nggak membuka diri untuk mengeksplor anugerah ini. Apalagi manfaat dari mengeksplor ini bukan cuma untuk bikin hati hepi, tetapi juga membuat kamu lebih “tajam” dan pintar.

Jangan takut untuk bepergian atau belajar hal-hal baru, ya, karena pengalaman multikultural ternyata penting untuk membuka wawasan dan membangun kreativitas!

(sumber gambar: evangelicalsforsocialaction.org, blogs.rrr.ca, walthammc.co.nz, squarespace.com)

LATEST COMMENT
Daffa Adha | 4 jam yang lalu

Min mau nanya andai saya keterima di SBM (Selain itb) dan andai saya jg keterima di mandiri itb apakah saya boleh ambil mandiri itb gk ambil SBM?

Tahun 2019, ITB Buka Jalur Seleksi Mandiri!
Witarto Druju | 11 jam yang lalu

Bisa cek di sini ya: http://informatika.unpar.ac.id/data-science/

Kenalan Dengan Data Scientist, Profesi Kekinian dengan Prospek Cerah!
Dinnookk | 15 jam yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 20 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 2 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©