Menu

Manfaat Acara Silaturahmi Untuk Kamu dan Masa Depanmu

Jangan demotivasi datang ke acara silaturahmi gegara menghindari pertanyaan lawas “Kapan kawin?", "Kapan lulus?", atau "Udah kerja belum?”. Karena banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan bersilaturahmi. Ya, hari raya seringkali dirangkai dengan kegiatan silaturahmi keluarga besar atau tetangga. Selain itu, adapula kegiatan macam arisan keluarga. Tak perlu lagi mangkir dari acara tersebut, sebab keuntungannya bisa kamu buktikan sendiri.

1. Dapat jaringan dan kesempatan

Percaya nggak percaya, acara silaturahmi bisa  membuahkan kesempatan untukmu. Siapa tahu sepupu punya teman yang kantornya buka lowongan magang atau tante/om punya buku buku bagus untuk bahan skripsi. Trus, kali aja ada saudara yang pengen kenalin tetangganya yang kece sama kamu. Ahay! Yes, silaturahmi merupakan ajang membangun jaringan yang efektif. Alasannya sesederhana ini:

a. Usia peserta silaturahmi beragam, dari yang tua hingga yang muda. Penting untuk membangun jaringan dari berbagai usia.

b. Latar belakang pendidikan dan pekerjaanya pun berbeda. Kamu bisa cari tahu  cerita dan pengalaman mereka.

c. Kalian udah kenal, sehingga nggak perlu kenalan lagi. Jadi, tinggal diperdalam aja prospek yang ada.

2. Belajar berkomunikasi dengan berbagai jenis orang dari beragam usia

Jika biasanya kamu banyak berkomunikasi dengan teman seumuran, maka dengan silaturahmi kamu jadi latihan bagaimana membangun komunikasi dengan orang tua, senior angkatan, junior, hingga anak-anak. Di situ kamu belajar bagaimana membuka obrolan, pemilihan kata, hingga menentukan topik yang pas.

3. Pertanyaan yang ganggu sebagai latihan mental

Oke, banyak banget yang males dengar pertanyaan dan komentar sensitif, seperti:

“Oh, kok masuk jurusan Sastra? Kenapa nggak Ekonomi? Kan, peluang kerjanya kecil.”

“Kapan nih, kenalin ‘calon’?”

“Kapan lulus? Kok lama banget kuliahnya?”

Tricky questions/comments? Yes. Nyebelin? Bisa jadi. But you know what? Dalam hidup ini pasti ada aja pertanyaan dan komentar yang bikin kamu nggak nyaman. Dibanding menghindar, harusnya silaturahmi jadi ajang kamu belajar menerima pertanyaan tersebut dan menjawabnya dengan tenang. Bahkan, percaya atau nggak, pertanyaan “sadis” bahkan “nyebelin” sering muncul saat kamu melamar kerja, magang, atau beasiswa.

Jadi ambil aja hikmahnya. Pertanyaan tentang jurusan kuliah atau hal lain yang terkesan judgemental, bisa kamu klarifikasi dengan jawaban. Di sini kamu belajar berargumen plus menyampaikan informasi.

Sebaliknya, kamu pun jadi latihan buat beretika. Kali aja selama ini sikap kamu juga nyebelin dan sering bertanya yang nggak penting. Saatnya koreksi diri agar lebih baik saat berhadapan dengan orang lain.

4. Membuat kamu lebih peduli

Tak kenal maka tak sayang. Gimana kamu mau care sama om, tante, kakek, nenek, sepupu, dan lainnya kalau kalian hampir nggak pernah ketemu? Bahkan antarsepupu saja nggak mengenal. Sebaliknya, melalui acara kumpul-kumpul, anggota keluarga besar bisa bersua dan berkomunikasi. Biarpun nggak sering, tapi setidaknya kita jadi kenal sehingga perlahan timbul kepedulian. Siapa tahu suatu saat kita bisa membantu ketika mereka menghadapi masalah, atau sebaliknya.

5. Mempererat tali persaudaraan

Ini juga masih nyambung sama poin sebelumnya. Kalau generasi muda pada nggak mau silaturahmi, hubungan bisa jadi renggang bahkan terputus. Silaturahmi menjaga kekompakan dan kedekatan keluarga. Setidaknya kita jadi kenal dengan keluarga besar, walaupun jarang ketemuan.

Silaturahmi juga merupakan kesempatan kamu untuk ketemu keluarga yang ada di daerah lain bahkan di luar negeri. Inilah “the perks of being +62 citizen” alias orang Indonesia, yaitu hubungan kekeluargaan masih sangat dijaga.

6. Bertemu orang yang menyenangkan

Bisa jadi ada peserta silaturahmi yang nggak cocok dan nggak nyambung denganmu. Alhasil, kamu pun nggak excited ketemu dengannya.Tapi banyak juga yang menyenangkan, seperti sepupu yang asyik, nenek/kakek yang bijak, om/tante yang perhatian dan suka kasih THR, hingga bayi dan anak-anak lucu nan menggemaskan.

7. Makan-makan enak

Silaturahmi adalah waktunya untuk makan makanan enak khas keluarga. Apalagi, kalau pakai sistem potluck. Kamu bisa coba varisi menu seru dari anggota keluarga besar. #DietMulaiBesok

8. Ajang bermaaf-maafan

Akui saja bahwasanya kita nggak luput dari kesalahan dan kekhilafan dengan sesama, termasuk keluarga. Nah, momen halalbihalal atau silaturahmi sangat pas untuk saling bermaafan secara langsung. Karena itu jauh lebih afdol ketimbang hanya broadcast pesan. Yekan?

Selamat bersilaturahmi!

(Sumber gambar: Jessica Lewis from Pexels)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©