Menu

Baca 5 Alasan Ini Agar Kamu Stop Membandingkan Dirimu dengan Orang Lain!

Terkadang masih banyak orang yang suka membandingkan-bandingkan dirinya dengan orang lain, entah itu dari segi kepintaran, gaya hidup, bahkan hal sepele seperti likes atau followers di Instagram dan sebagainya. Contoh, nih, ketika kamu buka Instagram dan melihat temanmu sudah bekerja setelah diwisuda dan kamu belum mendapatkan pekerjaan, pasti ada saja perasaan yang terbesit seperti “kapan ya aku dapat pekerjaan seperti dia?”. Nah, hal tersebut merupakan suatu contoh dari membandingkan dirimu dengan orang lain.

Atau misalnya lagi, kamu sedang membuka youtube dan melihat suatu video yang dimana ada seseorang yang sepantaran denganmu, tetapi dia sudah bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan uang sendiri, belanja hal-hal yang ia sukai dengan uang sendiri dan sebagainya. lagi-lagi, terbesitlah perasaan seperti, “wah, asik, ya, jadi dia. Coba aku kayak gitu”.

Hal yang perlu kamu ingat dan perlu kamu pikirkan adalah dengan membandingkan dirimu dengan orang lain, tidak akan mengubah apapun dari dirimu sendiri. Yang ada, kamu akan menumpuk hal-hal negatif di dalam dirimu seperti tidak bersyukur, merasa selalu kurang, minder atau tidak percaya diri, merasa bahwa diri kamu kecil jika dibandingkan dengan orang lain dan masih ada seribu satu hal negatif lainnya.

Nah, karena membandingkan diri dengan orang lain malah memberikanmu banyak sekali hal negatif, kamu harus stop melakukan hal tersebut.  Nih, ada beberapa alasan bahwa membandingkan dirimu dengan orang lain adalah tindakan yang percuma dan harus segera dihentikan.

1. Setiap orang punya garis waktunya masing-masing

setiap orang punya timeline nya masing-masing

Yes, indeed! Setiap orang pastinya memiliki timeline-nya masing-masing. Jadi, kalau semisal kamu melihat bahwa banyak dari teman-temanmu yang sudah duluan mendapatkan pekerjaan, bukan berarti kamu payah atau tidak mampu. Akan tetapi, memang belum saatnya kamu mendapatkan pekerjaan. Belum saatnya bukan berarti tidak akan terjadi, ya, gaes. Kalau kamu terus berusaha mencari pekerjaan seperti pergi ke job fair , sering melamar pekerjaan di situs pencari kerja dan sebagainya, soon or later, kamu pasti akan mendapatkan pekerjaan.

Contoh lainnya, nih, kamu tahu Mark Zuckerberg? Iya, itu, lho, pendirinya Facebook. Ia menjadi seorang billionaire dan tentunya seseorang yang sukses di umurnya yang masih sangat muda, yaitu ketika ia berumur dua puluh tiga tahun.

Kamu tahu J.K. Rowling sang penulis buku Harry Potter? Sekarang buku dan filmnya sangat laris manis, bahkan banyak sekali di luar sana yang menjadi potterhead a.k.a penggemar dari Harry Potter. Tapi tahukah kamu kalau J.K. Rowling masih kesulitan dalam mencari penerbit ketika diumurnya yang ke tiga puluh satu tahun?

Terakhir, Colonel Harland Sanders sang pemilik restoran ayam crispy, KFC, ia baru memulai bisnisnya disaat umurnya sudah menginjak enam puluh dua tahun, lho. Tapi mereka bertiga tetap menjadi orang-orang yang sukses, kan? Nah! Inilah contoh bahwa setiap orang memiliki timeline atau garis waktunya masing-masing.     

2. Setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing

setiap orang memiliki kemampuannya masing-masing

Kamu suka membandingkan kemampuan dirimu dengan orang lain, misalnya si A bisa memainkan alat musik sedangkan kamu nggak, si B jago bahasa Inggris tapi kamu nggak sejago dia dan sebagainya. Kenapa, sih, kamu sering memperhatikan kemampuan dari orang lain tapi kamu sendiri tidak memperhatikan kemampuanmu?

Setiap orang pasti memiliki kemampuannya masing-masing. Coba kita ambil contoh, apakah kamu bisa membandingkan J. K. Rowling, Mark Zuckerberg dan Colonel Harland Sanders? Pastinya nggak dong, karena mereka memiliki caranya masing-masing dan memiliki kemampuannya masing-masing untuk mencapai kesuksesannya.  

3. Tidak ada kehidupan yang sempurna

tidak ada kehidupan yang sempurna

Okay, ketika kamu melihat orang lain di Instagram, Youtube dan sebagainya pasti kamu melihat hal-hal yang menurutmu keren seperti followers, likes dan subscribers yang banyak, kehidupannya yang menyenangkan dan sempurna dan sebagainya. Tapi perlu kamu tahu bahwa kehidupan itu tidak ada yang sempurna.

Memang kamu melihat berbagai macam kesempurnaan dalam kehidupan seseorang tetapi apakah kamu tahu kehidupannya yang tidak terlihat olehmu? Tentu saja kamu tidak tahu. Setiap orang di dunia ini pasti pernah memiliki masalah dalam kehidupannya. Tidak ada orang yang terhindar dari hal tersebut. Next time, kalau kamu mulai membandingkan dirimu dengan orang lain dan merasa bahwa kehidupan mereka lebih sempurna, ingatlah bahwa kamu tidak mengetahui detail kehidupan dari seseorang.

4. Setiap orang memiliki keunikannya masing-masing

semua orang adalah unik

Daripada kamu membandingkan dirimu dengan orang lain, lebih baik kamu fokus pada keunikanmu. Misalnya nih, kamu memiliki keunikan yaitu menyukai gaya-gaya pakaian yang old school. Daripada kamu membandingkan hal yang kamu suka dengan apa yang sedang trend saat ini, lebih baik kamu membuat suatu gerakan yang menunjukkan bahwa, ini, lho, gaya old school dan gaya ini masih bisa terlihat keren di zaman sekarang.

Contoh lainnya, coba kamu pikirkan kalau J. K. Rowling yang memiliki keunikan yaitu fantasi yang sangat luar biasa dalam membuat buku Harry Potter, tiba-tiba membandingkan dirinya dengan Colonel Harland Sanders yang memiliki keunikan yaitu resep ayam crispy-nya yang khas dan enak. Lalu, akhirnya J. K. Rowling tidak mengembangkan keunikannya dan lebih memilih mengikuti Colonel Harland Sanders yaitu membuat restoran ayam crispy. Apakah kamu yakin kesuksesan J. K. Rowling akan sesukses seperti saat ini? Hmm… Rasanya tidak. Keunikan dari masing-masing orang justru akan membimbing orang tersebut untuk menjadi sukses.

5. Membandingkan dirimu dengan orang lain akan “mencuri” kebahagiaanmu

selalu bahagia

Yes! Bener banget! Saat kamu membandingkan dirimu dengan orang lain pasti kamu merasa bahwa, kenapa, ya orang itu bisa seperti itu sedangkan kamu nggak, kenapa ya kehidupan orang itu lebih enak dibandingkan diri kamu dan sebagainya.

Sadarkah kamu? Ketika kamu berbicara seperti itu, tandanya, kamu tidak merasa bahagia dengan kehidupanmu. Kamu harus sadar bahwa setiap orang pasti memiliki banyak hal yang berbeda maka dari itu kamu tidak bisa membandingkan dirimu dengan orang lain. Daripada kamu sibuk membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain, lebih baik kamu berbahagia dengan apa yang kamu miliki sekarang.

***

Mengutip dari akun twitter Bramantyo Sastrowiranoe, membandingkan kehidupan kamu dengan orang lain sesungguhnya adalah suatu penghinaan terhadap dirimu sendiri, gaes. kamu terlahir dari orang tua yang berbeda, latar belakang yang berbeda, hobi yang berbeda dan segala macam perbedaan lainnya. Jadi, kamu nggak bisa membandingkan dirimu dengan orang lain.

Mulai dari sekarang, yuk, stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena tindakan tersebut tentunya tidak akan memberikanmu manfaat melainkan akan memberikanmu banyak sekali hal negatif. Tetap semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: incimages.com, medium.com, yourquote.in, bolddish.com, completewellbeing.com, orlandoespinosa.com)

LATEST COMMENT
Ahmad Faidoli Siregar | 6 jam yang lalu

Apa bisa modal jago gambar kita masuk jurusan arsitektur?

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Cindy Tan | 8 jam yang lalu

Semoga lolos dan keterima SBMPTN ke UI 2019

Berapa Passing Grade SBMPTN 2019?
Hawwa 'Ainaa | 11 jam yang lalu

Saya sma jurusan ipa, apakah bisa masuk fsrd lewat jalur snmptn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau bertanya. Boleh nggak mengambil 1 prodi saja di 2 PTN berbeda?

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau tanya. Boleh nggak mengbila 1 prodi pada 2 PTN yang berbeda? Sekian terima kasih!

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©