Menu

5 Tindakan yang “Menyakiti” Kepercayaan Dirimu

Apapun statusmu, baik itu anak sekolahan, anak kuliahan ataupun pekerja, kepercayaan diri merupakan suatu hal yang penting. Kenapa, sih, kok, kepercayaan diri merupakan suatu hal yang penting? Jawabannya adalah dengan kepercayaan diri, kamu dapat meyakini bahwa dirimu dapat melakukan apapun.

Coba bayangkan kalau kamu nggak memiliki kepercayaan diri? Pasti kamu akan merasa bahwa kamu tidak mampu melakukan apa-apa, kamu merasa bahwa dirimu sangat kecil dibandingkan orang lain dan sebagainya. Nggak enak banget, kan, gaes, kalau kamu nggak punya kepercayaan diri?

Nah, sayangnya, kebanyakan orang, sekarang lebih sering “menyakiti” kepercayaan diri daripada membangun rasa kepercayaan dirinya. Hal-hal simpel yang sering dilakukan, tanpa disadari ternyata dapat menyakiti rasa kepercayaan dirimu, lho. Oh, ya? Ada apa sajakah itu? Let’s check these out!

Merendahkan Diri Sendiri

selalu merendahkan diri sendiri

Sering, nggak, sih, kamu mendengar kalimat “da aku mah apa atuh, cuma res-resan rengginang”? Atau jangan-jangan kamu sering berbicara seperti itu lagi? Wah, hati-hati, lho, gaes, kalimat yang sempet booming ini secara nggak disadari dapat menyakiti kepercayaan dirimu.

Kalimat “da aku mah apa atuh” mungkin pada awalnya digunakan untuk bercanda saja, tapi lama-kelamaan kamu sering menggunakan kalimat ini ketika kamu merasa rendah diri. Kalimat ini juga terkadang muncul ketika kamu sedang membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain.

Nah, sebenarnya cocok, nggak, sih, kalau kamu berbicara seperti itu? jawabannya adalah nggak sama sekali cocok! Kenapa? Karena kamu, kan, pemuda-pemudi, nggak seharusnya pemuda-pemudi merendahkan dirinya sendiri. Sebagai seorang pemuda-pemudi, kamu harus terus berusaha untuk menjadikan dirimu yang terbaik!

Membandingkan Diri dengan Orang Lain

membandingkan diri dengan orang lain tidak baik

Membandingkan diri dengan orang lain merupakan salah satu faktor yang dapat menyakiti kepercayaan dirimu, lho, gaes. Misalnya, nih, kamu dengan temanmu sedang berusaha untuk menjadi mahasiswa dari salah satu universitas terfavorit di Indonesia. Tiba-tiba, kamu merasa bahwa temanmu pasti akan masuk karena ia sering ikut perlombaan, aktif berorganisasi, selalu dapat ranking tiga besar dan sebagainya. Sedangkan kamu hanya aktif berorganisasi dan tidak termasuk ke dalam ranking tiga besar. Nah! Itu lah yang disebut membandingkan diri dengan orang lain.

Well, capek, lho, gaes, membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Kamu dan orang lain tentunya memiliki latar belakang yang berbeda, cara belajar yang berbeda, hobi yang berbeda dan banyak sekali perbedaan lainnya. Karena perbedaan-perbedaan tersebut, sangat nggak fair kalau kamu membandingkan dirimu dengan orang lain.

Hal yang perlu kamu ingat adalah setiap bunga tidak akan mekar bersama-sama tapi setiap bunga akan mekar pada waktu dan caranya masing-masing. Yes, jadi sangat nggak fair banget  kalau kamu membandingkan dirimu dengan orang lain karena setiap orang memiliki waktu dan caranya masing-masing dalam mencapai sesuatu.

Keseringan Main Media Sosial

bermain sosial media

Media sosial merupakan suatu wadah bagi kamu untuk mendapatkan informasi dan juga untuk menjaga pertemanan. Tapi, tahukah kamu? Terlalu banyak bermain media sosial tentu dapat menyakiti rasa kepercayaan dirimu, lho.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 di universitas Penn State menunjukkan bahwa melihat foto selfie a.k.a swafoto seseorang di media sosial, dapat menurunkan kepercayaan diri, karena aktivitas tersebut akan berujung kepada pembandingan diri sendiri dengan orang lain.

Well, sebenarnya, bermain media sosial merupakan suatu kegiatan yang nggak salah. Yang menjadi salah adalah ketika kamu membandingkan kehidupan dirimu dengan kehidupan orang lain, tapi hanya berdasarkan dari foto-foto yang mereka unggah.

Kalau meminjam teori Goffman tentang dramaturgi, sosial media dari seseorang merupakan front stage atau panggung depan yang dimana segala hal memang sengaja untuk ditunjukkan. Kamu nggak pernah tahu apa yang terjadi di back stage atau di panggung belakang dari seseorang. Jadi, jangan sampai ya, gaes, dengan bermain media sosial yang dimana seseorang hanya ingin menunjukkan apa yang ingin mereka tunjukkan, malah membuatmu menyakiti rasa kepercayaan dirimu.

Ingin Selalu Perfect

berusaha untuk perfect dapat mengurangi rasa percaya diri

Dalam kehidupan, tidak ada yang sempurna, lho, gaes. Misalnya nih, ketika kamu membuat suatu rencana di dalam kehidupanmu, pasti didalamnya sering terjadi perubahan-perubahan yang mungkin tidak kamu ekspektasikan. Jangan merasa bersalah atau menyalahi dirimu sendiri dengan rencanamu yang berbeda ketika dijalankan karena hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat wajar.

Ketika kehidupanmu tidak sesuai dengan rencanamu, bukan berarti kamu gagal. Bahkan, sebenarnya, bisa saja, lho, kalau kehidupan mencoba mengarahkanmu ke rencana lainnya yang justru lebih baik dari rencana awalmu.

Perlu diingat, bahwa dalam kehidupan tidak ada yang perfect, berusaha untuk mengejar kesempurnaan, malah akan membuatmu tidak percaya diri karena ketika kamu dihadapkan dengan suatu kesalahan atau sesuatu yang kamu anggap tidak perfect, kamu akan merasa kecewa dengan dirimu sendiri. Jangan pernah untuk mengejar kesempurnaan, tapi lakukan apapun dengan sebaik mungkin.

Selalu Mengingat Kegagalan di Masa Lalu

mengingat kegagalan dapat membuatmu tidak percaya diri

Kamu mau melamar pekerjaan, tapi kamu merasa tidak percaya diri karena kamu teringat kegagalanmu di masa lalu. Well, ketika kamu beranggapan demikian, kamu sudah melakukan kesalahan, lho, gaes. Kegagalan di masa lalu nggak perlu kamu kenang, gaes, cukup kenangan baik saja yang perlu dikenang.

Ketika kamu selalu mengingat kegagalanmu di masa lalu, bisa saja, lho, kamu akan terus mengalami kegagalan-kegagalan lainnya karena hal tersebut. Kegagalan bukanlah suatu hal yang perlu kamu ingat dan kamu takuti, gaes. Kegagalan merupakan suatu hal yang justru bisa dijadikan suatu pelajaran agar kamu tidak mengulanginya.

***

Nah, dari kelima tindakan tersebut, yang mana nih, yang sering kamu lakukan? Jangan dibiasakan, ya, gaes. Sedikit demi sedikit harus kamu kurangi agar kamu terus percaya diri.

Baca juga:

(Sumber gambar: islamidia.com, medium.com. shutterstock.com, trainthrieve3.com, maverickupdate.com, videoblocks.com)

LATEST COMMENT
Ryan Lissabilla | 2 jam yang lalu

Ga suka Matematika,Tapi suka otak atik

13 Ciri Kamu Cocok Kuliah di Jurusan Teknologi dan Komputer
Aditya Guntur | 8 jam yang lalu

Open endorse pria Instagram @guntur_g9

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Shahfa Ananda | 14 jam yang lalu

apa aja sih kak jurusan yang berkaitan dengan fisika selain teknik sipil?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Arif Alfon Gordon | 1 hari yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 1 hari yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©