Menu

5 Hal yang akan Kamu Alami Ketika Pertama Kali Bekerja

Bekerja merupakan suatu aktivitas yang diimpi-impikan bagi seluruh fresh graduate. Sebagian besar para fresh graduate pasti memimpikan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Kalau pun nggak di perusahaan besar, yang paling terpenting ialah bekerja di kantoran.

Kenapa, sih, banyak fresh graduate lebih memilih bekerja di kantor? Sesungguhnya banyak banget, lho, gaes, alasan kenapa banyak fresh graduate lebih memilih bekerja di kantor. Nah, salah satu alasan yang paling sederhana ialah berangkat pagi dan pulang malam, jadi berasa kerjanya, hehe.

Biasanya, alasan lainnya yaitu para fresh graduate menginginkan fixed income alias gaji yang tetap. Bekerja di kantoran juga, pada umumnya, akan memberikan para pekerjanya berbagai  tunjangan seperti BPJS kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, uang transport, uang makan dan sebagainya, tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan.

Nah, ketika kamu bekerja fulltime di kantor, pasti, kamu akan mengalami beberapa hal saat kamu pertama kali masuk kerja. Perlu kamu ketahui, kalau kamu merasakan beberapa hal yang akan disebut di artikel ini, jangan kaget atau bingung, ya, gaes, karena hal tersebut sangatlah wajar apabila terjadi ketika kamu baru pertama kali bekerja. Ada apa saja, ya?

1. Merasa canggung

Hal yang pasti akan kamu alami dan kamu rasakan ialah merasa canggung. Bila kamu merasa canggung di hari pertama kerjamu, jangan takut, hal tersebut sangat wajar, kok. Ketika kamu harus berada di tempat yang baru, orang-orang baru dan juga kewajiban-kewajiban baru, pasti, kamu akan merasa canggung.

Perasaan canggung tersebut terjadi karena kamu belum terbiasa dengan segala hal yang baru. Salah satu cara agar kamu dapat mengatasi rasa canggungmu ialah dengan berkenalan dengan orang-orang di sekitarmu. Biasanya, orang-orang di sekitarmu tersebut sudah saling mengenal dan sering melakukan aktivitas di luar kegiatan kerja bersama. Misalnya seperti makan siang bersama, sholat bersama, pulang bersama dan sebagainya.

Nah, agar kamu tidak merasa canggung dengan lingkungan pertemanan yang baru, yuk, kenalan dengan orang-orang di sekitarmu agar kamu pun bisa mengikuti berbagai kegiatan bersama mereka. Bagaimana pun, kamu akan merasa lebih baik ketika kamu bersama teman-teman baru daripada sendirian.

2. Bingung dengan lingkungan kerja

bingung dengan lingkungan kerja

Sama seperti kamu menyusuri jalan yang baru, pasti kamu masih belum hafal dengan ruangan-ruangan di kantormu, apalagi kalau kantormu terbilang luas. Kamu pun pastinya belum mengetahui, kan, dimana letak kantin atau tempat makan terfavorit rekan-rekan kerjamu?

Nah, agar kamu cepat mengahafal lingkunganmu, cobalah ikut melakukan kegiatan bersama teman-teman barumu. Dengan bersama teman-teman barumu, pasti kamu akan diajak ke tempat-tempat yang biasa mereka datangi dan akhirnya kamu pun mengetahui dimana letak toilet, mushola, kantin atau tempat makan dan sebagainya.

3. Telat

telat masuk kerja

Saat kamu terbiasa dengan jadwal kuliah yang bebas, lalu kamu memasuki dunia pekerjaan, pasti kamu akan merasa sedikit kaget, dong. Apalagi kalau kamu sempat diam di rumah dalam waktu yang lama sebelum bekerja.

Kenapa, sih, kok, bisa telat begitu? Karena, pada saat itu, kamu bebas untuk tidur jam berapa dan bangun jam berapa. Ketika kamu harus bekerja, pasti, kamu memiliki jadwal tidur agar kamu tidak bangun kesiangan.

Nah, untuk beberapa saat,  pasti kamu akan kaget dengan jadwal waktumu sehingga mengakibatkanmu telat sampai di kantor. Nah, hal ini sangat wajar, kok. Tapi, jangan sampai, ya, gaes, kamu telat hingga lebih dari setengah jam. Perlu diingat juga, beberapa kantor menerapkan potong gaji, lho, kalau kamu telat masuk kantor.

4. Merasa Tidak Mampu

merasa tidak bisa

Hal wajar lainnya ketika kamu baru pertama kali masuk kerja ialah merasa tidak mampu dalam mengerjakan tugas-tugasmu. Lho, kok, wajar, sih? Ya, iya dong. Ketika kamu berkuliah, kamu tentunya nggak diajari hal-hal tentang di kantor, kan?

Maka dari itu, ketika kamu baru bekerja dan semua hal tidak berjalan sesuai dengan yang kamu harapkan, janganlah patah semangat. Hal itu wajar banget, kok, gaes. Bahkan beberapa orang merasakan hal ini selama sebulan hingga dua bulan.

Yang harus kamu lakukan ialah, kamu harus memperhatikan teman-teman satu divisimu. Kalau kamu merasa tidak mengerti sesuatu, cobalah tanyakan sedetail mungkin pada teman-teman satu divisimu. Jangan lupa untuk mendengarkan instruksi dari atasanmu dan jangan lupa juga untuk tanyakan detail instruksi ketika kamu merasa belum mengerti.

5. Akan terus didikte oleh atasan

didikte atasan

Mungkin beberapa atasan ada yang cuek banget, mereka akan menyuruhmu untuk menanyakan hal yang tidak kamu mengerti dengan teman-temanmu. Tetapi, jangan kaget, ya, ketika kamu tiba-tiba bertemu dengan atasan yang suka mendikte.

Hah? Didikte? Iya, kamu akan dijelaskan instruksi bekerja dengan sangat detail, selalu mengoreksi pekerjaanmu, selalu minta revisi pekerjaanmu dan sebagainya. Hal tersebut terjadi dikarenakan mereka mau kamu melakukan pekerjaanmu sebaik mungkin.

Kalau kamu merasakan didikte oleh atasanmu, jangan pantang menyerah, ya! Memang, sih, beberapa saat rasanya sangat menyebalkan, tapi, kamu harus yakin kalau hal yang atasanmu lakukan ialah demi kebaikanmu sendiri.

***

Nah, dari kelima hal di atas, bagi kamu yang sudah bekerja, nomer berapa, nih, yang pernah kamu alami? Bagi kamu yang belum pernah bekerja, jangan sampai down, ya, ketika hal-hal di atas terjadi pada dirimu. Hal-Hal di atas merupakan suatu hal yang sangat wajar terjadi ketika kamu baru pertama kali bekerja, kok, gaes. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: qerja.com, partnersinexcellence.com, shutterstock.com, videoblocks.com, privateschoolreview.com)

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 5 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 9 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 16 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©