Menu

21st Century Skills Itu Apa? Dan Kenapa Anak Muda Harus Mempunyai Kemampuan-Kemampuan Tersebut

“Simpelnya, kita nggak bisa terus menyiapkan generasi muda dengan cara yang sama di dunia yang udah mulai berubah” - Cathy N. Davidson

Kalau kita memperhatikan quote di atas, hal tersebut ada benarnya juga ya, gaes. Karena teknologi bergerak dengan sangat cepat, kita nggak bisa menjadi generasi muda yang sama dengan generasi sebelumnya.

Kalau kita masih belajar dengan cara yang jadul alias jaman dulu, kita nggak akan bisa mengikuti perkembangan zaman sekarang.

Misalnya nih, ya, cara kita melakukan transaksi udah banyak berubah. Anak muda sekarang percaya banget sama transaksi online. Semua serba menjadi digital. Bahkan, kita jarang banget pegang uang cash karena sekarang semua pakai kartu. Naik kendaraan umum, bayar tol, ke minimarket, masing-masing mulai terintegrasi dengan kartu. Kalau kita gaptek, wassalam banget deh.

Nicole Wilson, seorang wakil presiden bagian kurikulum di Singular University, Amerika Serikat, bilang saat ini teknologi pendidikan lagi ngebut banget. Sebagai dampaknya, kita harus mulai memikirkan:

1. Hal baru apa aja yang perlu kita pelajari?

2. Bagaimana perubahan ini berdampak pada sekolah dan masyarakat?

3. Bagaimana kita melihat cara belajar dan mengajar di masa depan?

Perubahan tuntutan zaman

Dalam sebuah makalah berjudul “Dancing with Robots” yang diterbitkan tahun 2013, keterampilan manusia untuk bekerja udah mulai digantikan sama komputer nih, gaes. Makanya, keterampilan yang dimiliki anak muda zaman sekarang udah nggak bisa lagi mengikuti standar zaman dulu. Kemampuan kita harus lebih kece, karena tugas kita semakin kompleks.

Meskipun begitu, masih banyak hal yang yang bisa dilakukan oleh manusia. Yah, paling nggak belum bisa digantkan oleh komputer untuk saat ini. Richard Murnane dan Frank Levy yang menulis makalah tersebut, merumuskan hal yang bisa dilakukan manusia ke dalam tiga kategori utama. Maksudnya, hal-hal ini tetap harus dilakukan oleh manusia.

1. Pemecahan Masalah yang nggak terstruktur

Nah, ada masalah-masalah nggak terstruktur yang tetap membutuhkan bantuan dan pemikiran manusia. Misalnya, seorang mahasiswa harus tetap nyamperin dosen untuk bimbingan ksripsi atas masalah-masalah yang terjadi dengan skripsinya. Meskipun semua bahan skripsi bisa kamu dapatkan lewat internet, tapi penyusunannya sendiri kamu tetap harus konsultasikan ke dosen pembimbing kamu.

2. Bekerja dengan informasi baru

Interaksi sosial yang diperlukan buat mendapatkan informasi baru dari orang lain masih belum bisa digantikan sama komputer nih, gaes. Misalnya, kenalan sama orang baru dan membangun network. Gimanapun juga, bertemu langsung masih jauh lebih efektif daripada ngobrol lewat skype. Termasuk untuk membahas sebuah materi yang luas dengan peserta yang banyak.

3. Tugas non rutin

Komputer dan teknologi memang bisa mempermudah kita dalam melakukan tugas rutin. Tapi tentu aja belum bisa menggantikan tugas non rutin sepenuhnya. Misalnya, memikirkan strategi bisnis tahunan dan visi misi dalam sebuah perusahaan, membuat program kerja kreatif dan lain sebagainya.

Peran 21st Century Skills

Nah, untuk menjawab tiga kategori di atas, kemampuan yang dibutuhkan oleh anak mudapun menjadi bergeser dan lebih luas. 

Tahun lalu, World Economic Forum merilis versi baru untuk laporan pendidikan mereka. Kemudian muncul 21st Century Skills alias kemampuan/keterampilan abad 21 yang harus dimiliki sama anak muda saat ini.

Kalau dilihat dari diagram di atas, kemampuan abad 21 terbagi menjadi 3 bagian:

1. Kemampuan dasar

Meliputi: Membaca, menulis, ilmu pengetahuan, serta keterampilan yang lebih praktis seperti melek finansial. Bahkan, dalam dunia yang berubah cepat kita masih perlu belajar cara membaca, menulis, melakukan matematika dasar, dan memahami bagaimana masyarakat kita bekerja. Tapi tentu aja, gaes, kuncinya adalah bagaimana melakukan kemampuan dasar tersebut dengan cara yang jauh lebih efektif.

2. Kompetensi

Meliputi: Berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Ini yang sering disebut 4C. Kemampuan kompetensi ini yang belum bisa tergantikan sama sekali oleh komputer.

3. Kualitas karakter

Meliputi: rasa penasaran, inisiatif tinggi, kegigihan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan serta kesadaran sosial dan budaya.

Apa yang harus anak muda lakukan?

Jujur aja ya gaes, belum semua sekolah atau kampus di Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang mendukung kemampuan abad 21 ini. Misalnya, beberapa tugas sekolah dan kampus masih mewajibkan pelajar atau mahasiswanya buat bikin makalah tertulis. Diketik, dicetak, kemudian dikumpulkan.

Padahal, bisa aja para pengajar mulai meminta kita buat bikin blog untuk publish tugas  kuliah supaya lebih efektif. Kitapun tertantang untuk bikin yang lebih baik karena semua orang bisa melihat dan membedah pemikiran kita.  

Oleh karena itu, kita sebagai anak muda kudu rajin-rajin melatih kemampuan abad 21 ini secara sendiri, gaes. Daripada ketinggalan zaman? Ya, nggak?

 

(Sumber gambar: pinterest.com, joevulgamore.com, medium.com, rockyview.ab.ca)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 4 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 18 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Masita | 20 jam yang lalu

Masyaa Allah.. nggak salah aku suka pelajaran biologi.. baca nya aja udah kyk meantang aja,apalagi klw benaran nanti... semoga bisa lah...

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi
Maya Nainggolan | 24 jam yang lalu

So luck Sothat msi bisa ngisi amunisi utbk :')

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©