Menu

Hidden Figures: Film yang Mengajarkan Kamu Kalau Kesuksesan Itu Adalah Milik Siapa Saja

Hidden Figures adalah film drama biografi yang mengisahkan perjalanan matematikawan Katherine Johnson (diperankan oleh Taraji P. Henson) beserta kedua rekannya, Dorothy Vaughan (Octavia Spencer) dan Mary Jackson (Janelle Monáe) dalam membantu menyukseskan misi NASA dalam mengejar ketinggalan mereka dalam Perlombaan Angkasa. Keren!

Namun, bukan berarti kesusksesan Katherine dkk. dapat diraih hanya dengan berhasil melewati berbagai tantangan dan rintangan. Yang membuat film ini menarik untuk kamu simak adalah bagaimana cara mereka menggapai keberhasilan disaat orang lain menganggap mereka-lah “hambatan” bagi diri mereka sendiri.

...Hah? Maksudnya?

Jadi, baik Katherine, Dorothy dan Mary adalah sekelompok wanita berkulit hitam (African-American) yang bekerja untuk NASA di tahun 1961. Pada masa-masa ini, wanita yang memilih jalannya untuk berkarier memang sudah mulai diterima di masyarakat Amerika, namun beda halnya dengan wanita berkulit hitam.

Perbedaan ras dan norma gender inilah yang membuat Katherine dkk. menemui banyak kesulitan dalam menjalani hidupnya sebagai wanita karier—apalagi dalam bidang keilmuan dan sains. Hal ini membuat mereka seolah-olah “didikte” bahwa mereka nggak akan bisa mencapai kesuksesan karena mereka berasal dari kalangan paling minoritas.

But alas, akhirnya Katherin berhasil menjadi matematikawan wanita berkulit hitam pertama di balik sejarah misi NASA membawa manusia ke luar angkasa, kok. Kesuksesan itu bisa ia raih meskipun nggak ada yang melihatnya—bahkan peduli dengan hal itu—hanya karena status yang ia miliki sejak lahir.

Jadi, pelajaran berharga apa aja, sih, yang bisa kamu dapatkan dari film ini?

Sukses itu nggak selalu dihitung dari apa yang ada di depan layar. Sukses di balik layar itu bahkan nggak kalah keren!

2

John Glenn dikenang oleh seluruh dunia sebagai Astronot pertama yang mengelilingi bumi dalam misi NASA Friendship 7. John dielu-elukan oleh masyarakat Amerika karena keberaniannya tampil di depan publik sebagai pionir yang mewakili masa depan revolusioner.

Tapi, kalau nggak ada Katherine dkk. yang membantu NASA memecahkan masalah dan menyelesaikan kalkulasi agar misi tersebut berjalan dengan lancar, John mungkin aja bakal dikenang dengan cerita yang berbeda!

Meskipun berasal dari dua sudut pandang yang berbeda, John dan Katherine tetap layak meperoleh kesuksesan yang sama. Dan keduanya pun nggak bisa mencapai kesuskesan tersebut jika yang satunya keburu gagal.

Inilah yang membuat peran Katherine semakin krusial, karena sebelumnya ia harus sukses dulu dalam mematahkan hambatan yang berasal dari dirinya sendiri agar dapat menghantarkan kesuksesan kepada orang lain. Ia berhasil membuktikan bahwa kesuksesan nggak selalu dihitung dari yang terlihat saja, dan bukan nggak mungkin “orang seperti dirinya” bisa mengejar segala jenis kesuksesan.

Kebayang, kan, kalau Katherine nggak memiliki mindset seperti ini?

Jadi, jangan takut jika kamu cuma bisa bekerja di balik layar dan merasa nggak bisa mencapa kesuksesan karena itu. Ingat, kesuksesan bukan cuma milik mereka yang kece dan eksis aja, kok!

Bukan suku atau ras kamu yang menentukan jalan kesuksesan kamu, tapi usaha kamu sendiri!

2

Katherine, Dorothy, dan Mary boleh aja punya titel matematikawan berkulit hitam wanita pertama yang berhasil menyukseskan misi NASA. Tapi hal yang perlu kamu adalah: nggak mudah untuk mematahkan stigma yang menghalangi kamu dalam mencapai kesuksesan—apalagi kalau datangnya dari diri kamu sendiri.

Nggak seperti pengetahuan dan karakter, suku dan ras adalah hal bawaan yang nggak bisa kamu ubah. Di masa kejayaan Katherine dkk., hal ini betul-betul menghalangi mereka untuk dapat mengejar mimpi mereka. Nggak peduli apakah mereka memiliki kecerdasan dan kepribadian yang kece seperti ilmuwan kulit putih pada umumnya, mereka tetap dipandang rendah hanya gara-gara karakteristik yang melekat suku dan ras yang mereka warisi sejak lahir.

Miris, nggak, sih?

Sampai sekarang pun, masih banyak, lho, kaum minoritas yang terdiskriminasi, baik secara langsung maupun nggak langsung. Since discrimination is a form of bullying, tentunya hal ini sangat berdampak pada self-esteem mereka, sehingga membuat mereka merasa bahwa mereka nggak akan bisa hidup seperti kaum mayoritas—termasuk dalam mengejar kesuksesan.

Tapi, Katherine dkk. mengajarkan kita bahwa nggak ada hal apa pun di dunia yang bisa mendikte kamu dalam mengejar kesuksesan. Hanya kemauan, kerja keras dan usaha yang kamu miliki yang bisa menentukan masa depan kamu.

Katherine dkk. nggak gentar meniti langkah mereka melawan rasisme dan diskriminasi demi masa depan yang mereka inginkan. Mulai dari perjuangan untuk dapat menuntut ilmu seperti ras lainnya sampai nggak boleh memakai kamar kecil yang sama dengan orang-orang berkulit putih, semua bisa mereka atasi dengan tekad perubahan yang kuat dalam menuntut ilmu serta keadilan. Mereka bisa membuktikan bahwa meskipun mereka berasal dari kaum minoritas, mereka mampu dan mencapai kesuksesan.

3

Nah, kira-kira kamu mampu mengikuti jejak Katherine dkk., nggak, nih?

(sumber gambar: imdb.com, foxmovies.com, imgx.net, amazonaws.com)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 4 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 18 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Masita | 20 jam yang lalu

Masyaa Allah.. nggak salah aku suka pelajaran biologi.. baca nya aja udah kyk meantang aja,apalagi klw benaran nanti... semoga bisa lah...

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi
Maya Nainggolan | 24 jam yang lalu

So luck Sothat msi bisa ngisi amunisi utbk :')

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©