Menu

Profesiku: Teller Bank, Ida Raodah

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi teller bank bareng Ida Raodah, seorang teller dari PT Bank Mega.

Ida Raodah adalah seorang teller bank dari salah satu bank swasta di Indonesia. Ida merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor‍ jurusan Teknologi dan Manajemen Ternak. Hobinya makan dan membaca buku. Menurut Ida, mencintai pekerjaan yang kita lakukan kadang sulit. Tetapi dengan melakukan yang terbaik, kita bakal dapat manfaatnya, kok.

Profesiku:

Teller bank di PT Bank Mega, perusahaan yang bergerak di bidang keuangan dan perbankan.”

Tugasku sehari-hari:

1. "Menerima dan melaksanakan instruksi transaksi dalam mata uang Rupiah dan valuta asing yang diberikan nasabah di counter teller."

2. "Melakukan verifikasi dan memastikan instruksi tersebut benar, dan diberikan oleh nasabah yang benar."

3. "Melaksanakan transaksi yang diberikan nasabah sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku."

4. "Melakukan population check dan balancing pada akhir hari, dengan cara mencocokkan nota instruksi dari nasabah dengan laporan dari sistem yang menunjukkan bahwa semua instruksi tersebut telah dilaksanakan."

5. "Melakukan identifikasi nasabah."

Jalan untuk mencapai posisi teller bank:

“Yang pasti harus mengikuti proses rekrutmen dulu, berupa psikotest dan wawancara. Sebelum menjadi teller, saya pernah ditempatkan di bagian lain seperti call center, admin kartu kredit, admin kredit, dan back office. Semua pengalaman di posisi-posisi tersebut menjadi modal buat saya waktu pindah bagian ke teller.”

Ida 1 - Youthmanual

Modal yang perlu dimiliki seorang teller bank:

“Dalam menjalani profesi teller, kita harus bisa jadi 'pelayan' yang baik. Maksud menjadi 'pelayan' di sini bukannya merendahkan diri kita, lho. Maksudnya, kita harus bisa melayani customer dengan setulus hati.

Selain itu, teller juga merupakan 'tali penghubung' antara kebijakan-kebijakan bank dan kemauan nasabah. Karena kebijakan bank terkait dengan keuangan, kita harus selalu hati-hati, jangan berhenti belajar, apalagi cepat merasa puas.”

Tantangan menekuni profesi teller bank:

“Buat saya, tantangan menjadi frontliner [orang yang berhadapan langsung dengan customer] itu adalah harus bisa selalu menjaga mood kerja. Kita mulai kerja dari jam 8 pagi sampe jam 3 sore, dan selama itu, kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada setiap nasabah. Harus banyak senyum, tetap ramah, nggak peduli gimana kondisi hati kita.

Kita juga harus super fokus dengan transaksi yang diminta nasabah. Jangan sampai salah input. Kebayang, dong, kalo nasabah setoran Rp100.000, trus kita kelebihan input angka 0.”

Pesan untuk anak muda yang mau memulai profesi teller bank:

“Buat kamu yang baru mau memulai profesi ini, terutama fresh graduates, menjadi teller itu harus sabar. Kita adalah 'wajah' atau image bank tempat kita bekerja. Jangan pernah nyerah, walaupun dimaki-maki nasabah, digalakin bos, dan lain sebagainya. Semua itu bisa dilewati, kok, yang penting kita mau selalu belajar. InsyaAllah, pekerjaan yang kita jalani adalah ibadah.

Satu hal lagi. Karena bekerja di bank berarti setiap hari berhadapan dengan uang, kamu harus punya integritas [jangan korupsi, jangan mencuri uang]. Jangan sampai karena uang yang nggak seberapa, nama baik kamu jadi jelek dan kamu di-black list dari semua bank.”

Ida 2 - Youthmanual

(Sumber foto: Ida)

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 9 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©