Menu

Profesiku: Marketing Manager, Idhila Swari

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi marketing manager yang ditekuni oleh Idhila Swari!

Idhila Swari, yang akrab dipanggil Dhila, adalah seorang Manajer Pemasaran (Marketing Manager)‍ di bidang properti. Dunia marketing udah bukan hal baru buat cewek berdarah Bali ini. Sebelumnya, Dhila pernah menjadi marketing communication dan promotional manager.

Dhila merupakan sarjana S1 jurusan Hukum‍ di Universitas Jayabaya‍. Sssttt, Dhila juga terkenal sangat aktif dan punya sebuah wedding organizer benama OurWedz di Jakarta, lho.

Profesiku:

Marketing manager Mitra Reality, bergerak di bidang properti.

Tugasku sehari-hari:

Banyak orang menilai tugas seorang marketer adalah jualan. Menurut aku, sebetulnya sebelum jualan ada hal yang lebih penting yaitu menciptakan nilai terhadap produk. Bagaimana sebuah produk punya nilai yang berkualitas, sehingga harga yang ditetapkan tidak dianggap mahal atau murah tapi rasional.

Setelah itu, bagaimana menginformasikan nilai tersebut kepada publik. Setelah menjualpun, tugas marketer masih berlanjut, yaitu mengelola konsumen melalui pelayanan yang baik. Mengapa butuh kesetiaan konsumen? Karena aku percaya sekali sama sistem MLM (Mulut Lewat Mulut). Di Indonesia, tingkat kekerabatannya masih sangat tinggi sehingga pengalaman konsumen bisa sangat dipercaya oleh konsumen lain.

Kalau tugas spesifik aku, aku diwajibkan menjadi motivator bagi tim. Banyak masalah harus segera dicari solusinya. Apalagi saat ini produknya properti, jadi banyak hard selling yang harus dilakukan. Aku juga memonitor semua kegiatan dan menyusun anggarannya.

Terakhir, pastinya bikin laporan dong, ya.

Alasan memilih profesi ini:

Awalnya, ini bukan profesi pilihan karena saat memilih jurusan kuliah, aku pilih jurusan Hukum. Tapi aku melihat peluang profesi ini sangat menarik.

Banyak orang bilang aku salah jurusan. Menurutku nggak juga, tuh. Ilmu marketing adalah jurusan pertama yang aku pelajari. Ketika menangis atau merajuk meminta susu saat bayi, itu ilmu marketing juga, lho.

Jadi jurusan kuliah waktu itu bermanfaat untuk menekuni profesi ini?

Bermanfaat banget, karena kayaknya hampir semua profesi bersinggungan dengan bidang hukum juga. Jurusan Hukum lebih memudahkanku dalam membuat perjanjian-perjanjian kerjasama baik dengan mitra kerja maupun dengan konsumen.

Modal yang dibutuhkan untuk menekuni profesi ini:

Seperti yang aku bilang, sejak kecil semua manusia sudah menjadi marketer, kok. Selanjutnya, kita cuma butuh jiwa besar untuk sebuah penolakan, kemudian mental untuk bangkit dan berubah.

Maksudnya berubah adalah mau mengakui bahwa ada startegi yang salah (atau udah nggak berlaku) dan semangat mencari formula baru.

Tantangan dalam menekuni profesi ini:

Saat ini tantangan terbesar adalah men power. Bagaimana mengelola manusia optimis ditengah tekanan, merubah cara pandang dan meningkatkan daya juang. Cara menghadapinya adalah motivasi dan reward.

Target juga bisa bikin stress, tapi lagi-lagi, setiap profesi pasti punya kesulitan masing-masing.

Pengalaman paling berkesan dalam menekuni profesi ini:

Ketika sukses menjalankan strategi pemasaran yang berbuntut penjualan, setelah sekian lama produk tersebut sulit untuk dijual.

Miskonsepsi umum dari profesi ini:

Banyak yang bilang bidang marketing itu sulit.

Nggak gitu, kok. Jadi marketer itu paling mudah karena kita udah melatihnya sejak kecil. Coba ingat-ingat waktu punya keinginan ke orang tua atau siapapun dan akhirnya bisa tercapai? Itu berarti strategi marketing kita berhasil.

Tips buat anak muda yang mau sukses di bidang / profesi ini:

Kamu sudah memiliki ilmu marketing bahkan sejak kecil. Naluri untuk menciptakan nilai dari produk yang akan kamu pasarkan akan tercipta dengan sendirinya. Banyak-banyak berdiskusi dengan senior tentang pengalaman mereka.

Sama seperti memilih pasangan, kalau target pasangan kamu tepat, kamu bakal dengan sendirinya mencipta image yang baik.

Marketing adalah ujung tombak perusahaan. Kamu bisa memulai sebagai marketer dan mencapai posisi CEO. Buat aku, bidang ini memberi banyak kesempatan untuk berkembang.

***

Terima kasih, Dhila! Semoga makin banyak anak muda yang terinspirasi dan lebih terbuka pengetahuannya mengenai profesi ini.

 

(Sumber gambar: dok. pribadi Idhila)

LATEST COMMENT
Rachel S | 42 menit yang lalu

Utk prodi soshum gimana kak?

25 Prodi Saintek dengan Nilai UTBK Tertinggi di SBMPTN 2019
Elis Kurniawan | 7 jam yang lalu

Lanjut ke skor utb 600 sd 650 kak... Biar jadi acuan buat th depan, tks

25 Prodi Saintek dengan Nilai UTBK Tertinggi di SBMPTN 2019
Lutfiya R | 8 jam yang lalu

Min, sistem minus itu hanya untuk kemampuan ipa/ips saja atau kemampuan dasar juga ?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Indonesia (SIMAK UI) 2019
Bhahari Abdul Gani | 10 jam yang lalu

Kak Mau tanya Kalau penerima Bidikmisi di UIN bayar apa tidak UKT nya?

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©