Menu

Profesiku: IT Service Monitoring, Dewa Made Rai

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi IT Service Manager bareng Dewa Made Rai!

Gaes, tau ‘kan kalau pekerjaan di bidang IT tengah naik daun dalam satu dekade terakhir? Selain karena perkembangan teknologi yang sedang pesat-pesatnya, bidang IT kerap diasosiasikan dengan prospek cerah dan penghasilan yang sangat mumpuni.

Apakah kamu salah satu yang tertarik untuk meniti karir di bidang IT? Kalau iya, yuk kenalan dengan Dewa Made Rai, alumni Telkom University angkatan 2011 yang sekarang bekerja sebagai IT Service Monitoring di XL Axiata—salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Dengan Youthmanual, Dewa berbagi serunya menjalani profesi ini dan bagaimana pengalaman dan ilmu yang ia dapatkan di Telkom University membantu jalannya meniti karir sebagai IT Service Monitoring.

Profesiku:

IT Service Monitoring. Profesi ini adalah sebuah pekerjaan dimana kita memonitor service XL mulai dari success rate di semua sisi seperti aktivasi, registrasi paket, isi pulsa, hingga pembayaran. Saya berada dibagian service desk yaitu bagian handling komplain pelanggan yang berkaitan dengan paket data, voice dan SMS.”

Tugas sehari-hari:

“Tugas sehari-hari saya utamanya adalah menyelesaikan komplain pelanggan dan mengaktifkan nomor serta paket secara sistem (back door) ketika ada problem.”

Alasan memilih profesi ini:

“Karena dulu saya berkuliah di jurusan Ilmu Komputasi Telkom University, maka saya memilih pekerjaan yang memang cocok dengan latar belakang pendidikan saya. Kebetulan pekerjaan sebagai IT Service Monitoring ini sesuai banget karena menerapkan apa yang saya pelajari di kampus. Selain itu, saya juga tertarik untuk mendalami dunia telekomunikasi secara lebih dalam.”

Modal apa yang diperlukan dalam profesi ini?

“Untuk terjun ke dalam bidang profesi ini, modal utamanya adalah analisis yang kuat dan tajam terhadap suatu masalah karena apa yang dikerjakan sehari-hari sangat membutuhkan kemampuan untuk memecahkan masalah. Kemudian, pengetahuan dan keterampilan di bidang SQL atau structured Query Language yang digunakan buat mengakses data dalam database relasional juga dibutuhkan dalam profesi ini. Selain itu, kemampuan adaptasi akan work flow yang relatif cepat dan keinginan untuk terus belajar pun dibutuhkan kalau kamu ingin berkarir di bidang ini.”

Bagaimana tahap untuk mencapai posisi dalam profesi ini?

“Di XL sendiri dulu saya melalui tahap rekrutmen yang dimulai dari mengirim CV, kemudian mengikuti Focus Group Discussion, tes psikotes internal, dan diakhiri dengan wawancara dengan manager.”

Apa pengalaman paling berkesan dan hal yang paling disukai dari profesi ini?

“Bagi saya, hal yang paling berkesan selama saya menjalani profesi sebagai seorang IT Service Monitoring adalah kesempatan untuk mempelajari dan memahami flow bagaimana sebuah paket data bisa sampai ke nomor kita, proses product development mulai dari ide, testing, hingga product onboard ke market. Selain itu, saya juga jadi mengetahui segala pro and kontra dari bisnis telekomunikasi itu sendiri.”

Kendala apa saja yang dihadapi selama menjalani profesi ini, dan bagaimana strategi untuk mengatasinya?

“Kendala utama yang saya hadapi sebenarnya lebih kepada takut salah dalam menangani komplain-komplain tertentu terutama jika komplain yang disampaikan tersebut berbeda dengan data yang ada di database. Kita dituntut untuk harus cermat dalam menganalisa, tetapi tidak boleh terlalu lama sehingga agar delivery ke customer tetap cepat dan tepat.”

Apakah ada miskonsepsi tentang profesi ini?

“Ada. Banyak orang mengatakan menjadi IT monitoring akan berada dilingkungan yang geeky banget dan orangnya pendiem semua, namun ternyata berbanding terbalik, di XL Axiata terutama bagian IT saya menemukan berbagai keberagaman dan rasa kekeluargaan disini, saling membantu jika ada kendala, hingga teamwork yang baik. Dan tentu saja update tentang kabar IT dan gadget terbaru tak terlewatkan disini.”

Bagaimana jenjang karir di profesi ini?

“Untuk berkarier di bidang ini, jenjang pendidikan penting untuk melihat seberapa dalam kamu untuk menganalisa, tetapi dibarengi dengan pengalaman dalam menggunakan software dan bahasa pemrogaman tertentu menjadi nilai tambah sendiri disini. Agar tidak hanya bagus dalam pendidikan tetapi juga tau perkembangan dunia IT di industri seperti apa.”

Apakah kampus, dalam hal ini Telkom University, berperan dalam pengembangan karir di bidang ini?

“Sangat berperan. Bahkan menurut saya Telkom University sangat membantu para alumninya untuk mencarikan pekerjaan terutama para fresh graduatenya. Saya sendiri merasakan manfaat itu ketika baru saja selesai sidang. Seminggu setelah dinyatakan lulus email saya langsung dikirimkan berbagai lowongan oleh pihak CDC kampus, banyak kesempatan wawancara yang saya dapatkan dan kebanyakan dari perusahaan-perusahaan besar.

Apakah kurikulum yang didapatkan di Telkom University mendukung pengembangan kompetensi diri untuk terjun ke dalam profesi ini?

“Menurut saya, kurikulumnya sudah sangat sesuai, dan yang paling berguna di bidang pekerjaan saya saat ini adalah dasar pemrograman serta logika menghitung.”

Bagaimana sarana dan prasarana yang ada di Telkom University mendukung pengembangan kompetensi kamu di bidang ini?

Karena saya adalah anak IT, bagi saya sarana yang sangat berperan dalam pengembangan kompetensi tentunya adalah fasilitas internet. Selain itu, saung belajar yang memadai dan juga kemudahan sistem akademik, membuat saya senang sekaligus bangga dengan kampus.”

Menurut kamu, bagaimana dengan kualitas dan peran pengajar di Telkom University sendiri?

“Kualitas pengajarnya sudah sangat baik. Dosen dengan komposisi pas (muda dan berpengalaman) bersinergi bersama sehingga membuat mahasiswa bukan hanya mendapatkan pembelajaran tetapi juga pengalaman.”

Bagaimana peran Career Development Center (CDC) Telkom University dalam membantu kamu menemukan karir yang sesuai?

“Seperti yang sudah semat disinggung sebelumnya, saya merasa CDC sangat aktif dan informatif dalam membantu fresh graduate menemukan pekerjaan yang sesuai.”

Apakah Telkom University memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di luar kampus?

“Menurut saya Tel-U sangat terbuka untuk hal-hal seperti ini. Apalagi Tel-U memiliki banyak sekali hubungan dengan kampus lainnya seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) serta berbagai organisasinya yang membuat kita mau tidak mau terlibat dalam kegiatan antar kampus.”

Apa tips kamu untuk anak-anak muda yang ingin terjun ke profesi ini?

“Tingkatkan skill analisa kalian dan asah terus kemampuan belajar tentang hal baru. Karena beberapa hal yang kita pelajari di kelas seperti bahasa pemrograman memang belum tentu digunakan di tempat kerja, tetapi algoritma dasar adalah basic yang pasti digunakan di dunia kerja.”

Artikel ini merupakan hasil kerjasama Youthmanual dengan Telkom University.

Baca juga:

(sumber gambar: dok. pribadi)

LATEST COMMENT
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 44 menit yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Masita | 3 jam yang lalu

Masyaa Allah.. nggak salah aku suka pelajaran biologi.. baca nya aja udah kyk meantang aja,apalagi klw benaran nanti... semoga bisa lah...

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi
Maya Nainggolan | 7 jam yang lalu

So luck Sothat msi bisa ngisi amunisi utbk :')

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Masbro | 20 jam yang lalu

Terimakasih sudah mau berbagi info <a href="https://www.kampusajaib.com/2017/08/berkas-wajib-untuk-pelamar-bidikmisi.html">syarat kelengkapan berkas bidikmisi</a> kak,

Syarat Kelengkapan Dokumen dan Berkas SBMPTN, SNMPTN, Bidikmisi, Serta Ujian Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©