Menu

Profesiku: Brand Communication Executive, Devita Rachmi

Dalam seri “Profesiku”, kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Brand Communication Executive bersama Devita Rachmi!

Devita Rachmi (Dhea) adalah seorang Brand Communication Executive yang berada di bawah Manajer Pemasaran Produk di PT Amerta Indah Otsuka. Sebelumnya, Dhea berkuliah di Universitas Katolik Parahyangan‍ jurusan Hubungan Internasional, angkatan 2012. Kali ini, Dhea akan bercerita mengenai profesinya sebagai Brand Communication Executive untuk salah satu produk andalan perusahaannya, Pocari Sweat.

Profesiku:

“Brand Communication Executive (BCE) untuk produk Pocari Sweat di PT Amerta Indah Otsuka.”

Tugasku sehari-hari:

“Karena BEC merupakan marketing Below The Line (BTL), kita bergerak untuk mempromosikan produk secara one-on-one kepada calon konsumen. Dengan kata lain, nggak secara massal dan widespread seperti periklanan. Jadi, media promosi yang kita gunakan adalah event.

Sehari-harinya, sih, tugas kita sebagai BEC cukup simpel, yaitu mengedukasi calon konsumen mengenai serba-serbi produk kita ketika event berlangsung. Tapi, sebelum hari-H, tentunya masih banyak lagi yang saya kerjakan. Mulai dari mereview proposal pihak yang ingin event-nya kita sponsori, mempersiapkan logistik yang diperlukan, dan hal-hal lain seputar event.

Trus, karena produk ini erat kaitannya dengan gaya hidup sehat, saya juga bertugas untuk detailing kepada para ahli kesehatan. Saya juga sering melakukan presentasi di seminar-seminar kesehatan dan mengunjungi berbagai sport club, sport community, atau komunitas kesehatan secara umum untuk sounding tentang produk kita serta memberikan taste experience.”

1

“Modal” yang perlu dimiliki untuk menjalankan profesi ini:

“Percaya diri itu nomor satu. Soalnya, di pekerjaan ini, kamu bakal banyak berinteraksi dengan banyak orang, baik dengan pihak penyelenggara event serta masyarakat sebagai calon konsumen. Kalau kamu nggak yakin pada diri sendiri, gimana caranya kamu bisa meyakinkan konsumen untuk membeli produk kamu?

Yang kedua, kamu harus tahan banting. Namanya juga event marketing, pasti kebanyakan event yang kita terima dilaksanakan ketika wiken. Mesti siap banget, tuh, kerja 24/7. Kamu kerja di kantor iya, sibuk-sibuk di event dari pagi sampai malem juga iya.”

Kenapa, sih, memilih profesi ini?

“Alasannya simpel: saya suka kerja lapangan. Duduk diem di kantor sambil melototin komputer tuh bukan saya banget, makanya saya suka dengan pekerjaan seperti ini.

Saya suka banget nyari pengalaman dengan cara bertemu dengan orang-orang baru. Dari sini, pengetahuan saya dalam bidang terkait terus bertambah serta skill komunikasi dan public speaking juga terasah, dan bisa membangun networking yang kece juga. It sure is not a boring job.”

Pengalaman paling berkesan yang pernah dialami sejauh ini:

“Kita pernah teken kontrak untuk mensponsori beberapa event selama 4 minggu berturut-turut. Dan sialnya... semua event jatuh di tanggal wiken!

Pastinya kebayang, dong, saya kerja nonstop 30 hari berturut-turut, baik di kantor untuk mengurusi dokumen dan hal-hal penting lainnya serta di akhir minggu selama event berlangsung. Selama 30 hari itu, saya bener-bener nggak bisa mangkir dari kerjaan.

Dan kalau kalian mengira kerja ngurusin event itu asyik dan 100% fun, kalian salah besar. Kita sebagai BCE harus datang jauh-jauh waktu untuk loading in dan pulang selarut-larutnya buat nungguin barang selesai loading out, selama event harus fokus ngurusin sponsorship. Nggak bakal ada, deh, yang namanya jalan-jalan nikmatin event sambil selfie cantik, hahaha.”

Apa, sih, hal yang paling menantang dalam profesi ini?

“Menurut saya, sih, pekerjaan ini bener-bener ngelatih fisik dan mental kamu banget. Dari segi fisik, BCE itu punya jam kerja yang nggak nentu. Kalau diajak kerja buat event di akhir minggu dan jadi nggak punya waktu libur dalam seminggu, ya harus siap. Nggak ada kata males atau ujung-ujungnya bikin kamu jadi “penyakitan”. Capeknya itu, lho, mantep banget!

Dari segi mental, kamu harus bisa menjadi yang menyenangkan, or at least bisa disukai oleh siapapun yang kamu inginkan untuk menyukai kamu. Harus bisa memahami keinginan klien dan mendengar keluh kesah bahkan kritikan pedas dari mereka. Kepercayaan diri dan komunikasi pokoknya kunci paling penting, deh.”

2

Miskonsepsi terbesar mengenai profesi ini:

“Banyak yang bilang kerja jadi BCE itu enak—wara-wiri di event kekinian, apa-apa difasilitasi, nggak duduk diem di kantor, kerja sambil jalan-jalan. Feels like a dream job.

Padahal, kalau dibandingkan dengan tenaga dan waktu yang kita korbankan, privilege yang kita dapetin sebagai BCE itu nggak ada seujung kukunya. Suer!”

Bagaimana dengan jenjang karier dan prospek yang dimiliki profesi ini untuk kedepannya?

“Jenjang karirnya termasuk jelas, soalnya jabatan kamu akan semakin tinggi dengan adanya promosi.

Biasanya, sih, senior-senior saya di BCE, setahun bekerja, sudah langsung dapat promosi atau bahkan dapat tawaran bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang lebih tinggi seperti pengawas pelaksana. Soalnya ya itu tadi, networking bakal jalan dan ngaruh banget dalam profesi ini.”

Kasih tips, dong, untuk anak-anak muda yang ingin bekerja di profesi ini:

“Jangan lembek! Hahaha.

Yang namanya kerja di lapangan itu emang trade off banget sama kerja kantoran. Kalau kamu udah komit untuk menjalani pekerjaan seperti ini, ya kamu harus kuat say goodbye ke nyamannya AC kantor dan tenangnya hidup kamu karena nggak harus pergi blusukan kemana-mana. Capek, sih, tapi dibawa fun aja.”

(sumber gambar: dok. pribadi, pwwrreferrals.com, twitter.com)

LATEST COMMENT
Ashput Tradhany | 9 jam yang lalu

Kak, kalau status saya mahasiswa di suatu ptn, jika saya ingin mengikuti sbmptn selanjutnya, apakah saya harus mencabut status mahasiswa saat ini?

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Luckman Lucifer | 14 jam yang lalu

Gak ada faedahnya untuk beberapa jurusan. Apalagi kalau mahasiswa cuman dijadikan sumber dana sama masyarakat

Kata Mahasiswa Soal Kuliah Kerja Nyata: Zaman Sekarang, Apa Faedahnya?
Maulida Nur Perdani | 22 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©