Menu

Profesiku: Brand Associate, Indi Raisa Girsang

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Brand Associate bersama Indi Raisa Girsang!

Punya cita-cita menekuni bidang pemasaran, tapi nggak tahu karier seperti apa yang bisa kamu pilih?

Gaes, meet Indi Raisa Girsang. Indi adalah seorang Brand Associate jebolan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember dari salah satu perusahan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) tenama nasional, yaitu Nutrifood Indonesia. Di kesempatan kali ini, Indi dengan senang hati berbagi cerita tentang kesehariannya sebagai salah satu orang yang berkecimpung dalam dunia pemasaran.

Kepo, dong? Ya kali nggak. Cus langsung simak cerita Indi di bawah ini.

Profesiku:

"Brand Associate di Nutrifood Indonesia, yang bertanggung jawab langsung pada Manajer Pemasaran .

Orang yang bekerja di bidang pemasaran biasa disebut sebagai marketer (pemasar). Detail peran marketer bisa berbeda-beda, tergantung tipe dan seberapa besar perusahaan tersebut. Tapi umumnya, marketer punya tanggung jawab untuk mengembangkan dan menciptakan campaign untuk mempromosikan produk-produk yang dimiliki oleh perusahaan agar pembeli tertarik untuk menggunakan produk tersebut."

Tugasku sehari-hari:

"Ada banyak aspek dari kegiatan pemasaran yang saya lakukan sehari-hari, seperti mengawasi dan mengembangkan campaign promosi, menganalisis data untuk mengidentifikasi persepsi, ekspektasi pasar terhadap produk serta kebutuhan konsumen saat ini, merancang ide bentuk aktivitas campaign, memantau dan mengelola media sosial serta website, menyelenggarakan event dan pameran yang mendukung produk, mengembangkan produk sesuai dengan tren dan kebutuhan pasar.

Beneran banyak, 'kan? Hehehe."

indi raisa girsang nutrifood

Alasan memilih profesi ini:

"Sejak kuliah, saya tertarik terhadap bidang riset. Sempat beberapa bulan juga berkarya di bidang tersebut sebagai Research and Product Associate di Nutrifood Indonesia, perusahaan meminta saya untuk pindah ke bagian pemasaran (yang tadinya bukan bidang saya banget) karena memang saat itu ada kebutuhan tenaga di bagian tersebut.

Pesan moralnya adalah: terkadang hidup emang suka bercanda. Tapi, hingga saat ini saya  masih berkarya di bidang pemasaran, dan saya sangat menikmatinya. Seperti kata orang bijak, manusia berencana tetapi Tuhan juga yang menentukan."

Modal utama untuk menjalani profesi ini:

"Dalam prosesnya, seorang marketer harus memiliki kreativitas untuk menghasilkan ide-ide aktivasi promosi, kemampuan analitis dan administratif untuk melihat dan mengerti kebutuhan pasar atau konsumen, serta pemahaman digital karena saat ini kita berada dalam era teknologi digital yang massive."

Hal yang menarik selama menjalani profesi ini:

"Karena saya menyenangi riset, saya selalu tertantang untuk mempelajari hal baru. Untungnya, di bidang pemasaran saat ini, saya dituntut untuk mempelajari jutaan hal baru. Saya paling bersemangat ketika saya berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang dengan latar belakanng yang berbeda, karena bertukar pikiran dengan mereka memberikan saya berbagai insight dan sudut pandang yang luar biasa.

Selain itu, sebagai marketer kita adalah gardu terdepan sebuah perusahaan untuk memastikan produk yang kita ciptakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.  Alih-alih beban, saya malah merasa hal itu menjadi tanggung jawab yang sangat menarik dalam pekerjaan saya."

Kendala yang pernah ditemukan selama bekerja, dan cara mengatasinya:

"Barangkali ada yang belum nyadar, profesi saya ini "nyebrang" cukup jauh dari program studi kuliah saya, ya. Hehehe.

Jujur, nih, perbedaan latar belakang pendidikan yang saya miliki awalnya menjadi salah satu kendala yang bikin saya agak ragu untuk terjun ke bidang pemasaran. Saya, 'kan, anaknya Teknik garis keras banget. Setelah "kecebur" dan sedikit memahami ritme kerjanya, ternyata pola pikir analisa anak Teknik kepake banget, kok.

Trus, untungnya kurikulum di kampus almamater memang spesifik untuk menempa mahasiswa menjadi seorang yang mengerti proses pengolahan di industri, yang bikin saya nggak kesulitan untuk memahami industri FMCG."

Miskonsepsi umum mengenasi profesi ini:

"Bahwa seorang marketer tidak perlu kemampuan analisa yang baik!

Duh, ini salah banget, ya. Sebagai marketer, apalagi di era digital saat ini dimana banyak sekali data yang ditawarkan, harus mampu membuat keputusan dan merancang aktivasi berdasarkan data, nggak bisa berdasarkan feeling saja. Menggabungkan kreativitas dan analytical thinking menjadi kemampuan nomer satu yang harus dimiliki oleh marketer."

Tips untuk anak muda agar sukses berkarier dan berkarya di masa depan:

"Tentukan goal yang kamu miliki sedini mungkin sehingga kamu nggak kehilangan arah. Tetapi, pastikan goal kamu dinamis dan adaptif terhadap kondisi masyarakat karena tren bergerak dan berubah dengan cepat saat ini. Hari ini. sesuatu hal bisa dianggap menarik, tetapi mungkin saja besok hal tersebut bisa sama sekali tidak menarik bagi masyarakat."

***

Youthmanual setuju banget sama Indi: kamu nggak boleh kehilangan arah cuma gara-gara nggak bisa menetapkan tujuan. Kalau kamu sudah punya goal, good foor you. Akan tetapi, akan lebih baik lagi kalau kamu juga bisa menjadi pemimpin yang menunjukkan arah, dong.

Selama 13 tahun, Nutrifood terus berkomitmen menemukan dan mencetak pemimpin masa depan yang inspiratif melalui Nutrifood Leadership Award. And the good news is, pendaftaran Nutrifood Leadership Award 2018 sudah dibuka! Untuk kamu yang punya aspirasi menjadi pemimpin arah yang ketje, Nutrifood Leadership Award 2018 bisa menjadi tantangan yang seru untuk kamu taklukkan.

nutrifood leadership award 2018

So, jangan lupa daftarkan dirimu di www.nutrifood.co.id/nutrilead sebelum 23 September, ya!

 

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 8 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©