Menu

Profesiku: Bidan, Rika Susan

Kisah seorang Rika Susan memang agak unik. Lulus sebagai sarjana Akuntansi dari Perbanas, Jakarta, Rika justru melanjutkan ke sekolah Kebidanan Bhakti Pertiwi. Kini, Rika telah resmi menjadi Bidan‍, mengikuti jejak ibundanya. Apa saja, sih, pekerjaan dan tantangan profesi seorang bidan? Simak sharing Rika!

Profesiku:

“Bidan. Alhamdulillah, sekarang aku sudah buka praktek sendiri, sebagai bidan praktek swasta (BPS). Tapi bukan klinik, lho. Kalau klinik, syaratnya beda dengan BPS, dan salah satunya harus ada dokter praktek yang mendampingi."

bidan rika susan

Bidan Rika memberi imunisasi.

Pekerjaanku sehari-hari:

“Memeriksa ibu hamil, membantu proses kelahiran, mengontrol pascamelahirkan (di antaranya layanan KB), membantu asuhan bayi baru lahir, hingga melakukan imunisasi kepada bayi.

Untuk jam kerja, biasanya dari pagi sampai jam 10.00. Sore buka lagi jam 16.00 sampai 21.00. Kalau untuk pasien yang melahirkan, saya (standby) 24 jam."

Modal yang perlu dimiliki untuk jadi bidan:

"Yang pasti harus tahan banting. Soalnya, sejak masih kuliah kebidanan saja kami jaraaaang banget libur. Di saat teman-teman jurusan lain libur, kami harus jaga puskesmas atau rumah sakit.

Skill (kebidanan) juga sangat diperlukan. Karena kita bertugas menolong dua nyawa, ibu dan anak, jadi nggak bisa main-main.

Seorang bidan juga harus terampil serta bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, terutama saat ada kasus gawat darurat. Kalau nggak cepat bertindak, nyawa pasien bisa terancam."

bidan rika susa

Bidan Rika Susan (kanan) bersama ibundanya yang juga bidan, di acara Ikatan Bidan Indonesia.

Tahap yang dilalui untuk menjadi bidan:

"Harus kuliah kebidanan, minimal setingkat D3. Saat lulus, akan ada sumpah bidan, seperti sumpah dokter. Setelah itu, kita akan mendapat STR (Surat Tanda Registrasi). STR ini harus diperpanjang tiap 5 tahun. Tanpa STR, kita nggak bisa kerja di mana pun, meskipun punya ijazah.

Kalau sudah bekerja minimal 3 tahun, barulah bisa mengajukan izin untuk praktek mandiri.  Ada persyaratannya juga, sih. Salah satunya, disurvei oleh dinas kesehatan."

Momen paling berkesan dan menantang sebagai bidan:

“Saat berhasil menolong kelahiran, terus orangtuanya sampai menangis. Aku jadi ikutan terharu juga. Apalagi kalau dibilang, ini adalah anak “mahal”, yaitu anak yang ditunggu-tunggu kehadirannya.

Saya juga pernah harus merujuk bayi (memindahkan bayi dari tempat praktek bidan ke rumah sakit) dalam keadaan gawat. Kami pun berputar-putar Jakarta dari tengah malam sampai pagi, mencari rumah sakit. Akhirnya si bayi diterima untuk dirawat di RSCM. Selama di jalan, jantung sudah 'deg-deg-ser'!

Seorang bidan juga harus kuat begadang. Bisa semalaman nggak tidur, lho, menunggu si ibu melahirkan. Kadang sudah ditungguin semalaman, anaknya nggak lahir-lahir juga, sehingga harus dirujuk (dibawa ke rumah sakit)."

bidan

Masukan untuk anak muda yang ingin menjadi bidan:

“Harus niat lahir batin menjadi seorang bidan, karena pendidikannya saja nggak mudah. Butuh pengorbanan waktu dan biaya besar

Sebaiknya, sebelum masuk sekolah kebidanan, cari tahu dulu, seperti apa tugas bidan dan bagaimana pekerjaannya. Soalnya waktu zaman aku kuliah, banyak teman yang menyerah dan berhenti di tengah jalan. Sayang, 'kan?"

(sumber gambar: maternityandmidwifery.com, dok pribadi)

LATEST COMMENT
Shahfa Ananda | 1 menit yang lalu

apa aja sih kak jurusan yang berkaitan dengan fisika selain teknik sipil?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Arif Alfon Gordon | 10 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 13 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 15 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
bae eristhaaak | 15 jam yang lalu

Wahh :') aku tahun ini gak keterima sma negeri walaupun nem bagus tapi karena zonasi dan kurangnya perkiraan. Tapi aku berusaha untuk yakin bahwa semua sekolah sama yang membuat beda adalah isinya atau diri kita sendiri walaupun bakalan masuk swasta semoga ini merupakan jalan terbaik dari tuhan.

Masuk SMA Favorit dan Unggulan, Penting Nggak, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©