Menu

Jurusanku: Teknologi Informasi UGM, Andreas Gandhi

Dalam seri "Jurusanku", kamu bisa menelusuri jurusan kuliah lewat cerita mahasiswa dan dosen. Kali ini Andreas Gandhi, mahasiswa Universitas Gadjah Mada akan berbagi mengenai jurusannya, program studi S1 Teknologi Informasi.

Lulus dari SMA Kolese De’Britto, Andreas Gandhi Hendra Pratama (Gandhi) berhasil masuk program studi Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada‍. Pada youthmanual, peraih penghargaan mahasiswa berprestasi 'Gadjah Mada Awards' kategori Top-Hole Innovation Project serta anggota komunitas Mahasiswa Berprestasi UGM ini bercerita mengenai pengalaman kuliahnya.

Jurusanku:

“Secara garis besar, program studi saya, Teknologi Informasi (TI), mempelajari komponen penting dalam dunia teknologi seperti pengembangan perangkat lunak (software), arsitektur Teknologi Informasi, manajemen sistem informasi, jaringan, dan penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan masyarakat.”

Mata kuliah yang menarik:

“Bagi saya, mata kuliah yang menarik adalah Teknik Komputer Interaktif (berkaitan dengan user experience), Ekonomika dan Bisnis, Kewirausahaan, Manajemen Sistem Informasi, Aplikasi Berbasis Web, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Komputer dan Masyarakat.”

Alasan memilih jurusan ini:

“Pertama, karena menurut penilaian beberapa orang, saya adalah orang yang kreatif. Waktu sekolah dulu, saya suka menggambar dan mural. Kedua, saya memiliki minat yang cukup tinggi terhadap dunia teknologi. Bahkan, ketika SMA saya pernah nggak perlu ikutan Ujian Akhir Sekolah (UAS) mata pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) karena menjadi satu-satunya siswa yang dapat nilai 100 dalam tugas.”

Peminatan dalam jurusan:

Pada saat saya kuliah (angkatan 2012), ada dua peminatan/konsentrasi, yaitu Sistem Informasi‍  dan Komputer Komunikasi yang diambil di semester 4 atau 5. Saya sendiri mengambil Sistem Informasi.”

Tugas kuliah dan tipe ujian:

“Pada dasarnya, Fakultas Teknik terkenal dengan tugas dan ujian yang sulit dan banyak, termasuk juga di TI. Bentuk tugasnya kebanyakan adalah proyek yang dikumpulkan dan dipresentasikan di tengah semester dan di akhir semester. Ada tugas yang dikerjakan individu dan ada yang berkelompok.

Untuk ujiannya ada beberapa tipe, yaitu close book (ujian tertulis seperti biasa), open book (ujian tertulis dengan boleh membuka buku), open 1 lembar catatan (ujian dengan diperbolehkan membawa 1 lembar catatan aja), dan ujian berupa tugas.”

Pelajaran SMA yang membantu di jurusan ini:

"Yang berkaitan adalah Matematika, Fisika, dan TIK.”

Jurusan yang “mirip” dengan Teknologi Informasi:

“Di UGM, ada jurusan Ilmu Komputer‍. Saya sendiri kurang paham perbedaan detailnya. Tapi setau saya, Ilmu Komputer lebih mendalami Teknologi Informasi yang berkaitan dengan algoritma. Sedangkan di prodi Teknologi Informasi sendiri, diberikan dasar-dasar ilmu elektro dan dunia Information Technology secara general, nggak detail di salah satu bidang. Nanti, akan lebih spesifik dan mendalam ketika mahasiswa memilih peminatan/konsentrasi.”

Peluang karier lulusan Teknologi Informasi:

"Untuk peluang karier, jelas sangat besar mengingat perkembangan dunia teknologi di era globalisasi. Bukan hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar, tenaga IT andal juga dicari oleh startup.

Saya sendiri memilih menjadi seorang Digital Marketer (bagian pemasaran digital) dan Customer Development Specialist (spesialis pengembangan konsumen digital) karena lebih sesuai dengan passion. Di bidang karier yang saya minati ini, ilmu TI sangat berguna, karena saya bisa cepat memahami tools (software, perangkat teknologi) yang digunakan untuk menunjang pekerjaan tersebut.”

Modal yang perlu dimiliki mahasiswa TI:

“1. Kemauan untuk belajar. Karena dunia IT berkembang sangat cepat, maka mahasiswanya harus terdepan dalam memahaminya serta terbuka untuk belajar hal baru.”

“2. Teamwork. Tidak ada orang yang bisa hidup sendiri dan (di bidang ini) kerja tim sangat penting. Misalnya, kamu adalah seorang developer aplikasi/program. Maka alangkah baiknya bila bisa bekerja sama dengan bagian back-end developer, data analyst, UX Designer, dan business analyst untuk membuat sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna."

“3. Pantang menyerah. Misalnya, saat kamu mengalami kegagalan dalam mengembangkan aplikasi.”

“4. Problem Solver. Dunia IT berkembang dengan tujuan untuk membantu kerja manusia. Maka, seorang mahasiswa TI harus siap menjadi problem solver dengan memberikan ide-ide yang bisa dieksekusi. Not every solution has a problem, but it's true that every problem has a solution."

“5. Be disruptive and creative. Berpikir out of the box, tetapi tetap mengikuti kaidah-kaidah yang ada. Jadilah orang yang kreatif dalam mengembangkan ide dan mengeksekusinya, serta lihatlah dunia dengan berbagai sudut pandang.“

Miskonsepsi tentang jurusan TI:

“Banyak orang mengira bahwa seorang lulusan TI jago memperbaiki hardware komputer dan bisa membuat komputer bekerja dengan baik. Well, kenyataannya nggak demikian, lho. Hahaha.”

Tips untuk anak muda yang ingin kuliah di jurusan TI agar bisa sukses menjalani kuliah:

“Cobalah untuk mengembangkan karakter (seperti kriteria mahasiswa TI di atas) kamu. Trus, jadilah orang dengan keingintahuan tinggi dan sering-sering googling untuk mencari tahu hal-hal baru. Selanjutnya, terapkan focus management (mengatur fokus dan prioritas dalam menjalankan kuliah) ketimbang time management. Terakhir, buat goal realistis yang mungkin kamu wujudkan.”

Yuk, berbagi cerita mengenai jurusan kuliah kamu dengan klik gambar ini:

(sumber gambar: eduprim.com, dok.pribadi)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 1 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 11 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 18 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 18 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©