Menu

Jurusanku: Desain Interior Institut Teknologi Bandung, Ivana Azmi

Dalam seri "Jurusanku", kamu bisa menelusuri jurusan kuliah lewat cerita mahasiswa dan dosen. Kali ini yang akan berbagi mengenai jurusannya adalah Ivana, mahasiswa jurusan Desain Interior di Institut Teknologi Bandung.

Menyenangi dunia seni, khususnya seni rupa, Ivana memilih untuk melanjutkan kuliahnya ke Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung‍ dengan konsentrasi di bidang Desain Interior‍. Yuk simak serunya cerita Ivana mengenai jurusannya yang, katanya sih, merupakan jurusan paling disiplin di FSRD kampus Ganesha.

Jurusanku:

“Desain Interior, FSRD ITB”

Alasan memilih jurusan ini:

“Jadi gini, orang-orang ‘kan taunya Desain Interior (DI) tuh belajarnya tentang ruangan. Tapi, instead of mempelajari itu, yang aku suka di jurusan ini tuh sebenernya waktu mempelajari soal manusianya, karena kita di sini juga belajar soal aspek psikologis dari sebuah tata ruangan. Kayak, secara nggak langsung kita tuh jadi bagian terdekat dari kegiatan semua manusia yang ada di ruangan yang kita rancang, kita yang ngasih mereka sebuah experience saat berada di ruangan tersebut.

Terus aku juga penasaran aja sih kenapa keadaan ruangan yang ada di sekitar kita tuh bisa berpengaruh banget sama apa yang ada di pikiran kita, sama mood kita, bahkan sifat kita juga secara sadar atau nggak ikut terpengaruh sama keadaan ruangan tempat kita berada. Jadi, ilmu DI tuh bakal selalu ada selama di dunia ini masih ada manusianya. Hahaha.”

desain interior

Mata kuliah penting dan menarik:

“Kalo menarik tuh menurut aku Studio, sih. Jadi, di Fakultas Seni tuh ada istilah Kuliah Studio. Kalo di jurusan aku, which is Desain interior, nama matkulnya ya Desain Interior. Kalo di jurusan Desain Produk‍ ya nama matkulnya Desain Produk, kalo di Seni Murni kuliah studionya banyak ada yang patung, terus lukis… ya, gitu-gitu lah.

Matkul Desain Interior ini tuh bentuknya kayak sebuah project yang bakal kita kerjain sampe akhir semester nanti. Di sini kita mempelajari semuanya gitu mulai dari psikologi klien sampai pemilihan warna dan material bangunan. Nah, matkul-matkul lain yang kita ambil di semester itu, fungsinya adalah mendukung si matkul Desain Interior ini. Kayak, sekarang aku ‘kan juga ada matkul Warna dan Material sama Gubahan Ruang, matkul-matkul ini tuh yang ngedukung proses belajar di matkul DI.

Jadi, ibarat digambar skemanya, si matkul DI ini jadi pusatnya dan matkul-matkul lainnya mengelilingi DI sebagai pendukung.”

Bentuk tugas dan ujian di jurusan ini:

“Kayak yang udah aku jelasin tadi, buat matkul studio alias si DI itu bentuk tugasnya berupa project jangka panjang yang bakal dikerjain secara bertahap selama satu semester. Output akhirnya nanti berupa portofolio sama maket.

Kalo buat matkul lainnya sih beda-beda, ya. Yang jelas sebagian besar tugasnya selalu take-home gitu jadi di kelas kita cuma denger materi sama asistensi.”

Peminatan/konsentrasi di jurusan Desain Interior:

“Di jurusan aku kebetulan gak ada. Jurusan yang ada peminatannya di FSRD tuh cuma Kriya, Seni Murni, sama DKV.”

Pelajaran SMA yang mendukung perkuliahan:

“Aku ngerasanya sih gak ada. Paling fisika mungkin yang bakal kepake dikit-dikit—kalo kalian mau jadi desainer interior yang fokus ke hal-hal teknis kayak plumbing atau lighting.”

Karakter dan kemampuan yang perlu dimiliki oleh mahasiswa Desain Interior:

“Pertama, sabar. Karena kadang kita ngerjain tugas nih, pas asistensi tugas itu di-acc sama dosen, tapi taunya pas asistensi berikutnya malah sulu ngerevisi lagi out of nowhere.

Kedua, peka. Itu juga penting banget. Entah peka sama warna, peka sama orang sekitar, peka sama kenyamanan kalian sendiri waktu berada di suatu tempat. Pada dasarnya semua cabang seni tuh emang butuh kepekaan, tapi aku makin ngerasain pas udah masuk ke jurusan ini.

Kalo kemampuan sih, of course, harus bisa gambar. Hahaha. Karena walaupun pada akhirnya kita bakal pake digital, tapi kalo kata dosen aku, nanti tiap ketemu sama klien pun kita harus tau cara menyampaikan ide secara visual detik itu juga dan di tempat itu juga. Otomatis kita harus jago gambar manual dong biar klien ngerti.”

Prospek kerja jurusan Desain Interior:

“Kayak yang udah aku sebutin di atas, desain interior itu bakal selalu ada selama di dunia ini masih ada manusia, jadi ya pasti pekerjaannya juga bakal selalu ada. Hehehe.

Kalo profesinya sih pastinya Desainer Interior‍, ya. Terus bisa juga jadi konsultan gitu, atau nggak kontraktor interior. Tapi emang semua kerjaannya pasti desainer juga sih ujung-ujungnya.”

Tips supaya sukses menjalani kuliah di jurusan Desain Interior:

“Biasakan disiplin sebelum masuk DI. Karena di DI kamu bakal selalu ketemu sama keteraturan. Aku nggak tau sih ya kalo di kampus lain, tapi kalo di kampus aku, kuliah DI tuh emang yang paling rapi dan disiplin—mulai dari jam kuliah sampai cara berpakaian. Kayak, kita harus terbiasa jadi pribadi yang organized gitu deh pokoknya.”

***

Itu dia tadi cerita dari Ivana soal jurusannya. Pengen jurusanmu mejeng juga di jurnal Youthmanual? Yuk klik link ini dan mulai bagikan serunya kehidupan kuliah di jurusanmu dengan kami! 

Baca juga: 

(sumber gambar: dok. pribadi)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 4 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 18 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Masita | 20 jam yang lalu

Masyaa Allah.. nggak salah aku suka pelajaran biologi.. baca nya aja udah kyk meantang aja,apalagi klw benaran nanti... semoga bisa lah...

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi
Maya Nainggolan | 24 jam yang lalu

So luck Sothat msi bisa ngisi amunisi utbk :')

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©