Menu

Cerita Alumni SMK: Dari SMK Jurusan Akomodasi Perhotelan ke Administrasi Perhotelan dan Pendidikan Bahasa Perancis, Ditta Sylvana

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Ditta Sylvana, seorang lulusan SMK jurusan Akomodasi Perhotelan yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah D1 ke jurusan Administrasi Perhotelan dan mengejar passion-nya yang lain di bidang bahasa Perancis dengan menembus SBMPTN ke jurusan Pendidikan Bahasa Perancis.

Hai, Ditta. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

"Dulu saya sekolah di SMK Negeri 3 Bogor, jurusan Akomodasi Perhotelan (AP)."

Apa aja yang dipelajari di SMK jurusan tersebut?

"Pertama, jurusan AP belajar front office (FO). FO adalah salah satu departemen di sebuah hotel yang berada di begian depan dan merupakan “pintu gerbang” dari hotel itu sediri. FO merupakan tempat pertama yang akan berhubungan langsung dengan tamu.

Kedua, jurusan AP belajar house keeping (HK). HK atau tata graha adalah bagian dari departemen yang mengatur atau menata peralatan, menjaga kebersihan, melaporkan kerusakan dan memberi dekorasi dengan tujuan agar hotel tersebut tampak rapi, bersih, menarik dan menyenangkan bagi tamunya.

Ketiga, jurusan AP juga belajar food and beverage (F&B) service. F&B service mengajarkan kita bagaimana mengelola pemesanan makanan dan minuman, penyediaan makanan dan minuman atau kebutuhan tamu yang berhubungan dengan makanan dan minuman."

Kenapa dulu memutuskan masuk SMK dibanding SMA?

"Soalnya saya pengen punya keahlian khusus yang bisa langsung saya gunakan."

Setelah lulus SMK, kamu melanjutkan kuliah ke mana dan ambil jurusan apa?

"Kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung–dulu namanya NHI–selama setaun jurusan Administrasi Perhotelan, lalu saya melanjutkan kuliah S1 di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Bahasa Perancis / Sastra Perancis lewat jalur SBMPTN."

Apa alasan kamu mengambil jurusan-jurusan kuliah tersebut?

"Waktu di SMK, ada mata pelajaran bahasa Perancis. Saya yang memang suka bahasa Perancis sering ikut lomba dan pernah mewakili ASEAN untuk ikut pertandingan di Singapura.

Saya sempat mengajar Bahasa Perancis dan mengajar Perhotelan di SMK. Ilmu yang saya dapat di SMK dan perkuliahan benar-benar membantu saya. Kamu yang anak SMK pasti merasakan bahwa SMK melatih mental dan sikap kita. Banyak mata pelajaran yang bisa langsung diaplikasikan di dunia kerja."

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dengan lulusan dr SMA?

"Sama sekali nggak. Malah di kelas saya bisa menjadi anak yang menonjol karena bekal yang saya dapatkan dari SMK."

Ada kendala, nggak, pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif

"Waktu di STPB sama sekali nggak ada kendala karena jurusannya in line, yaitu sama-sama jurusan Perhotelan. Tapi pas ujian masuk universitas negeri, lumayan kesusahan juga. Saya belajar cukup keras dengan membaca dan latihan soal."

Siapa yang paling menginspirasi kamu di masa sekolah atau kuliah?

"Yang paling menginsprirasi adalah papa dan mama. Saya melihat sosok papa sebagai seorang yang disiplin dan pekerja keras, sementara mama adalah ibu rumah tangga yang penyayang. Sangat disayangkan kalau perjuangan mereka saya sia-siakan dengan tidak belajar serius di sekolah."

Kasih tips buat anak SMK, dong, supaya bisa bersaing di kampus dan dunia kerja

"Tips bersaing di kampus yang pertama harus percaya diri, ya. Yakin sama diri sendiri kalo kamu bisa jadi yang terbaik. Selain itu, bertemanlah dengan orang-orang yang memberikan dampak positif bagi peningkatan prestasi dan akhlak kita. Friends are great influencers in our life.

Kalau di dunia kerja, sekalin kemampuan yang terus diasah, yang paling utama adalah  sikap yang baik."

Lulusan SMK diklaim susah masuk universitas negeri. Apa pendapat kamu soal ini?

"Kalau ngomongin soal kesulitan masuk universitas negeri, menurut saya lulusan SMU juga pasti mengalami kesulitan. Semua soal mind set kita aja, kok. Kalau kita mau berjuang, pasti ada jalan menuju Roma. Nggak sedikit, lho, teman-teman saya yang berkuliah setelah lulus SMK. Selama kita tahu apa cita-cita kita, lulusan manapun dan masuk universitas manapun bisa kita jalani."

 

(Sumber gambar: smk-dwijendra.sch.id, umt.edu)

LATEST COMMENT
Just adulting: (Sal) | 7 jam yang lalu

Tambahan: Bisa juga dalam bentuk rasio. Misal DT2018 jumlahnya 10, peminat 2018 ada 1.000. Rasionya 10:1.000 atau 1:100 yang bisa diartikan 1 kursi dalam prodi di PTN tersebut diperebutkan oleh 100 orang

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Just adulting: (Sal) | 7 jam yang lalu

Keketatan itu perhitungan Daya Tampung 2018 dibagi Peminat 2018 dan dikali 100, hasilnya dalam bentuk persen. Semakin kecil persentase keketatan berarti semakin sulit masuknya sekalipun DT-nya banyak karna peminatnya sudah pasti banyak, begitu sebaliknya

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Johan adham p | 9 jam yang lalu

Apakah memungkinkan kalo jurusan ipa masuk hi tapi ke univ swasta?

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Dela Amelianta Ginting | 11 jam yang lalu

Kak maksud tingkat keketatan itu yg gimana ya, apa harus ambil tingkat keketatan yg tinggi biar peluang lulus besar?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©