Menu

Cerita alumni SMK: Dari SMK Analisis Kimia ke Teknologi Industri Pertanian, Dewi Anggiana Putri

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, Simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Dewi Anggiana Putri, seorang lulusan SMK Analisis Kimia yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke S1 yang dimana program studi yang dipilih sangat berbeda dari masanya di SMK, yaitu Teknologi Industri Pertanian (Agroindustri).

Halo, Anggi. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

“Halo, aku dulu sekolah di SMK Analisis Kimia Nusa Bangsa Bogor dan jurusan yang aku ambil yaitu jurusan Analisis Kimia.”

Apa saja yang dipelajari di SMK Jurusan Analisis Kimia?

“Dulu di SMK mayoritasnya belajar tentang kimia yang pasti. Aku belajar tentang kimia dasar, kimia analitik, kimia anorganik, kimia organik, analisis jenis, kimia instrumen, farmasi dan yang jadi menarik, aku juga belajar tentang air dan bahan mineral juga, lho.”

yang dipelajari di analisis kimia

“Waktu aku belajar tentang air dan bahan mineral, aku belajar tentang perbedaan macam-macam air. Dan ternyata di dalam air, tuh, nggak cuma ada H20 saja, lho. Setelah dipelajari, di dalam air, tuh, ada bahan mineral terlarut seperti sulfat, karbonat, klorin dan sebagainya. Di pelajaran ini juga aku belajar tentang perbedaan kualitas dan parameter air, sehingga aku bisa tahu air mana yang cocok untuk dipakai mandi dan air mana yang cocok untuk di minum. Pokoknya seru banget, deh!”

“Untuk pelajaran normatifnya, di SMK-ku terbilang sedikit. Pelajaran normatif yang aku pelajari ada matematika, agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan olahraga. Pelajaran normatif ini, aku pelajari dari kelas satu sampai kelas tiga.”

Kenapa dulu memutuskan untuk masuk SMK dibanding SMA?

“Dulu awalnya karena rekomendasi dari Ibuku, sih, kata Ibu kalau masuk ke SMK akan lebih cepat dapat kerja. Tapi setelah dipikir-pikir, benar juga, ya, kata Ibu. Jadinya, aku pun memilih SMK dibanding SMA karena memang ingin segera mendapatkan kerja setelah lulus. Ditambah lagi, menurutku, lulusan SMK analisis kimia itu masih jarang.”

Setelah lulus dari SMK, melanjutkan kuliah kemana dan mengambil program studi apa?

“Setelah aku lulus dari SMK Analisis Kimia Nusa Bangsa Bogor, aku memutuskan untuk lanjut kuliah di Institut Teknologi Indonesia dan mengambil Program Studi Teknologi Industri Pertanian (Agroindustri). Aku ambil kelas ekstensi atau kelas karyawan di Institut Teknologi Indonesia.”

Apa alasan kamu mengambil jurusan yang sama sekali berbeda dengan masa SMK?

”Karena, ketika aku sudah belajar tentang analisis kimia, aku yakin, kalau lulusan analisis kimia itu pasti akan bekerja di bidang industri. Nah, aku sebenarnya sudah memiliki prinsip bahwa aku nggak mau kerja selamanya. Maksudku, ketika nanti aku sudah menikah dan sudah memiliki anak, aku prefer untuk stay di rumah dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga.”

teknologi industri pangan

“Aku juga berpikir kalau Program Studi Teknologi Industri Pertanian itu masih related, lho, sama pekerjaan Ibu Rumah Tangga, soalnya di program studi tersebut aku belajar teknologi pasca panen bahan pangan. Misalnya seperti, bagaimana sifat bahan pertanian ini, lalu bagaimana cara menyimpan bahan pertanian ini dengan baik. Terus aku juga belajar tentang kenapa, sih, kok, ada bahan-bahan pangan yang cepat rusak atau busuk dan bagaimana, sih, caranya agar bahan pangan itu tidak cepat busuk.”

“Nah, aku milih program studi ini karena, menurutku, meskipun aku nggak memilih untuk menjadi wanita karir, ilmu ini tetap bisa diterapkan di rumah.”

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dari lulusan SMA?

“Hmm… Bukan merasa minder, sih, tapi lebih merasa, apakah aku akan siap, nih, untuk belajar semuanya dari awal lagi? Karena aku mikirnya, kalau sudah masuk kuliah, ya, harus selesai, jangan sampai nggak selesai.”

“Tapi setelah dijalani, justru ketidaksejalanan jurusan SMK dan program studi kuliah, malah menjadi suatu pecutan buat diri aku untuk terus belajar dan tidak mengulur-ngulur waktu.”

Ada kendala nggak pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif?

“Nggak, sih, karena kebetulan waktu itu aku masuk kuliah lewat jalur seleksi rapor.”

Tips untuk teman-teman SMK yang mau melanjutkan kuliah?

“Tips dari aku untuk teman-teman SMK yang mau melanjutkan kuliah, yang harus di setting dalam diri adalah, yang pertama, kamu harus tahu arah mana yang mau kamu jadikan tujuan hidup. Kamu harus tau kalau sudah lulus kamu mau menjadi apa. Setelah kamu tahu arah tujuan hidupmu, kamu bisa mengkorelasinya dengan kemampuanmu masing-masing.”

“Yang kedua, kamu juga harus merasa butuh untuk melanjutkan kuliah dan menjalankan kuliahmu sampai lulus. Camkan dalam diri kamu kalau kamu mau lulus empat tahun, kamu mau mendapatkan nilai yang bagus, kamu mau menyandang status cumlaude dan kamu butuh belajar.”

“Terakhir, kamu harus berteman dekat dengan teman-teman yang rajin berkuliah dan belajar agar kamu terus termotivasi. Selain itu, meskipun kamu harus berteman dengan teman-teman yang rajin, kamu juga nggak boleh bergantung, ya. Maksudnya, ketika ada tugas individual kamu usahakan untuk kerjakan sendiri dan kalau semisal ada ujian, kamu harus mengerjakannya sesuai dengan kemampuanmu.”

Baca juga:

(Sumber gambar: jurusanku.com, wordpress.com, mediaedutama.co.id)

 

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 5 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 9 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 16 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©