Menu

Cerita alumni SMK: Dari SMK Akuntansi ke Hubungan Internasional, Winda Shabrina Adani

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, Simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Winda Shabrina Adani, seorang lulusan SMK Akuntansi yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke S1 yang dimana program studi yang dipilih sangat berbeda dari masanya di SMK, yaitu Hubungan Internasional.

Halo, Winda. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

jurusan akuntansi

“Halo, aku dulu sekolah di SMK Nusantara dan jurusan yang aku ambil yaitu jurusan Akuntansi.”

Apa saja yang dipelajari di SMK Jurusan Akuntansi?

“Di jurusan akuntansi, aku belajar banyak hal, umumnya sih ya belajar akuntansi seperti siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang. Aku juga belajar tentang perpajakan, perbankan syariah, komputerisasi akuntansi perusahaan dan rekonsiliasi bank.”

“Nah, kalau rekonsiliasi bank, aku belajar tentang menyocokkan antara laporan keuangan internal perusahaan dan laporan keuangan dari bank. Kenapa harus dicocokkan? Karena terkadang suka ada transaksi-transaksi yang uphold. Nanti, ketika di akhir periode, aku harus mengatur mana yang masuk ke kolom kredit dan mana yang harus masuk ke kolom debet di dalam laporanku. Pelajaran ini sifatnya praktikal banget karena pelajaran ini benar-benar terjadi di dunia perbankan.”

“Aku juga belajar beberapa pelajaran seperti pelajaran Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan sebagainya. Kurangnya, aku nggak belajar Fisika dan Kimia saat di SMK.”    

Kenapa dulu memutuskan untuk masuk SMK dibanding SMA?

“Dulu aku memutuskan untuk masuk SMK dibandingkan SMA, karena, menurut aku, pelajaran di SMK itu lebih praktikal. Maksudnya praktikal ini, di SMK, aku lebih banyak belajar hal yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja.”

Setelah lulus dari SMK, melanjutkan kuliah kemana dan mengambil program studi apa?

hubungan internasional

“Setelah lulus dari SMK, aku melanjutkan kuliah ke Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengambil Program Studi Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.”

Apa alasan kamu mengambil jurusan yang sama sekali berbeda dengan masa SMK?

“Soalnya, aku merasa bosan ketika aku harus belajar akuntansi lagi selama empat tahun. Kalau dihitung-hitung, bisa-bisa aku belajar akuntansi selama tujuh tahun. lho. Karena hal itu, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil Program Studi Hubungan Internasional.”

“Selain itu, meskipun aku belajar hitung-hitungan akuntansi, aku punya cita-cita untuk menjadi seorang Diplomat. Aku bercita-cita untuk menjadi diplomat karena termotivasi oleh salah satu sepupuku yang seorang diplomat. Kalau sepupuku datang ke rumah, aku suka lihat-lihat foto-fotonya saat ia menjalankan tugas dinasnya di luar negeri.”

“Aku juga ingin menjadi seorang diplomat karena aku ingin sekali bertemu dan bekerjasama dengan orang-orang penting dari luar negeri. Selain itu, aku juga ingin bekerja sambil traveling ke berbagai negara.” 

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dari lulusan SMA?

“Iya, aku ngerasa minder, soalnya SMK aku nggak terkenal gitu, jadinya kalau ada orang yang nanya aku dari SMA mana, aku jadi suka minder.”

Ada kendala nggak pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif?

“Ada. Walaupun aku sudah beli buku ini itu untuk tes seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi, tetap saja, aku masih suka merasakan beberapa kendala. Kendala tersebut disebabkan oleh banyaknya materi-materi tes seleksi perguruan tinggi yang nggak dipelajari di SMK.”

“Apalagi, waktu itu, aku masuk UIN Jakarta melalui jalur seleksi mandiri. Di seleksi mandiri UIN Jakarta, aku di tes pengetahuan Agama Islam-nya dan juga Bahasa Arab. Karena di SMK aku nggak belajar Agama Islam secara mendalam dan aku juga nggak belajar Bahasa Arab, jadinya materi tes seleksi ini cukup menjadi kendala buat aku.”

Tips untuk teman-teman SMK yang mau melanjutkan kuliah?

“Buat temen-temen SMK yang mau melanjutkan kuliah, jangan pesimis untuk melanjutkan ke kuliah, ya. Kamu harus ikut semua seleksi masuk perguruan tinggi, mulai dari SNMPTN, SBMPTN dan tes mandiri universitas-universitas hingga kamu diterima di universitas favoritmu.”

“Kalau kamu merasa kesulitan dengan materi-materi tes seleksi masuk perguruan tinggi, kamu bisa tanya teman-temanmu yang paham materi-materinya. Belajar bareng juga efektif, lho, agar kamu bisa cepat mengerti materinya.”

“Anak-anak SMK juga punya peluang yang sama, kok, dengan anak SMA untuk menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. Kalau aku bisa, aku yakin kamu juga bisa!

Baca juga:

(Sumber gambar: paysimple.com, tipperarylibraries.ie, lse.ac.uk)

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 6 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 9 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 16 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©