Menu

Cerita alumni SMK: Dari SMK Akomodasi Perhotelan ke Manajemen Marketing, Meri Andriyani

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, Simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Meri Andriyani, seorang lulusan SMK Akomodasi Perhotelan yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke D3 yang dimana program studi yang dipilih sangat berbeda dari masanya di SMK, yaitu Manajemen Pemasaran (Marketing).

Halo, Meri. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

“Halo, dulu aku sekolah di SMK Nusantara Ciputat dan aku ambil Jurusan Akomodasi Perhotelan”

Apa saja yang dipelajari di SMK Jurusan Akomodasi Perhotelan?

“Aku semasa di SMK belajar banyak hal, sih, yang jelas aku belajar tentang perhotelan. Tapi aku juga belajar pelajaran-pelajaran anak SMA, kayak pelajaran IPA. Kalau anak SMA kan IPA-nya ada semua, ya, mulai dari fisika, kimia dan biologi, kalau di SMK aku, belajar IPA-nya digabung jadi IPA terpadu.”

“Selain IPA terpadu, aku juga belajar beberapa bahasa saat di SMK seperti bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Perancis. Tentunya aku juga belajar tentang Agama, Matematika, Kewarganegaraan dan sebagainya. Sayangnya, aku nggak belajar pelajaran IPS saat itu.”

belajar front office

“Kalau pelajaran kejuruannya sih aku belajar tentang front office di perhotelan, management perhotelan  dan aku juga belajar masak, lho. Waktu aku masih SMK, pelajaran tata boga ini ada prakteknya. Pada saat itu aku dan teman-teman praktek untuk membuat masakan mulai dari pastry, appetizer, main course sampai dessert.

Kenapa dulu memutuskan untuk masuk SMK dibanding SMA?

“banyak orang yang bilang kalau masuk SMK katanya akan lebih mudah untuk dapat kerja ya setelah lulus. Maka dari itu, aku punya tujuan, kalau sudah lulus dari SMK, akum au kuliah sambil bekerja. Selain itu, aku juga disaranin oleh seseorang sih untuk masuk SMK dan mengambil Jurusan Akomodasi Perhotelan.”

Setelah lulus dari SMK, melanjutkan kuliah kemana dan mengambil program studi apa?

“Setelah lulus dari SMK, aku melanjutkan kuliah ke Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta dengan mengambil Program Studi Manajemen Marketing. Politeknik APP ini memiliki singkatan yaitu Akademi Pimpinan Perusahaan, tapi sekarang Politeknik APP Jakarta sudah dalam pengelolaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri dalam lingkungan Departemen Perindustrian RI.”

Apa alasan kamu mengambil jurusan yang sama sekali berbeda dengan masa SMK?

“Karena, menurut aku, sebagai lulusan dari jurusan akomodasi perhotelan, yang paling dibutuhkan adalah bahasa dan juga pengalaman. Makanya, ketika kuliah, aku mengambil Program Studi Manajemen Marketing, sehingga, aku bisa belajar tentang bagaimana, sih, cara untuk memasarkan hotel ini agar banyak pengunjungnya.”

akomodasi perhotelan

“Aku juga tipikal orang yang suka ketemu banyak orang. Menurutku dengan mengambil Program Studi Manajemen Marketing dan bekerja dalam ranah tersebut, pasti, aku akan sering bertemu dengan banyak orang-orang baru.”

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dari lulusan SMA?

“Enggak sih. Karena menurut aku, ya, semua mahasiswa baru, pasti kan, masih belum mengerti pelajarannya. Jadi, pasti, semuanya akan beradaptasi. Paling, waktu dulu, aku masih kesulitan sama pelajarannya karena berbeda dengan masa di SMK dan aku butuh penyesuaian juga. Tapi setelah terbiasa, ya, akhirnya aku juga bisa mengikuti pelajarannya.”

Ada kendala nggak pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif?

“Enggak, karena waktu itu aku nggak ikut ujian tulis. Aku masuk ke Politeknik APP Jakarta melalui jalur nilai rapot, jadi, aku nggak merasakan adanya kendala-kendala tertentu.”

Tips untuk teman-teman SMK yang mau melanjutkan kuliah?

“Kalau kalian berminat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat kuliah setelah lulus dari SMK, menurut aku, itu keren banget, lho. Nah, saran dari aku supaya kamu bisa mengikuti pelajaran di kuliah, carilah program studi yang memang sudah menjadi passion-mu.”

“Serius deh, kalau kamu menjalankan sesuatu karena kamu suka atau sudah menjadi passion-mu, kesulitan apapun dalam dunia perkuliahan, pasti, bisa kamu lalui. Oh, iya, jangan lupa juga, ya, untuk mengetahui passion-mu dalam dunia kerja, sehingga kamu bisa mengaplikasikan apa yang kamu pelajari di kuliah di dalam dunia kerja. Kamu pun jadi nggak akan salah masuk jurusan ketika kuliah nanti.” 

Baca juga:

(Sumber gambar: jawis1menteng.sch.id, blogspot.com, bosmurah.com)

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 5 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 9 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 16 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©