Menu

Persiapan Kuliah

Panduan ini akan membantumu untuk menyusun rencana kuliah dari bangku sekolah, mengenali bidang-bidang program studi kuliah, serta memilih kampus yang paling tepat buatmu.

jurusan fisip sosial politik komunikasi sosiologi antropologi kesos terbaik prospek kerja

Kamu pasti sering mendengar kata humaniora dalam dunia pendidikan. Humaniora, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Balai Pustaka: 1988), adalah ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi atau membuat manusia lebih berbudaya. Nah, yang bakal dibahas Youthmanual di sini adalah humaniora sosial, yaitu bidang mempelajari nilai-nilai humanisme namun berkaitan dengan ilmu sosial.

 

Cakupan Studi Bidang Sosial Humaniora

Belajar apa aja, sih, mahasiswa yang mengambil jurusan di bidang humaniora? Ternyata, cakupan yang dibahas di bidang ini adalah humaniora sosial yang berkaitan erat dengan ilmu-ilmu sosial dan pemahaman tentang manusia. Jadi humaniora non-sosial, seperti jurusan bahasa dan sastra nggak dibahas di sini.

Bidang humaniora sosial sendiri terbilang sangat luas. Banyaknya pilihan program studi kuliah di bidang humaniora membuat bidang ini ramai dengan calon mahasiswa, dari berbagai jurusan SMA dan sederajat. Sebab, walaupun sejalan dengan program IPS, jurusan humaniora umumnya nggak mensyaratkan latar belakang program yang diambil saat SMA.

Misalnya, program studi Hukum di perguruan tinggi swasta, biasanya bisa diambil semua calon mahasiswa dengan latar belakang IPS, IPA, Bahasa, maupun lainnya. Tapi kalau di PTN dan melalui SBMPTN harus mengambil kelompok tes sosial humaniora, kecuali Psikologi Universitas Padjadjaran yang termasuk kelompok sains teknologi (saintek).

Bidang sosial humaniora juga akan banyak mempelajari tentang pemikiran dan perilaku manusia serta dampaknya bagi orang lain dan lingkungan. Dipelajari pula mengenai hubungan antarmanusia.

Menurut Earl C. Kelley, pengarang buku Education for What is Real, bidang sosial humaniora menekankan kepada dua hal. Pertama, keunikan manusia dan dirinya sendiri karena melalui kecerdasannya, manusia bisa mengontrol perkembangan fisik dan mental. Kedua, pencarian manusia akan nilai-nilai (values) dengan menggunakan daya kreatifnya.

Nggak cuma sebatas itu, ilmu bidang sosial humaniora terus berevolusi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Contohnya, pemikiran dan perilaku manusia pasti berubah di era teknologi ini, ‘kan? Dalam studi bidang sosial humaniora, kamu bisa mempelajari fenomena media sosial terhadap perilaku manusia, baik ditinjau dari ilmu Psikologi, Hukum, hingga Sosial Politik. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik merupakan salah satu contoh produk hukum baru yang disesuaikan dengan kemajuan zaman.

Meskipun studi setiap program studi di bidang humaniora mempunyai dasar yang sama, yaitu masalah sosial dan hubungan antar manusia, tetapi bisa dibilang cakupan pembahasannya berbeda-beda dan sangat luas, lho. Sebagai contoh, jurusan Hukum bukan hanya sebatas perdata dan pidana saja, tetapi juga melebar ke Hukum Internasional. Lalu, selain soal politik dan negara, program studi Hubungan Internasional juga mempelajari diplomasi budaya.

 

Sejarah dan Perkembangan Bidang Sosial Humaniora

Berbagai program studi bidang sosial humaniora dikenal dengan nama liberal arts, yang berasal dari kata Latin liberalis yang berarti bebas. Liberal arts merupakan ilmu yang dianggap penting bagi warga Yunani dan Romawi Kuno. Pada masa itu, orang-orang yang cukup beruntung untuk mendapatkan pendidikan haruslah mengembangkan potensi mereka melalui studi tata bahasa, retorika, dan logika. Maka pemikiran dan teori humaniora pun sudah berkembang dari berabad-abad yang lalu, seperti ilmu filsafat era Yunani Kuno.

Seiring kemajuan masyarakat, para praktisi pendidikan di Amerika Serikat mulai melihat bidang humaniora sebagai sebuah ilmu yang berguna buat perkembangan ilmu-ilmu lain, termasuk sains. Misalnya, mereka mulai membaca pengetahuan budaya suatu suku tertentu (Sosiologi-Antropologi) untuk menyelidiki rahasia keberhasilan suku tersebut dalam mengatasi wabah penyakit mematikan seperti demam berdarah. Atau bagaimana pikiran (sisi psikologi) bisa mempengaruhi cepatnya penyembuhan penyakit fisik.

Agak berbeda dari bidang humaniora sosial, liberal arts memisahkan jurusan hukum dalam program studinya. Sebaliknya, hukum. Sementara prodi Hukum masuk dalam ranah humaniora sosial. Apalagi ilmu Hukum nggak hanya dipakai untuk mengadili sebuah kasus, namun juga sebagai landasan kampanye kemanusiaan di seluruh dunia, seperti kasus hak asasi manusia, ketimpangan, hingga pelanggaran aturan lingkungan (pencemaran).

Tujuan dan manfaat studi di bidang Filsafat, Hukum, Psikologi atau Sosial Politik juga mengalami pergeseran. Maksudnya, kalau dulu masyarakat dunia melihat jurusan-jurusan di bidang humaniora bertujuan untuk memahami manusia dan interaksinya, kini diharapkan bisa memberikan kontribusi langsung untuk meningkatkan kualitas diri dan menjembatani hubungan antarnegara.

 

Gambaran Bidang Sosial Humaniora di Indonesia

Sebagian orang di Indonesia (bahkan dunia) masih memandang bidang sosial humaniora sebagai rumpun ilmu yang kurang berpotensi. Masih ada orang tua lebih suka kalau anak mereka mengambil program studi dari bidang ekonomi, teknik atau kesehatan karena dianggap bisa menerapkan ilmu tersebut langsung dalam pekerjaan.

Selain itu, di era digital ini, gagap teknologi dipandang lebih bahaya daripada gagap budaya. Kalau kamu nggak update sama perkembangan teknologi terakhir, kamu bakal dianggap ketinggalan zaman. Padahal, “gagap budaya”, seperti kesulitan beradaptasi, kesulitan berkomunikasi, kesulitan memahami orang lain juga persoalan serius, lho.

Menurut data Skema Penelitian Sosial, Humaniora, dan Pendidikan (PSHP), Indonesia masih membutuhkan riset di bidang sosial. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga berpendapat bahwa pendekatan ilmu-ilmu sosial sangat diperlukan dalam upaya menyelesaikan masalah negara, di antaranya untuk merumuskan solusi dan program mengatasi kemiskinan.

Untuk mengatasi masalah kemiskinan diperlukan kontribusi ilmu sosial. Seperti ilmu Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Hukum, Politik, dan Psikologi. Misalnya, bagian hukum dan politik bisa merumuskan kebijakan untuk masyarakat miskin. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh bagian Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi bisa mengidentifikasi masalah yang dihadapi masyarakat miskin serta membuat program untuk mengatasinya.

FYI, berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah masyarakat miskin di Indonesia tahun 2016 ada 27,764,320 jiwa. Berarti 1 dari 10 orang Indonesia termasuk miskin. Problem sosial lainnya adalah ketimpangan sosial. Menurut Suisse Credit, Indonesia merupakan negara Asia Tenggara peringkat 2 untuk ketimpangan terbesar. Sementara berdasarkan laporan Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD), jumlah kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan gabungan kekayaan 100 juta orang dengan harta tersedikit di Indonesia.

Untuk memecahkan berbagai masalah sosial, seperti pengentasan kemiskinan serta ketidakmerataan pembangunan, pemerintah memiliki program Nawacita membangun 3T, yaitu membangun 187 daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Dalam bidang psikologi, Dr Eka Viora SpKJ, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa baru sekitar 10 persen penderita gangguan jiwa di Indonesia yang mendapat penanganan yang tepat oleh tenaga ahli. Di samping itu, jumlah psikolog di Indonesia masih belum memenuhi standar WHO.

 

Kenapa Harus Pilih Bidang Sosial Humaniora?

kenapa

Kalau kamu tertarik dengan ilmu sosial, suka mengamati dan mempelajari pemikiran dan perilaku manusia, serta suka berkomunikasi dengan orang lain, maka kamu cocok mengambil bidang humaniora. Lulusan di bidang ini diharapkan dapat berpikir kritis dan berwawasan budaya.

Bidang humaniora juga cocok untuk kamu yang ingin mengatasi berbagai masalah sosial di negara ini. Problem sosial kemasyarakatan di Indonesia antara lain adalah kemiskinan, ketidakadilan, masalah anak jalanan, perlindungan konsumen, ketidakmerataan pembangunan serta berbagai isu sosial lainnya.

Apabila berkuliah di bidang humaniora, mahasiswa akan banyak bergelut dengan bahan bacaan berbagai teori kemanusiaan, serta hafalan. Di samping itu, mahasiswa akan banyak bersosialisasi dengan masyarakat dengan praktek dan penelitian lapangan. Jadi, yang mengambil bidang ini mesti mau bersosialisasi.

Biasanya nih, kalau saat di sekolah kamu aktif di organisasi atau kepanitian, pendengar yang baik, serta aktif di berbagai kegiatan sosial, kamu cocok mengambil salah satu jurusan di bidang humaniora.

Alasan lainnya adalah soal luasnya peluang karier. Bisa dikatakan semua, sektor industri, usaha, serta organisasi membutuhkan pekerja dengan ilmu humaniora sosial. Alhasil, pilihan pekerjaan seorang lulusan bidang Humaniora sangatlah luas dan mencakup berbagai industri.

 

Program Studi di Bidang Sosial Humaniora yang Bisa Kamu Pilih

  • Filsafat: Filsafat di kenal sebagai induk semua ilmu. Berbeda dengan program studi lain yang lebih menekankan pada ilmu praktis, filsafat mempelajari tentang permasalahan mendasar manusia dan hubungannya dengan realita. Permasalahan seperti tujuan hidup, esensi manusia, moralitas, dan hati nurani, menjadi kajian utama dari jurusan ini. Ilmu Filsafat juga membantu para mahasiswanya untuk berpikir secara terstruktur dan mampu memproses informasi secara jernih.
  • Psikologi: disiplin ilmu yang mempelajari mental, pikiran, dan perilaku manusia. Jurusan ini juga meneliti alur pemikiran dan alasan di balik perilaku dan tindakan individu/masyarakat. Mulai dari pemikiran persepsi, pengakuan kognitif, hingga hubungan interpersonal dipelajari di program studi ini.
  • Ilmu Komunikasi: mempelajari teori dan studi komunikasi secara umum, sehingga bisa menguasai bidang komunikasi dari sisi keilmuan atau menjadi praktisi komunikasi. Biasanya, di semester lanjutan akan ada peminatan Hubungan Masyarakat, Jurnalistik, Komunikasi Massa, dan Periklanan.
  • Jurnalistik: mahasiswa Jurnalistik mempelajari teori, prinsip dan ilmu jurnalistik. Di jurusan ini, skill jurnalistik juga diasah, seperti teknik wawancara, menulis, dan meliput.
  • Hubungan Masyarakat: seluk-beluk dunia Public Relations dipelajari di jurusan ini, mulai dari teori hingga prakteknya. Mahasiswa belajar bagaimana menjaga hubungan dengan publik, klien, consumen, rekan, maupun internat organisasi, presentansi, table manner,  serta bagaimana menyusun dan menerapkan taktik humas.
  • Televisi dan Film: di program studi ini kamu akan belajar menulis skrip, membuat story board, tata kamera, penyuteradaraan, produksi film dan program televisi, editing, dan memahami teori dan sejarah dunia film dan televisi.
  • Penyiaran (Broadcasting): teori penyiaran, perkembangan lembaga dan media penyiaran, proses produksi, hingga kebijakan dan inovasi teknologi penyiaran dipelajari dalam jurusan ini. Pembahasannya mencakup aspek kreatif, teknis, hingga berbagai teori broadcasting. Harapannya, jurusan ini bisa melahirkan profesional atau ahli di bidang penyiaran.
  • Periklanan (Advertising): program studi ini cocok untuk kamu yang ingin masuk ke industri periklanan. Mahasiswanya belajar berbagai hal mengenai iklan, dari mulai perencanaan, penyusunan konsep, pengerjaan, hingga ke aspek marketing dan bisnisnya.
  • Maketing Communication: disebut juga dengan Komunikasi Pemasaran, program studi ini cabang dari Ilmu Komunikasi yang mempelajari berbagai strategi komunikasi dalam mengkomunikasikan suatu produk, organisasi/perusahaan, atau bahkan individu pada khalayak.
  • Manajemen Produksi Media: program studi ini mempelajari tentang bagaimana caranya mengkoordinasikan berbagai kegiatan yang menyangkut pengambilan keputusan pengambilan keputusan atas sebuah proses produksi media agar tercapai tujuan yang diharapkan.
  • Ilmu Hukum: di program studi Ilmu Hukum, para mahasiswa mempelajari segala sesuatu tentang hukum baik praktek, teori, maupun studi kasus yang pernah terjadi. Selain mempelajari ilmu Hukum secara umum, mahasiswa juga belajar soal hukum dan lembaga hukum Indonesia.
  • Kriminologi: di program studi ini, mahasiswa mempelajari seluk-beluk kriminal. Lulusannya diharapkan mampu menguasai dasar-dasar ilmiah, pengetahuan, serta metodologi kriminologi, sehingga bisa mengatasi masalah kriminal dan kejahatan.
  • Peradilan Agama: Mempelajari hukum Islam dan bagaimana mengimplementasikan hukum Islam dalam masyarakat. Selain hukum Islam, dipelajari pula hukum perdata, hukum pidana, hukum internasional, hukum waris, serta hukum tata negara.
  • Hukum Bisnis: program studi Hukum Bisnis mempelajari bagaimana teori-teori hukum yang ada beserta praktik hukum yang dapat langsung diterapkan dalam berbagai industri. Mahasiswa juga mempelajari etika yang diperlukan dalam membangun suatu bisnis, serta cara penyelesaian masalah hukum yang berkaitan dengan bisnis.
  • Sosiologi: Interaksi yang terjadi dalam masyarakat sangat beragam, sehingga membuat situasi berubah dari waktu ke waktu. Mahasiswa Sosiologi mencari tahu penyebab perubahan situasi masyarakat, mengkaji akibatnya, dan mencari solusi.
  • Antropologi: mempelajari unsur-unsur kebudayaan yang dihasilkan dalam kehidupan manusia. Ekonomi masyarakat, agama dan keyakinan, politik pemerintahan, perkembangan teknologi termasuk cakupan studinya.
  • Ilmu Politik: program studi ini membekali para mahasiswa teori dan praktik politik. Di sini dipelajari teori berbagai sistem politik yang ada di dunia. Kajian yang paling dikenal dalam Ilmu Politik adalah demokrasi, sistem politik, birokrasi, hak asasi manusia, dan etika sosial politik.
  • Politik Islam: politik Islam mempelajari tentang berbagai teori dan fenomena politik, khususnya di dunia Islam.
  • Kearsipan: Arsip adalah rekaman dari segala kegiatan yang otentik dalam berbagai bentuk media. Ilmu tentang mekanisme pengelolaan kearsipan, membuat model kearsipan, proses pencarian, analisa dan pelaporannya dipelajari pada program studi Kearsipan.
  • Hubungan Internasional: program studi ini mempelajari tentang interaksi, relasi, dan komunikasi yang terjalin secara internasional. Hubungan Internasional tidak hanya mempelajari hubungan diplomasi satu negara dengan negara yang lain, tapi juga setiap pihak atau individu yang melakukan hubungan atau yang bersifat internasional.
  • Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat: program studi ini mempelajari tentang cara mengembangkan suatu masyarakat dengan menggunakan metode komunikasi.
  • Ilmu Keluarga dan Konsumen: program studi Ilmu Keluarga dan Konsumen pada intinya membahas tentang 3 hal: Keluarga, Anak, dan Konsumen. Ketiga hal tersebut dibahas dan dikaji dari sisi keilmuan, dengan fokus untuk mengembangkan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga serta konsumen.
  • Ilmu Pemerintahan: mahasiswa mempelajari dasar-dasar penyelenggaraan pemerintahan dan ilmu sosial yang terkait di dalamnya. Dengan memilih jurusan ini, para mahasiswa diharapkan bisa memahami seluk beluk pemerintahan, sehingga bisa terjun di dalamnya dan menjadi negarawan yang berkualitas dan berdedikasi.
  • Administrasi Bisnis (Administrasi Niaga): Program studi ini mempelajari administrasi secara umum dan khusus, seperti mengelola sarana dan prasarana kantor, memproses data secara akurat, dan mengelola informasi yang berhubungan dengan pekerjaan kantor.
  • Administrasi Publik (Administrasi Negara): Program studi ini mempelajari pengelolaan administrasi dan manajemen organisasi publik, seperti manajemen SDM, kepemimpinan, administrasi keuangan, bahkan akuntansi sektor publik. Mahasiswa juga belajar tentang konsep dan teori organisasi, kebijakan publik, serta metode solusi permasalahan penyelenggaraan administrasi publik.
  • Administrasi Perkantoran (Kesekretariatan): program studi ini akan membekalimu dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan organisasi, membantu dan menangani pekerjaan dan tugas-tugas pimpinan.
  • Ilmu Kesejahteraan Sosial: mahasiswa program studi Kesejahteraan Sosial mempelajari tentang permasalahan penataan hidup masyarakat terutama kesejahteraannya. Di sini, para mahasiswa dituntun supaya mampu mengidentifikasi permasalahan kesejahteraan secara riil yang terjadi di masyarakat. Lulusannya diharapkan mampu mengurangi ketidakadilan sosial, kesenjangan sosial, dan melakukan pengelolaan masalah sosial.
  • Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan: program studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan mempelajari strategi pemecahan masalah-masalah sosial. Mahasiswanya juga belajar mengenai kebijakan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan tanggung jawab sosial.

 

Metode Belajar yang Sesuai

Studi di bidang sosial humaniora bertujuan membuat mahasiswa memahami nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Karena subjek yang dipelajari terkait dengan manusia, maka pendekatan praktek berupa observasi serta interaksi dengan individu atau masyarakat banyak diterapkan dalam perkuliahan.

Menurut Grace Saragi, mahasiswi prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia, metode belajar dengan terjun ke lapangan sudah diterapkan sejak semester awal. Mahasiswa memang dibiasakan turun ke lapangan untuk melatih berhubungan dan bekerja langsung dengan masyarakat, serta agar mengetahui masalah sosial. Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah dan belajar mencari solusinya.

Inti nilai yang ingin dicapai dari studi bidang sosial humaniora antara lain:

  • Menyimpulkan bahwa manusia itu penting, dengan semua sifat dan kecerdasannya.
  • Menyadari bahwa manusia adalah bagian dari masyarakat dan harus mencari tempatnya dalam sistem yang berlaku.
  • Mengubah apa yang dapat diubahnya dan menyesuaikan diri dengan apa yang tidak dapat diubahnya.
  • Mengidentifikasikan kebutuhan akan nilai budaya dalam suatu masyarakat.

 

Karakter Mahasiswa yang Sesuai dengan Bidang Sosial Humaniora

  • Fleksibel: Mahasiswa di bidang humaniora harus fleksibel untuk bisa berinteraksi dan bekerja sama dengan berbagai macam orang.
  • Senang Menganalisa: Analisa adalah pekerjaan rutin seorang mahasiswa Humaniora. Dari menganalisa kasus, berita, pertiwa yang sudah terjadi/sejarah, hingga analisa hasil riset dan praktek lapangan.
  • Kritis: Setiap mahasiswa bidang sosial humaniora, dituntut untuk memiliki sikap kritis, yaitu wawasan luas, jeli, cerdas, dan bijak menyikapi sesuatu, serta memiliki rasa ingin tahu tinggi.
  • Observan: Selain suka menganalisa, mahasiswa bidang sosial humaniora juga perlu memiliki kepekaan dan kesabaran untuk melakukan pengamatan (observasi).
  • Bisa bekerja sama dengan tim ataupun sendiri: Mahasiswa bidang sosial humaniora dituntut untuk bisa bekerja secara mandiri serta mampu bekerja sama dengan baik dalam tim.

 

Skill Pendukung yang Dibutuhkan Mahasiswa dan Lulusan di Bidang Sosial Humaniora

b

  • Riset dan penelitian: Kemampuan melakukan riset dan penelitian yang baik, mulai dari mengumpulkan bahan riset, menggunakan alat (tools) riset, menyelenggarakan riset, mengumpulkan data, melakukan wawancara, evaluasi hasil riset, menyusun laporan dan lainnya. Soalnya, mahasiswa bidang Humaniora bakal banyak terjun ke lapangan dan melakukan penelitian sosial.
  • Statistik: Akan sangat membantu jika mahasiswa menguasai ilmu statistik yang diterapkan dalam riset dan penelitian.
  • Menulis: Bidang humaniora erat kaitannya dengan kegiatan tulis-menulis, untuk menyampaikan pemikiran, persuasi, serta untuk menjabarkan hasil penelitian sosial.
  • Komunikasi: Salah satu bagian penting dalam ilmu bidang sosial humaniora adalah komunikasi. Hubungan sosial akan terjalin dengan lebih baik jika kita bisa memahami cara berkomunikasi efektif dengan berbagai macam lawan bicara.
  • Bahasa Inggris: Banyak text book teori serta istilah dalam bidang humaniora yang memakai bahasa Inggris.
  • Adaptasi dan penggunaan teknologi dan internet: Teknologi dan internet sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat bahkan digunakan sebagai alat sosialisasi dan aktivitas sosial lainnya. Maka, bidang Humaniora juga harus fasih dan memahami teknologi. Selain itu, penelitian dan kegiatan observasi banyak dibantu oleh teknologi.
  • Presentasi dan public speaking: Untuk menyampaikan hasil penelitian, diplomasi, persuasi, menyatakan argumen, dan lainnya.

 

Profesi dan Karier di Bidang Sosial Humaniora

  • Ahli Sosiologi Antropologi / Peneliti Sosial. Sarjana bidang sosial humaniora bisa menjadi Ahli Antropologi atau Peneliti Sosial yang, biasanya, bekerja di badan penelitian dan pengembangan sosial. Pendapat dan pengamatan mereka sangat dibutuhkan untuk menghadapi masalah sosial.
  • Wirausaha. Jurusan Hukum atau Jurusan Psikologi bisa membuka usaha sendiri yang berkaitan dengan ilmu yang mereka dapatkan di bidang sosial humaniora. Biasanya, ada sertifikasi khusus yang perlu mereka ambil untuk membuka praktek hukum atau konsultan.
  • Tenaga Pengajar/pekerja bidang pendidikan. Sarjana bidang sosial humaniora juga bisa mendalami teori dan menjadi pengajar di bidang Sosial. Misalnya, menjadi guru SMA atau SMK untuk mata pelajaran IPS.
  • Lembaga Pemerintah. Bidang sosial humaniora juga dibutuhkan di berbagai lembaga pemerintah. Misalnya, Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi atau menjadi Pegawai Negeri Sipil di lembaga pemerintah lain.
  • Lembaga Internasional. Lembaga seperti United Nations International Children Emergency Fund (UNICEF), Perserikatan Bangsa-Bangsa, ASEAN, dan lainnya, juga membutuhkan banyak anak muda dengan latar belakang pendidikan Humaniora. 
  • Penulis. Lulusan bidang sosial aumaniora yang peka terhadap masalah-masalah sosial bisa menuliskan pandangannya terhadap suatu hal. Mereka bisa menjadi penulis artikel / buku atau jurnalis media.
  • Politikus atau Penggiat Partai. Beberapa prodi Humainora berhubungan dengan Politik. Sarjana Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Sejarah, atau Hukum juga berpeluang menjadi politisi atau bekerja bidang politik, seperti menjadi pengamat atau konsultan politik.
  • Psikolog. Untuk menjadi Psikolog, lulusan S1 Psikologi harus menempuh program profesi.
  • Pengacara dan notaris. Lulusan jurusan Hukum bisa berkarier sebagai pengacara. Sebelumnya, mereka harus magang selama dua tahun (terus-menerus) di kantor advokat dan mengambil Pendidikan Khusus Profesi Advokat. Lulusan Hukum juga bisa menjadi notaris dengan melanjutkan pendidikan magister (S2) Kenotariatan, dilanjutkan dengan magang 1-2 tahun.
  • Human Resources / Legal Officer. Dalam setiap perusahaan, dibutuhkan adanya Human Resources dan Legal Officer. Biasanya, kedua profesi ini mengutamakan lulusan bidang Humaniora jurusan Psikologi dan Hukum.
  • Bekerja di bagian administrasi perusahaan dan pemerintahan. Dari jurusan Administrasi (Negara, Bisnis, Fiskal) bisa bekerja di bagian yang berhubungan dengan adminstrasi.

 

Prospek Bidang Sosial Humaniora di Masa Depan

Lulusan bidang sosial humaniora bisa bekerja di berbagai bidang. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa ilmu pasti (Teknik atau Kedokteran) bisa tergantikan oleh teknologi. Misalnya, kemampuan manusia untuk menghitung dan menyusun laporan bisa dilakukan mesin. Namun, untuk memahami kebutuhan keuangan manusia hanya bisa diidentifikasi dengan pendekatan sosial.

Menurut data dari New York University, pada tahun 2012, dari 1000 institusi yang mereka survei, 225 di antaranya memiliki pemimpin yang berasal dari bidang sosial humaniora. Ketika survei tersebut kembali diadakan pada tahun 2016, jumlahnya meningkat tiga kali lipat. Ini artinya, peluang bidang humaniora untuk mengisi kepemimpinan menjadi jauh lebih baik.

Di tahun 2016, The Association of International Education Administrators (AIEA), mengeluarkan pernyataan bahwa dengan semakin meningkatnya interaksi antar masyarakat global, maka yang terbuka bukan hanya kesempatan kerja sama tapi juga kemungkinan konflik. Oleh karena itu, studi Hukum Internasional sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Selain Hukum Internasional, Prospek pekerjaan jurusan Ilmu Hukum semakin banyak. Sebab semakin banyak dibukanya perusahaan lokal maupun multinasional yang membutuhkan staf legal.

Sementara kalau dilihat dari jumlah pengacara, kebutuhan bantuan hukum yang dibutuhkan masyarakat benar-benar tinggi, lho. Seperti yang dipaparkan Hukum Online, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memantau empat provinsi, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Di Lampung, jumlah pengacara adalah 591, sementara jumlah penduduk Lampung 7,931,832, berarti rasionya adalah seorang pengacara melayani 13,421 orang. Sementara Rasio di daerah lain adalah Jawa Barat 1 pengacara banding 49,982 orang, Sulawesi Selatan 1 pengacara banding 6,877 orang, dan Yogyakarta memiliki rasio 1 pengacara banding 16,720.

Psikolog di Indonesia juga masih sedikit. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun  2013, tiap 1,000 penduduk Indonesia, ada 1 atau 2 yang mengalami gangguan jiwa berat. Jadi, jumlahnya sekitar 4 juta orang, sementara yang mendapat perawatan hanya sekitar 400 orang. Trus, prevalensi gangguan mental emosional secara nasional di Indonesia mencapai 6% atau sekitar 16 juta orang.  Padahal saat ini Indonesia hanya memiliki  451 Psikolog Klinis. Sudah begitu pesebarannya juga nggak merata, kebanyakan di pulau Jawa. Karena jumlahnya yang minim, psikiater dan psikolog masih terus dibutuhkan, terutama di luar Pulau Jawa.

Selain menjadi psikolog, terbuka juga kesempatan untuk lulusan Psikologi bekerja divisi HR perusahaan, pelaksana atau konsultan tes psikologi, serta konselor pendidikan di sekolah.

Peluang karier di bidang politik juga terbuka lebar. Apalagi, dengan adanya 537 daerah yang menggelar Pilkada. Pasti, dibutuhkan konsultan politik serta biro riset sosial politik.

Untuk yang tertarik bekerja di Kementerian Luar Negeri dan menjadi Diplomat, persaingannya memang cukup ketat. Sebagai gambaran, pada seleksi tahun 2014 tercatat ada 2,855 peserta tes calon diplomat, dan yang diterima hanya 70 orang, alias hanya 2.45 persen aja. Trus, di tahun 2016, Kementerian Luar Negeri nggak membuka seleksi CPNS. So, memang nggak mudah sih, menjadi diplomat.

Menurut Melati Sosrowidjojo diplomat muda Indonesia yang ditugaskan di Singapura, ada beberapa kriteria yang perlu dimiliki untuk menjadi diplomat. “Seorang diplomat harus punya pendidikan formal minimal S1 di bidang Sosial Politik (FISIP), Hukum, Ekonomi, atau Sastra. Selain itu, harus menguasai bahasa Inggris, atau bahasa resmi di PBB, yaitu Arab, Tionghoa, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol. Sedangkan karakter yang dibutuhkan seorang diplomat adalah nasionalis, ramah, siap membantu, mudah bergaul, tahan banting, serta andal dalam mencari solusi.”

Hingga tahun 2019 mendatang, visi pemerintah di bidang sosial yang tertuang dalam Nawacita adalah pembangunan dari pinggiran, yaitu daerah terpinggir, terluar, dan terdepan. Terdapat 187 Kecamatan yang dibangun dengan pendekatan keamanan (security approach), kesejahteraan (prosperity approach) dan investasi (investment approach). Pastinya, akan dibutuhkan tenaga sosial di daerah 3T tersebut. Program lainnya, adalah soal reformasi penegakan hukum, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kebhinekaan. Nah, walau Nawacita hanya sampai 2019, namun visi tersebut relevan untuk dilanjutkan lulusan humaniora, karena sesuai dengan kebutuhan bangsa. Yang bisa dilakukan lulusan bidang humaniora antara lain bekerja di daerah yang tertinggal atau bekerja di sector penegakan hukum.

 

Inspirasi Profesional di Bidang Sosial Humaniora

Mahfud MD

M.Mahfud MD (Hukum, Universitas Islam Indonesia). Mahfud menekuni profesi pengacara kemudian terjun ke dunia politik sebagai DPR dan Menteri. Ia sempat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Mahfud juga merupakan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia.

 

DR. Saras Dewi (Filsafat, Universitas Indonesia). Perempuan yang juga dikenal sebagai penyanyi ini menyelesaikan S3 Filsafat di umur  29 tahun. Kini ia mengajar di kampus dan menjadi ketua Program Studi S1 Filsafat Universitas Indonesia. Saras menulis buku, puisi, dan menjadi kontributor media.

 

Najelaa Shihab Psikologi UI universitas indonesia

Najelaa Shihab (Psikologi, Universitas Indonesia). Najelaa meneruskan studi Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Ia merupakan founder sekolah Cikal dan aktivis pendidikan Indonesia. Yup, salah satu permasalahan sosial di Indonesia adalah soal pendidikan, terutama soal ketimpangan akses pendidikan.

 

Nara Masista Rakhmatia (Hubungan Internasional, Universitas Indonesia). Diplomat muda Indonesia ini pernah ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika dan juga menjabat sebagai Head of Section for Budget and Management Committe (BMS) APEC. Kemudian Nara dikirim ke New York untuk menjadi Diplomat di PBB.

 

Rekomendasi Perguruan Tinggi dengan Program Studi Bidang Sosial Humaniora Terbaik di Indonesia

Berikut daftar perguruan tinggi berakreditasi A menurut data BAN PT, di jurusan-jurusan yang termasuk dalam bidang humaniora.

Filsafat

  • Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Indonesia, Jakarta
  • Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
  • Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sleman

Psikologi

  • Universitas Airlangga, Surabaya
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Gunadarma, Depok
  • Universitas Indonesia, Jakarta
  • Universitas Islam Indonesia, Sleman
  • Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
  • Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
  • Universitas Surabaya, Surabaya
  • Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
  • Universitas Padjadjaran, Bandung

Sosiologi

  • Universitas Airlangga, Surabaya
  • Universitas Andalas, Padang
  • Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Sleman
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Universitas Indonesia, Jakarta
  • Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya
  • Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas
  • Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
  • Universitas Lampung, Bandar Lampung

Hukum

  • Sekolah Tinggi Hukum Bandung, Bandung
  • Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Semarang
  • Universitas Airlangga, Surabaya
  • Universitas Andalas, Padang
  • Universitas Brawijaya, Malang
  • Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Indonesia, Jakarta
  • Universitas Islam Bandung, Bandung

Hubungan Internasional & Ilmu Politik

  • Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, Jakarta
  • Universitas Airlangga, Surabaya
  • Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
  • Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Universitas Indonesia, Jakarta
  • Universitas Jayabaya, Jakarta
  • Universitas Jember, Jember
  • Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
  • Universitas Kristen Indonesia, Jakarta

 

Rekomendasi 10 Negara Terbaik untuk Mengambil Studi Sosial Humaniora

Berikut ini adalah 10 negara dan kampus terbaik untuk kuliah bidang humaniora pilihan Youthmanual. Rekomendasi ini  berdasarkan daftar ranking perguruan tinggi dunia di versi QS World University Rankings.

  1. Amerika Serikat (Harvard University, Stanford Unversity, Yale University)
  2. Inggris (University of Oxford, Universiti of Cambridge, University College London)
  3. Kanada (University of Toronto, British Columbia University)
  4. Belanda (University of Amsterdam, Leiden University)
  5. Australia (The University of New South Wales, The University of Melbourne)
  6. Belgia (Ghent University, KU Leven)
  7. Singapura (National University of Singapore)
  8. Hong Kong (The University of Hong Kong)
  9. Prancis (Sciences Po)
  10. Jepang (The University of Tokyo)

Lulusan Psikologi dan Hukum dari luar negeri harus mengikuti penyetaraan apabila ingin bekerja sebagai psikolog/pekerja hukum di Indonesia. Khusus untuk pengacara, setelah penyetaraan harus mengikuti pendidikan dan ujian khusus profesi advokat.

 

Pilih Bidang Sosial Humaniora Nggak, Ya?

Indonesia masih kekurangan psikolog, konselor, dan pekerja hukum. Sementara untuk bidang sosial humaniora lainnya, peluang kerjanya nggak sebesar bidang teknik atau kesehatan. Namun, pekerja di bidang ini dapat membantu negara mengatasi berbagai masalah sosial.

Jika minatmu mengarah pada bidang sosial humaniora dan kamu memiliki semangat untuk mengatasi masalah di masyarakat, maka tepat banget rasanya kalau kamu ambil studi sosial humaniora. Beberapa atatan yang perlu kamu ketahui jika ingin mengambil bidang sosial humaniora antara lain:

  • Berdasarkan himbauan pemerintah terhadap perguruan tinggi,  kampus haruslah menjadi penyelenggara pendidikan bidang sosial humaniora yang berbasis riset dan teknologi. Artinya, jika nanti kamu menjadi mahasiswa program studi bidang sosial humaniora, harus mempertajam pengetahuan dan pengalaman riset serta kemampuan pemanfaatan teknologi.
  • Bidang humaniora sosial juga mengajarkan kemampuan analisa, interpretasi, dan komunikasi, yang banyak diperlukan dalam pekerjaan.
  • Lulusan bidang humaniora bisa bekerja di berbagai sektor, baik sebagai profesional di bidangnya, karyawan swasta, pegawai negeri, pendidik, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Di bidang apapun, kepedulian terhadap masyarakat harus dikedepankan.
  • Sebaiknya, memiliki target untuk bekerja di luar Pulau Jawa, pesebaran psikolog, konselor, sebab proporsi pekerja hukum serta pekerja sosial masih belum merata dan banyak kebutuhan di luar Jawa.
  • Wawasan budaya dan kebangsaan yang diperoleh melalui perkuliahan di bidang ini bisa jadi jalan untukmencapai kesetaraan dengan bangsa-bangsa lain.

 

Sumber:

http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Humaniora
https://www.masterstudies.co.id/Pascasarjana-S2/Humaniora-dan-Ilmu-Sosial/
http://www.liberalartscollegereview.com/articles/11
http://www.talenteconomy.io/2017/02/23/liberal-arts-future/
http://steinhardt.nyu.edu/scmsAdmin/uploads/002/619/The%20Future%20of%20Libera%2323E3FC.pdf
https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi
http://www.depkes.go.id/resources/download/LAKIP2017/6%20LKj%20Es%202%202016/6%20KJ%20ES%202%20Litbangkes/LKj%20%20Penelitian%20dan%20Pengembangan%20humanioran%20dan%20manajemen%20kesehatan%20%20Badan%20Litbangkes%20Tahun%202016.pdf
http://fib.ugm.ac.id/main/akademik/program-doktor-s3/ilmu-ilmu-humaniora
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/10/131028_pendidikan_ilmu_sosial
https://www.scholarships.com/financial-aid/college-scholarships/scholarships-by-major/liberal-arts-scholarships/
http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt56a74ee917a37/rasio-jumlah-pengacara-dan-penduduk-di-empat-provinsi
https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1274
https://www.ugm.ac.id/id/berita/9715-minim.psikolog.ribuan.penderita.gangguan.jiwa.belum.tertangani
http://ditjenpdt.kemendesa.go.id/news/read/170113/389-membangun-kawasan-3-t--membangun-beranda-indonesia

http://cpnskementerian.info/pengumuman-hasil-seleksi-administrasi-cpns-kemenlu.html
http://ekspresimaluku.com/peserta-sekdilu-angkatan-39-kunjungi-maluku/


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©