Menu

Persiapan Kuliah

Panduan ini akan membantumu untuk menyusun rencana kuliah dari bangku sekolah, mengenali bidang-bidang program studi kuliah, serta memilih kampus yang paling tepat buatmu.

Faktor yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Kampus

Gaes, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika ditanya soal kampus idaman, gaes? Almamaternya yang bergengsi? Atau karena selalu menjadi favorit di lingkungan tempat tinggalmu?

Ada beberapa hal penting yang harus kamu pahami sebelum memantapkan diri dalam memilih kampus yang tepat dalam menunjang pengalaman studi kamu. Pastikan bahwa program studi yang kamu inginkan tersedia di kandidat kampus yang akan kamu pilih. Kalau nggak ada, jangan sekali-kali maksain kuliah di sembarang program studi demi almamater kampus tertentu, ya. Masa depan kamu nggak ditentukan oleh almamater, kok.

Kalau program studi incaranmu memang hanya tersedia di kampus seperti Astronomi di ITB, pastinya kamu udah nggak perlu pusing mikirin hal satu ini. Tapi, apabila program studi incaran kamu berada di dalam spektrum yang lebih mainstream seperti halnya DKV atau Hukum, ada baiknya kamu pertimbangkan lima faktor dalam memilih kampus berikut ini.

 

5faktor

 

Akreditasi

Akreditasi adalah sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi mutu sebuah kampus yang diselenggarakan oleh lembaga BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Akreditasi dibagi menjadi dua, yaitu akreditasi kampus (institusi) dan akreditasi program studi (program studi).

Selain untuk melihat kualitas mutu suatu program studi, akreditasi ini juga dipakai sebagai standar untuk mengeluarkan ijazah. Untuk bisa mengeluarkan ijazah, sebuah program studi harus minimal terakreditasi C. Kalo nilainya N/A alias nggak punya akreditasi, maka program studi tersebut nggak boleh menerbitkan ijazah untuk lulusannya. Kalaupun menerbitkan, ijazah tersebut nggak diakui pemerintah. Yaduh.

Lokasi

Bisa dibilang lokasi menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam pengalaman studi yang akan kamu dapatkan selama menjadi mahasiswa. Entah kamu berminat untuk kuliah di kota sendiri ataupun di perantauan, ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan dalam menilai pro dan kontra dari lokasi kampus incaran kamu.

Misalkan, kamu nggak suka dengan hingar-bingar kota besar, sehingga kamu lebih menyenangi kampus yang lokasinya di kota kecil atau wilayah pinggiran. Begitu pula dengan kemudahan akses, tingkat keamanan, serta sarana dan prasarana yang kamu butuhkan dalam menjalani masa studi di lokasi kampus yang bersangkutan. Jangan lupa, kalau ingin merantau, pastikan untuk mengantongi izin orangtua kamu terlebih dulu, ya!

Biaya studi dan beasiswa

Nggak bisa dipungkiri, sih, kalau biaya kuliah masih menjadi salah satu faktor utama sebagian besar pelajar dalam menyambung studinya. Maka dari itu, kamu harus tahu betul berapa budget yang kamu persiapkan selama masa studi nanti—baik dari segi akademis maupun biaya hidup. Cari tahu pula apakah kampus tersebut menyediakan beasiswa yang relevan dengan kebutuhanmu.

Lingkungan sosial

Kondisi lingkungan sosial yang baik tentunya akan sangat mempengaruhi kualitas pengalaman dan pendidikan non-akademik yang akan kamu dapatkan selama masa kuliah. Jadi, perhatikan juga kualitas lingkar pertemanan serta orang-orang di sekitar tempat tinggal dan kampusmu, demi pengalaman berkuliah yang lebih baik.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan

Bukan mahasiswa namanya kalau belum gabung salah satu dari sekian banyak UKM atau organisasi mahasiswa yang ada di kampus! Selain berfungsi sebagai penyalur minat dan bakat, UKM dan organisasi juga sangat berfaedah dalam mengasah soft skill serta mengembangkan karakter kamu. Pertimbangkanlah kampus dengan kegiatan yang dapat menjadi wadah mengembangkan hobi serta prestasi non-akademik kamu di masa depan.

Setelah memahami dan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, kamu perlu mengidentifikasi yang mana yang menjadi prioritas dan preferensi. Seperti prioritas berkuliah di kampus berakreditasi A, mengutamakan perguruan tinggi yang hemat biaya, atau memiliki preferensi terhadap kampus dengan UKM skala nasional. Semua tergantung kamu!

 

Langkah Praktis dalam Menggali Informasi Seputar Kampus

Setelah membuat daftar prioritas dan preferensi, langsung persiapkan diri kamu untuk melakukan riset kampus. Nah, riset ini bisa kamu lakukan dalam dua cara, yaitu secara online maupun offline.

Riset kampus online

Thanks to internet, kepo-kepo kampus sekarang udah nggak sesulit zaman dulu ketika para mahasiswa masih nyusun skripsi pake mesin tik. Segala informasi seputar program studi—mulai dari daftar mata kuliah, jumlah SKS, hingga biaya studi—sudah tersedia di website resmi masing-masing universitas beserta fakultasnya.

Sekarang juga ada banyak forum tanya jawab mengenai universitas, fakultas, dan program studi tertentu di berbagai platform media sosial, yang tentunya bisa kamu manfaatkan untuk mengorek informasi sebanyak mungkin mengenai program studi dan kampus tersebut secara keseluruhan.

Atau… kamu mau riset kampus tanpa ribet? Tinggal buka direktori kampus di Youthmanual, sob! Segala informasi kampus terkait yang kamu butuhkan ada di sana. Kamu bahkan bisa membaca review para mahasiswa sebagai tambahan informasi dari sudut pandang “orang dalam” yang sudah memahami kampusnya. Kurang praktis apa lagi, coba?

Riset kampus offline

Menurut beberapa alumni, cara terbaik untuk yakin bahwa universitas itu adalah tempat yang tepat buat kamu adalah dengan berkunjung langsung sebelum kamu masuk kuliah.

Tur kampus ada yang diadakan secara resmi oleh kampus yang bersangkutan, dan ada pula yang bisa kamu lakukan sendiri. Jika kampus incaran kamu nggak mengadakan tur kampus, kamu boleh, kok, “berkunjung” sendiri untuk melakukan tur. Agar makin asyik, ajak juga beberapa teman kamu yang tertarik, serta minta bantuan satu atau dua orang mahasiswa kampus bersangkutan untuk memandu dan memberikan informasi tambahan yang dibutuhkan.

Agar tur kampus mandiri kamu terasa lebih berfaedah dan nggak hanya sekadar mondar-mandir sambil selfie syantik, lakukanlah hal-hal berikut ini.

  • Jelajahi seluruh tempat di kampus.

    Tujuan dari kunjungan kampus adalah mendapatkan info sebanyak-banyaknya. Agar dapat gambaran yang lengkap mengenai sebuah kampus, kamu harus menjelajahi semua tempat-tempat penting yang ada di kampus, seperti ruangan kelas, aula, kantin, perpustakaan, bagian akademik dan sekretariat, serta tempat ibadah.
     
  • Ajak ngobrol mahasiswa yang ada di lingkungan kampus

    Coba, deh, kamu samperin kakak-kakak mahasiswa yang lagi nyantai di lingkungan kampus. Soalnya, nggak ada informasi yang paling berharga selain dari para senior. Tanyakan sebanyak-banyaknya soal kampus dan program studi yang kamu incar kepada mereka.

    Sudut pandang mereka sebagai insider akan membantu kamu dalam memahami dunia perkuliahan dan kampus yang bersangkutan. Mereka pasti welcome kalau ada anak SMA yang lagi mengunjungi kampus mereka. Asal, jangan lupa sopan santunnya, ya, gaes!
     
  • Lihat aktivitas-aktivitas mahasiswa lewat papan pengumuman

    Di setiap kampus, biasanya ada banyak papan pengumuman yang terpasang di setiap sudut. Lewat papan-papan pengumuman itu, mahasiswa saling berbagi informasi seputar acara dalam dan luar kampus. Dari sana juga kamu bisa tahu hal-hal seru apa aja yang lagi happening di kampus tersebut—mulai dari kegiatan akademik sampai UKM. Informasi tambahan seperti ini berguna untuk kamu dalam memahami kegiatan kampus serta para mahasiswanya.

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©