Menu

Sekolah Menengah Kejuruan

Panduan ini akan memberikan informasi lengkap seputar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai dari bidang dan jurusan yang ada di dalamnya, persiapan kuliah untuk anak SMK, hingga apa yang harus dilakukan bagi lulusan SMK yang ingin terjun langsung di dunia kerja.

smk kemaritiman

Kemaritiman dapat diartikan sebagai aktivitas yang menyangkut interaksi manusia dengan perairan. Pada dasarnya bidang  keahlian kemaritiman mencakup dua hal utama, yakni perikanan dan pelayaran.

Sebagai negara yang dua pertiga wilayahnya adalah perairan, Indonesia memiliki potensi maritim yang besar banget. Yup, negara kita memiliki biota laut yang kaya dan indah, serta perairan yang luas dan strategis. Nggak heran kalau kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK bidang kemaritiman adalah yang terbesar yaitu sebesar 3 juta orang. Ironisnya, lulusan SMK kemaritiman termasuk sedikit, cuma sekitar 17 ribuan di tahun 2016 lalu, gaes!

 

Sejarah dan Perkembangan Bidang Kemaritiman

Bidang maritim, seperti perdagangan antarwilayah yang jauh, pengangkutan barang, transportasi laut, penangkapan ikan, sudah ada sejak zaman dahulu kala. Misalnya, ditemukan kapal dari abad 9 yang menunjukkan perdagangan antarbenua serta ekspor di sekitar Asia dan Afrika. Baru setelahnya, bangsa-bangsa Eropa, seperti Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda, menguasai lautan serta berlomba mengumpulkan daerah jajahan.

Memasuki akhir abad 20, masa penjajahan dan penaklukkan sudah berlalu, namun industri perkapalan justru dan perikanan makin berjaya. Pelabuhan sangat ramai dan banyak tenaga kerja terserap di sektor ini. Pada tahun 1970 terdapat 2,6 miliar ton barang yang dibawa melaui laut. Sedangkan sekarang, diperkirakan ada 8 milyar ton barang yang dibawa di kapal-kapal. Bedanya, industri pelayaran sudah mengadaptasi berbagai teknologi. Hasilnya, sebuah kapal atau usaha pelayaran nggak perlu lagi memiliki banyak anak buah kapal.

Meskipun sudah canggih, masih ada masalah klasik yang dihadapi industri perkapalan dari zaman baheula sampai sekarang: pembajakan. Yup, masih ada aja ancaman dari para pembajak di lautan. Tantangan lainnya adalah bagaimana menjadikan industri perkapalan semakin efisien serta ramah lingkungan.

Sementara itu industri perikanan berhubungan aktivitas menangkap, mengembangbiakkan, memproses, menyimpan, mengolah, dan memasarkan ikan atau produk ikan. Menurut data FAO, ada sekitar 57 juta orang di dunia yang berkecimpung di bidang ini. Yup, pelaku industri perikanan memang beragam, mulai dari individu nelayan, pemilik usaha rumahan, usaha menengah, hingga perusahaan besar skala internasional.

Tantangan yang dihadapi industri perikanan adalah potensi kerusakan alam akibat proses penangkapan atau budidaya ikan yang nggak ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan cantrang dalam menangkap ikan yang merusak ekosistem laut atau menggunakan bahan peledak yang sangat mencemarkan perairan. Persoalan lain adalah maraknya pencurian ikan dan biota laut, dengan memancing di luar kawasan negaranya.

Ilya Shestakov, Director of the Federal Agency for Fishery asal Rusia yang menjadi tuan rumah Frum Perikanan Global mengemukakan bahwa tantangan yang dihadapi industri perikanan dunia adalah semakin banyaknya jumlah manusia dan meningkatnya konsumsi ikan. Apalagi di tahun 2050 mendatang diperkirakan ada 9 miliar orang di dunia. Nggak mudah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan yang sedemikian besar, sembari tetap memastikan kelestarian biota perairan.

 

Gambaran Bidang Kemaritiman di Indonesia

Pada tau, dong, lagu zaman kecil yang liriknya, “Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra.” Well, lagu karya ibu Sud ini memang tepat untuk menggambarkan sejarah nusantara. Nenek moyang bangsa Indonesia menguasai daerah perairan, baik dari segi perdagangan maupun armada. Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan tertua yang menguasai sektor maritim.

Wilayah perairan Indonesia sendiri dideklarasikan sebagai bagian dari Republik Indonesia dalam deklarasi Djuanda pada tahun 1957. Walaupun wilayah Indonesia didominasi perairan dengan potensi dan kekayaan alam yang sedemikian besar, namun perairan belum benar-benar diperhatikan dan dimanfaatkan.

Nah, kini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo punya misi mengembalikan kejayaan maritim nusantara dengan misi menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia. Jadi sektor perkapalan, tranportasi air, perikanan, ketahanan laut dan yang terkait dengan maritim lainnya didorong perkembangannya. Tujuannya, tentu saja kemakmuran rakyat dan keunggulan Indonesia di antara negara lainnya.

Dalam bidang perikanan dan kelautan fokusnya adalah kedaulatan dengan menegakkan aturan untuk mendukung pengelolaan perikanan dan kelautan, menjaga kelestarian/keberlanjutan sumber daya dan lingkungannya, serta mensejahterakan masyarakat Indonesia dan pelaku bidang perikanan dan kelautan (nelayan, petambak, dan lainnya).  Langkah yang dilakukan di antaranya tindakan tegas berupa penenggelaman kapal yang melakukan illegal fishing sertastop penggunaan cantrang untuk menangkap ikan karena merusak ekosistem laut.

Sedang dibangun pula sarana dan prasarana jalur laut, sehingga pengangkutan, transportasi, serta kebutuhan koneksi lainnya jadi lebih muda. Programnya antara lain pembangunan tol laut, pelabuhan laut, serta industri perkapalan. Diharapkan infrastrutur maritim akan memajukan ekonomi negara karena dapat mengatasi ketimpangan harga dan membuat biaya dan waktu kegiatan usaha, seperti pengiriman barang dan transportasi semakin mudah, terjangkau, dan efesien.

 

Cakupan Studi Bidang Kemaritiman

Bidang keahlian Kemaritiman di SMK memiliki total 10 jurusan/kompetensi keahlian yang dibagi ke dalam 4 program keahlian sebagai berikut:

  • Pelayaran Kapal Penangkap Ikan
    • Nautika Kapal Penangkap Ikan
    • Teknika Kapal Penangkap Ikan
       
  • Pelayaran Kapal Niaga
    • Nautika Kapal Niaga
    • Teknika Kapal Niaga
       
  • Perikanan
    • Agribisnis Perikanan Air Tawar
    • Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
    • Agribisnis Ikan Hias
    • Agribisnis Rumput Laut
    • Industri Perikanan Laut
       
  • Pengolahan Hasil Perikanan
    • Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan

 

Prospek Karier Lulusan SMK Bidang Kemaritiman

Untuk mewujudkan misi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka diperlukan sumber daya manusia yang punya keahlian kemaritiman. Makanya, lulusan SMK bidang kemaritiman banyak dibutuhkan. Pemerintah sendiri mendorong revitalisasi SMK, khususnya bidang kemaritiman, agar kualitasnya meningkat.

Peluang kerjanya lulusan SMK kemaritiman antara lain adalah:

prospek kerja smk kemaritiman

  • Pegawai Negeri Sipil: Berbagai departemen pemerintahan membuka kesempatan kerja untuk lulusan SMK/SMA dan sederajat. Latar belakang pendidikan SMK bidang keahlian kemaritiman termasuk yang paling dicari.
     
  • Sektor infrastruktur dan konektivitas: Ini termasuk pelayanan tol laut yang dikelola pemerintah dan swasta dan pekerja di pelabuhan. Sebagai gambaran, tahun 2017 ini sudah dioperasikan 13 trayek tol laut oleh pihak swasta maupun perusahaan milik negara.
     
  • Industri galangan kapal: Industri ini merupakan salah satu yang diprioritaskan pemerintah untuk dikembangkan.
     
  • Industri perikanan tangkap, budidaya, dan olahan hasil laut: Dengan potensi yang dimiliki Indonesia, industri ini bisa berkembang sangat baik dan memiliki peluang ekspor. Produk utama yang ingin dikembangkan adalah rumput laut dan olahan ikan.

    Sejauh ini, industri rumput laut nasional terdiri memiliki nilai investasi 170 juta dollar Amerika Serikat. Sayangnya, Indonesia masih menjual bahan mentah rumput laut. Ada peluang besar untuk menjual produk turunan dan olahan dari rumput laut.

    Untuk olahan ikan, jumlahnya produksinya mencapai 197,000 ton per tahun. Kendalanya adalah  kualitas produknya yang perlu ditingkatkan terutama untuk ekspor.
     
  • Wirausaha: Banyak juga kesempatan untuk membuka usaha tambak, budidaya ikan, menjadi nelayan dengan keahlian, dan lainnya.

 

Jurusan Kuliah yang Relevan dengan Bidang SMK Kemaritiman


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©