Menu

Sekolah Menengah Kejuruan

Panduan ini akan memberikan informasi lengkap seputar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai dari bidang dan jurusan yang ada di dalamnya, persiapan kuliah untuk anak SMK, hingga apa yang harus dilakukan bagi lulusan SMK yang ingin terjun langsung di dunia kerja.

“Kak, saya lulusan SMK jurusan X, mau masuk kuliah jurusan X. Selain itu, saya juga pengennya masuk Universitas X. Bisa atau nggak?”

Pertanyaan ini seringkali Youthmanual dapatkan ketika ngobrol sama adik-adik pelajar SMK yang punya rencana melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Nggak heran, sih, soalnya sejak hari pertama kamu mengenyam pendidikan sebagai siswa SMK, kamu sudah tahu kalau jenjang pendidikanmu memang akan mempersiapkan kamu sebagai individu yang siap berkarya di dunia kerja ketika lulus nanti.

Jawabannya? Kamu bisa mengenyam pendidikan apapun sesuai dengan keinginan, kemampuan, dan kesempatan yang ada, kok. Ketika anak SMK di"setir" untuk langsung kerja, bukan berarti kamu nggak diperbolehkan untut menuntut ilmu setinggi-tingginya seperti siswa lulusan SMA. Pendidikan itu nggak terbatas untuk mereka, kok.

Ketika harus menentukan jurusan kuliah, nggak jarang ada siswa SMK yang pusing tujuh keliling. Mendingan ngambil jurusan yang sesuai spesialisasi di SMK, atau ngambil jurusan yang benar-benar beda, ya?

Problem yang nggak kalah sering Youthmanual temui di kalangan siswa SMK adalah kegalauan mereka yang merasa nggak cocok dengan jurusan SMK yang mereka pilih dan jalani. Hal ini bikin mereka setengah-setengah untuk mendalami pendidikannya dan pada akhirnya bikin pendidikan yang mereka tempuh jadi nggak tepat guna sehingga nggak bisa berkarya dengan baik di dunia kerja.

Makanya, sebelum memutuskan untuk lanjut kuliah, ada baiknya kamu luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan perjalananmu di bangku SMK. Apakah kamu merasa cocok dengan jurusan yang kamu pilih saat ini? Apakah kamu menikmati setiap pelajaran dan dapat mengembangkan kemampuanmu sesuai ekspektasi? Atau... yang kamu rasakan malah sebaliknya?

Daripada kamu jatuh ke lubang yang sama dua kali, Youthmanual sangat menyarankan kamu untuk kembali mengevaluasi minat dan bakatmu dalam menekuni bidang jurusan kamu saat ini di masa depan. Nggak apa-apa banget kalau ujung-ujungnya jurusan kuliah yang akan kamu ambil bakal melenceng jauh dari jurusan SMK-mu, selama kamu mampu untuk keep up dan mengejar ketertinggalan kamu di bidang terkait.

Kalau ternyata kamu merasa bahwa jurusan di SMK merupakan jurusan yang ingin kamu terus perdalam, maka langsung saja cari tempat kuliah terbaik sesuai dengan minat kamu tersebut. Good for you!

Misalnya, jurusan SMK kamu adalah Akuntansi dan kamu ingin meneruskan kuliah di bidang linear dengan jurusan SMK kamu. Maka galilah informasi tentang universitas-universitas terbaik di jurusan Akuntansi dan Ekonomi.

Bapak Satryo Soemantri Brodjonegoro, pemimpin tim penelitian untuk The Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership mengatakan, secara umum, dunia kerja memang belum puas dengan kompetensi lulusan Indonesia.

Heits, bukan hanya lulusan SMK, lho, tetapi juga lulusan SMA, bahkan perguruan tinggi.  Kenapa nggak puas? Soalnya, keterampilan lulusan nggak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan kata lain, kalau kamu mengambil jurusan kuliah yang linear dengan jurusan ketika SMK, harapannya ilmu yang kamu dapatkan menjadi sangat mendalam dan bisa menjawab tantangan dunia kerja.

Nah, in case kamu belum tahu, pemerintah kita lagi fokus melakukan reformasi sistem pendidikan di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)—terutama di kejuruan berbasis industri. Salah satunya adalah dengan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan kata lain, program ini akan sangat mempermudah kamu siswa SMK yang ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masa yang akan datang.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, program link and match ini merupakan program revitaliasi SMK dengan harapan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri. Ibarat bunyi pepatah—sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kamu bisa sekolah tinggi, dapet lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri juga nggak usah diragukan lagi.

Eniwei, jumlah siswa SMK per tahun 2017 adalah 4.6 juta orang. Ada sekitar 10 persen dari total anak SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dibanding anak SMA, kuota penerimaannya pun kecil banget!

Meskipun begitu, bukan berarti anak SMK nggak bisa bersaing masuk universitas incaran, kok. Kekhawatiran ini bisa dipatahkan dengan persiapan matang. Untuk serba serbi persiapan kuliah anak SMK beserta tips dan trik suksesnya, bisa kamu cek di bagian selanjutnya. Yuk, disimak!


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©