Menu

Sekolah Menengah Kejuruan

Panduan ini akan memberikan informasi lengkap seputar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai dari bidang dan jurusan yang ada di dalamnya, persiapan kuliah untuk anak SMK, hingga apa yang harus dilakukan bagi lulusan SMK yang ingin terjun langsung di dunia kerja.

Cara Anak SMK Unjuk Gigi: Aktif di Kegiatan Magang dan Organisasi

Program magang atau Prakerin (Praktik Kerja Industri) yang biasanya dilaksanakan di tingkat dua sekolah seharusnya menjadi kesempatan emas bagi anak-anak SMK untuk meraup ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di dunia kerja yang sesungguhnya. Sayang banget lho, kalau sampai kegiatan magang ini hanya dilakukan untuk mengejar nilai dan tugas semata.

Terus, apa aja nih yang harus dilakukan demi memaksimalkan kegiatan magangmu agar kamu menjadi lulusan SMK siap kerja yang jempolan? Nggak usah bingung, Youthmanual telah merangkum tips-tips sukses agar kamu sebagai anak SMK bisa memaksimalkan kesempatan magang dan Prakerin-mu. Simak baik-baik ya!

1. Inisiatif adalah kunci

Memang sih, status kamu di perusahaan itu hanyalah anak magang yang posisinya hanya sementara. Tapi, ini nggak berarti kamu nggak bisa berinovasi mengusulkan ide-ide liar nan brilian yang sejalan dengan tujuan perusahaan di tempat kamu magang. Jangan salah, pegawai-pegawai bahkan manager seneng banget lho ketika menemui anak magang yang memiliki inisiatif tinggi dalam melaksanakan tugas hariannya.

Apalagi, kamu adalah anak SMK. Pengetahuan teknis kamu tentang bidang magang yang kamu kerjakan bisa banget nih kamu aplikasikan langsung demi perkembangan perusahaan, dan kalau beruntung, kamu bahkan bisa diberi tanggung jawab untuk meng-handle sebuah project sendiri di tempat magangmu. Seru!

2. Malu bertanya, sesat di jalan

Ungkapan ini nggak hanya berlaku saat kamu lagi jalan-jalan, lho, gaes. Di tempat magang, kamu juga harus berani dan aktif bertanya jika ada hal-hal yang sekiranya belum kamu pahami benar. Dunia kerja memang kompleks dan terkadang membingungkan bagi kita yang masih sekolah, maka itu manfaatkan masa magangmu untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dengan bertanya pada orang-orang yang memang sudah ahli di bidangnya.

Tapi, jangan sampai kamu melontarkan pertanyaan-pertanyaan ‘remeh’ seperti bagaimana cara mengoprasikan Microsoft Office atau yang menyinggung topik-topik sensitif.

3. Adaptif dan bersemangat

Selain memiliki inisiatif tinggi dan aktif bertanya, kamu juga harus tangkas dalam beradaptasi di lingkungan magangmu. Jangan sampai kamu diem-diem aja apalagi pasif setiap kali diberi tugas oleh mentor atau atasan.

Oya, kamu juga harus menunjukkan antusiasme dan semangat positif di lingkungan tempat magangmu. Menurut Meinar R. Siagian, Corporate Learning Head Cigna Indonesia: “Sepele tapi penting: Happy spirit! Menunjukkan sikap positif, terutama kalau dikasih tugas mendadak.

4. Pamerkan keahlianmu dengan percaya diri

Ingat, kamu adalah anak SMK, which means kamu memiliki keahlian-keahlian khusus yang nggak dipelajari oleh anak SMA bahkan anak kuliah. Manfaatkan kemampuanmu ini dengan memamerkannya secara positif di tempat magang.

Misalnya, kamu anak Rekayasa Perangkat Lunak? Tunjukkan kemampuanmu dalam ngoding dan mengembangkan software. Kamu anak Tata Busana? Pamerkan keahlianmu mendesain dan menciptakan baju-baju unik nan ciamik. Kamu anak Teknik Otomotif? Buktikan bahwa kamu paham mengenai seluk-beluk sebuah mesin kendaraan.

Kamu harus mampu menunjukkan kepada perusahaan bahwa kamu memiliki niat dan keterampilan yang sejalan dengan visi perusahaan. Siapa tahu ‘kan, kamu bakal diangkat menjadi pegawai setelah menyelesaikan masa magangmu.

***

​Itu dia tadi tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan masa magang atau PKL-mu. Nah, selain magang, ada aspek lain lagi nih yang nggak kalah penting untuk kamu perhatikan sebelum memasuki dunia kerja.

Yes, pengalaman organisasi!

Kalau di sekolahmu ada OSIS atau organisasi ekstrakulikuler lainnya, coba deh untuk ikutan terjun sebagai anggota. Pengalaman berorganisasi jadi poin yang penting banget, lho, kalau kamu ingin melamar kerja nantinya. Apalagi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa kurikulum SMK masih belum memasukkan banyak materi terkait pengembangan soft skill. Nah, dengan ikut beragam organisasi di sekolah, kamu bisa mempelajari keterampilan-keterampilan seperti kepemimpinan, berpikir kritis, dan kolaborasi secara langsung.

Nggak tertarik dengan organisasi yang berada di lingkup sekolah kamu? Tenang. Kamu bisa banget kok untuk ikut organisasi ataupun komunitas yang berada di luar sekolah. Bahkan, dengan ikut organisasi dan komunitas di luar sekolah, kamu bisa mendapatkan ilmu dan tentunya networking yang lebih luas.

Ega Saputra, siswa SMK 55 Jakarta yang bergabung dengan Youthmanual Catalyst. Menurutnya, bergabung di organisasi/komunitas luar sekolah penting banget untuk mengenal anak-anak sekolah lain dan memperluas koneksi. Selain itu, biasanya topik yang dibicarakan di dalam pertemuan dengan organisasi maupun komunitas luar sekolah jauh lebih variatif jika dibandingkan dengan topik dan isu yang dibahas pada organisasi dan komunitas intra-sekolah.

 

Memulai Karir Dari Bawah, Siapa Takut?

Nah, ini nih hal yang sebetulnya penting tapi kerap dianggap sepele oleh para lulusan SMK: memulai karir dari nol, alias dari bawah.

Kesannya memang seperti common sense, ya. Sebagai fresh graduate, baik itu dari SMK bahkan pegruruan tinggi sekalipun, kita memang kerap kali ditempatkan di posisi-posisi yang kurang strategis dan berada di jenjang terbawah saat memasuki dunia kerja. Tapi, nyatanya, masih banyak lho yang nggak paham bahwa saat memasuki dunia kerja kamu nggak bisa langsung menempati posisi yang strategis.

Ibaratnya nih, kamu adalah pendaki yang baru akan menjajal sebuah gunung baru, kamu nggak mungkin ‘kan memulai pendakianmu dari puncak? Begitupula dengan masuk ke dunia kerja.

Meski terlihat nggak menjanjikan, tapi dengan memulai karir dari bawah, kamu justru punya banyak kesempatan untuk belajar, lho. Mulai dari soal tugas sehari-hari, budaya perusahaan, hingga keterampilan-keterampilan khusus yang terasah seiring waktu kamu bekerja di perusahaan tersebut. Kalau kamu tekun dan memiliki niat belajar yang besar, percaya deh, perusahaan pasti akan melihat potensimu dan mengangkatmu menjadi pegawai dengan jenjang yang lebih tinggi.

Martha Kowaas, lulusan SMK Dharma Paramitha jurusan Usaha Jasa Pariwisata, menyatakan bahwa dengan bekerja/magang di perusahaan yang sejalan dengan jurusan yang diambil ketika SMK memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membuat ilmu yang didapatkan di SMK jadi lebih dalam dan terasah. Meski, ia juga nggak memungkiri bahwa banyak banget tantangan yang harus ia hadapi sebagai fresh graduate dari SMK.

“Setelah lulus SMK, Marta langsung kerja di perusahaan travel tempat Martha magang waktu sekolah. Lucu, deh, karena masih muda dan sudah terjun ke dunia kerja, banyak kesalahan yang Martha lakukan. Misalnya, void ticket, yaitu kesalahan data reservasi pada tiket pesawat. Akibatnya, potong gaji, deh. Hahaha.”

Nah, gimana nih, gaes? Sudah siap untuk terjun ke dunia kerja?


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©