Menu

Dunia Kuliah

Panduan ini akan mengajak kamu untuk menyelami dunia kuliah mulai dari berkenalan dengan berbagai istilah yang ada di dalam dunia perkuliahan, serba-serbi merantau dan kost, kegiatan dan organisasi kemahasiswaan, hingga panduan lengkap akademik perkuliahan.

Dunia kuliah itu ibaratnya a whole new world buat kamu para mahasiswa baru. Agar bisa terus keep up dan nggak keteteran di lingkungan baru, tentunya kamu harus bisa mengakrabkan diri dengan lingkungan barumu secepat mungkin. Makanya, nih, kamu kudu gercep memulai hal-hal yang harus kamu lakukan di minggu-minggu awal kuliah ini agar mempermudah proses adaptasi di kampus.

Kehidupan mahasiswa rantau sesungguhnya bakal berbeda 180 derajat dengan mahasiswa non-rantau alias yang masih diberkahi dengan tinggal di rumah orangtuanya. Ada banyaaak banget hal yang harus kamu kuasai agar dapat survive hidup sendiri di negeri orang… dan di kampus, pastinya.

Apalagi yang kampung halamannya di ujung dunia dan kudu gadai sepeda motor dulu kalau mau beli tiket pulang, pasti bakal overwhelmed dengan segala hal yang harus kamu lakukan. Di satu sisi kamu harus kuat-kuatin diri biar nggak kebawa kangen kampung terus, di sisi lain juga harus bisa menata hidup kamu yang baru di perantauan sana. Duh, mana bisa fokus ngerjain segala sesuatunya pas lagi galau?

 

Jangan Biarkan Homesick Menghambat Aktivitasmu!

Sebagai anak rantau yang ngekost (atau asrama, sharehouse, whichever you do), wajar kok, kalau kamu ngerasa minggu-minggu pertama kuliah itu rasanya suliiit banget. Rasanya masih canggung banget tinggal di kamar kost yang sepi alih-alih di rumah sendiri yang riuh dengan omelan nyokap kalo sekalinya kamu telat masak nasi atau lupa angat jemuran. Hihihi.

Nggak ada yang salah dengan merasa homesick. Tapi, kalau dibiarkan berlarut-larut, bisa-bisa kamu jadi merasa semakin demotivasi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terlebih, sebagai mahasiswa baru, agenda kamu bakalan padat banget. Nggak mau, ‘kan, ujung-ujungnya keteteran sendiri-gara-gara kelamaan galau teringat rumah yang nun jauh di sana?

Daripada kelamaan kebawa sendu-sendu homesick, berikut tips dan trik yang efektif banget buat bikin kamu semakin cepat beradaptasi di lingkungan baru dan mengobati rasa kangen kampung halaman. Cekidot!

Tetap kontak keluarga secara berkala, tapi nggak perlu terlalu sering

Nggak ada obat homesick yang paling ampuh selain bisa ketemu langsung sama orang-orang dan kampung halaman yang kamu kangenin. Sayangnya, buat anak rantau, pulang ke rumah itu bukanlah opsi yang mudah lagi murah untuk dilaksanakan. Udahlah sibuk nge-maba, ongkos pun mahal, cyin!

Mumpung kamu para kids zaman now, hidup pada masa di mana teknologi mempermudah segalanya, yang pertama kali harus kamu lakukan di kala homesick adalah mengontak keluarga kamu secara rutin. Jangan sampai keseringan, karena bisa aja rasa homesick kamu makin parah dan hal tersebut malah menjadi distraksi.

Ngobrol bareng dan kangen-kangenan sama keluarganya tentu ampuh banget untuk mengusir rasa sepi selama di perantauan. Meskipun jauh, kamu nggak boleh lupa keep up dengan apa yang terjadi di kampung halaman.

Hangout bareng temen sesama anak rantau

Anak rantau di seantero kampus itu bukan kamu doang, kok. Bahkan mungkin ada yang kampung halamannya lebih jauh dari kampung halamanmu. Jadi, nggak ada gunanya kamu meratapi nasib sedihnya jadi anak rantau di negeri orang sampai berlarut-larut.

Biasanya banyak ditemui perkumpulan mahasiswa daerah di kampus-kampus tertentu sebagai wadah silaturahmi mahasiswa yang “satu kampung”. Kalau perkumpulan ini tersedia di kampusmu, nggak usah jaim untuk join bareng. Bisa ketemu sama temen sekampung di negeri orang, tuh, feels like home bingit!

Nggak nemu temen yang sekampung? Nggak masalah! Kongkow bareng anak rantau yang beda kampung juga nggak kalah asyik, kok. Kalian bisa melancarkan pedekate menjalin pertemanan sambil ngobatin rasa homesick masing-masing dengan bertukar cerita seru tentang kampung halaman masing-masing. Which means—sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Ahay.

Eksplor kota tempat tinggal barumu

Pepatah mengatakan: “tak kenal maka tak sayang”. Kalau udah sayang, lama-lama bisa jadi nyaman. Sama gebetan aja harus pedekate dulu. Masa’ kamu nggak mau kenalan lebih dekat dengan kota tempat tinggal barumu biar lama-lama jadi nyaman?

So, daripada banyak ngelamun, mending pergunakan waktu luangmu untuk eksplorasi pelosok kota. Biar makin seru, ajak teman-temanmu, baik yang sesama anak rantau ataupun yang asli sana sebagai tour guide gratisan. Pelajari rute, jalur angkutan umum, landmark dan tempat-tempat penting. Trus, akrabkan diri kamu dengan kebiasaan warga lokal. Lebih saik lagi kalau sekalian hunting makanan-makanan khas.

Tinggal di perantauan sendirian tentunya menuntut kamu untuk bisa hidup mandiri layaknya lirik lagu Angka Satu. Apa-apa kudu bisa sendiri. Makan sendiri, nyuci sendiri, kemana-mana sendiri. Kalau nggak familiar sama daerah rantau, entar nyasar. Sendiri. Hiii.

Tata kamar kosan senyaman kamar kamu di kampung halaman

Ketika baru menginjakkan kaki di dalam kamar kost, mungkin bakal muncul rasa asing banget dengan suasananya. Apalagi ngeliat kamar kost baru yang rapih dan kopong pisan gitu, rasanya kayak penjara. Padahal bayar mahal buat nyewa kamarnya. Huhuhu.

That’s why ketika beres-beres kamar kost, sebaiknya kamu nggak berusaha menata kamar jadi kamar-kamar kost idaman layaknya yang kamu lihat di feeds Instagram. Sebaliknya, akan lebih baik jika menata kamar kost kamu sebagaimana kamar pribadi kamu di kampung halaman. Kalau biasa rapi dan sedikit properti, tinggal diatur. Kalau biasa ditinggak berantakan, tinggal diatur juga.

Bukan berarti kamu harus ribet bawa-bawa properti yang otentik dari rumah, sih. Cukup dengan mengatur letak barang, penerangan, serta mengkondisikan kamar sesuai dengan dirimu.

Jangan kupu-kupu!

Rasa sedih karena homesick pun nggak begitu aja hilang kalau kamu nggak berusaha untuk mengalihkan perhatianmu ke sesuatu yang lebih berfaedah, lho. Coba ingat-ingat lagi, deh, tujuan kamu untuk berkuliah jauh dari orangtua. Pastinya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, ‘kan?

Menuntut ilmu pun nggak cuma sekadar di dalam kelas, karena ilmu di luar kelas pun nggak kalah penting untuk kamu kuasai sebagai mahasiswa. Makanya, daripada jadi mahasiswa ‘kuliah-pulang’ alias kupu-kupu, ada baiknya kamu cari kesibukan diluar kampus yang nggak cuma bisa mengalihkan perhatianmu dari rasa kangen kampung halaman, tapi juga sebagai wadah pengasahan soft skill.

Mau ikutan organisasi kemahasiswaan, UKM olahraga, atau kursus bahasa asing—semua terserah minat dan kemampuan kamu. Yang penting, manajemen waktu harus bisa dijaga agar kuliah nggak keteteran dan nggak sampai kelupaan jadwal Skype-an sama Mama Papa setiap wiken.

Akrabkan diri dengan penghuni kosan seperti keluarga sendiri

Pada akhirnya, meskipun ujung-ujungnya kamu bukanlah seorang mahasiswa kupu-kupu, kosan bakal jadi salah tempat yang paling sering untuk kamu menghabiskan hari. Kali deh, kamu bolak-balik pulang kampung karena merasa kurang nyaman di kosan?

Biar bisa nyaman dan kerasan, pastinya kamu harus berusaha mengakrabkan diri. Nggak cuma dengan suasana kos, tapi juga dengan para penghuninya. Maksudnya, penghuni nyata, ya. Kalau urusan yang goib, sih, kita no komen. Hihihi.

Makanya, saat homesick, kamu nggak boleh kebanyakan mengurung diri di kamar. Coba, deh, ngobrol sama sesama mahasiswa di sekitar kamarmu atau ikut ke pasar bareng mbak penjaga kosan di pagi hari. Bisa juga nongkrong cantik di ruang bersama ketika lagi pada suntuk ngerjain tugas. You’ll never regret this decision, because they will be your second family when your first isn’t always present.

 

Gimana, sih, Caranya Agar Cepat Akrab Dengan Para Penghuni Kost?

Demi keamanan, kenyamanan, dan kemaslahatan bersama (dan mengatasi homesick), kamu harus bisa get along dengan para penghuni kost lainnya. Kamu bisa jadikan aktivitas mengakrabkan diri ini sebagai proses beradaptasi demi kehidupan anak rantau yang jauh lebih baik.

Oya, penghuni kost nggak cuma orang-orang yang ngekost di kamar kanan-kirimu, lho, ya. Penghuni kost juga termasuk mbak/mas penjaga kost, ibu kost, sampai makhluk astral orang-orang yang turut menjaga keamanan dan kebersihan kostan kamu. Percaya, deh, kalau kamu bisa mengakrabkan dirimu dengan mereka dengan baik, niscaya kehidupanmu di perantauan akan terasa jauh lebih mudah!

Jadi gimana, sih, caranya supaya bisa cepat akrab dengan para penghuni kost?

Beri kesan pertama yang baik

Menciptakan kesan pertama yang baik adalah hal yang paling penting di setiap momen dalam hidup kamu—termasuk ketika baru ketemu dengan penghuni kost. Kamu hanya punya satu kesempatan untuk menciptakan kesan pertama, dan pastinya kamu harus bisa melakukan yang terbaik.

Betul, sih, kesan pertama pasti dimulai dari hal yang paling luar, alias penampilan, karena penampilan adalah hal yang paling mudah dinilai dengan sekali lirik. Tapi bukan berarti kamu harus punya penampilan bak model runway. Bisa aja dengan sesimpel nggak gengsi untuk nyapa duluan, tetap senyum salam sapa dengan siapa aja walaupun kamu posisinya lagi bete gara-gara sibuk pindahan, atau menunjukkan rasa excited untuk saling mengenal satu sama lain. Daripada pasang muka asem terus langsung dicap sombong?

Jangan mengurung diri di kamar

Aturan yang satu ini kayaknya udah pada paham, lah, ya. Ya gimana caranya kamu mau mingle kalau kamu nggak pernah nunjukkin batang hidungmu di depan anak-anak kostan yang lain?

Selain rentan dicap sombong, kelamaan mengurung diri di kamar juga bakal bikin kamu susah sendiri di kemudian hari, lho. Apalagi di saat-saat awal kamu baru menginjakkan kaki di ranah kost, ini adalah saat yang tepat untuk kamu "keluar kandang" dan mengakrabkan diri dengan penghuni kostan lainnya. Mengurung diri di kamarnya entar aja, deh, kalau lagi ada tugas kuliah numpuk! Hihihi.

Komunikasikan, hormati, dan berkompromi dengan gaya hidup masing-masing

Di awal masa ngekost, mungkin sempat terlintas di pikiran kamu kalau bakalan jauh lebih mudah kalau kamu tinggal bareng orang yang udah kamu kenal luar-dalam (begitu juga sebaiknya) karena kamu udah paham dengan kebiasaan mereka. Nah, begitu pula hal yang harus kamu terapkan ketika tinggal di kostan: cobalah pahami dan hormati kebiasaan masing-masing penghuninya.

Setiap orang dibesarkan dengan nilai yang berbeda-beda. Boleh banget, lho, kalau kamu saling sharing kebiasaan seputar aktivitas sehari-harimu, seperti:

  • Bagaimana kebiasaan mereka dalam belajar, berinteraksi, beristirahat?
  • Apa yang biasa mereka lakukan untuk mengisi waktu luang?
  • Apa hal yang mereka suka/nggak suka?
  • Seperti apa standar kebersihan dan privasi bagi mereka?
  • Apakah kalian punya prinsip yang sama dalam hal pinjam-meminjam?

Kuncinya nggak cuma mengkomunikasikan, tapi juga menghormati dan saling berkompromi dengan kebiasaan masing-masing agar kalian bisa hidup berdampingan dengan tentram (aih). ySemakin dalam dan semakin personal pembahasan seputar hal ini yang bisa kamu gali, dijamin hidup kamu di dalam dunia per-kost-an akan minim konflik, deh.

Berbagi itu asyik!

Mau beda suku, ras, atau agama, kita semua sepakat kalau cuma ada satu hal di dunia ini yang bisa menyatukan kita semua: makanan. Apalagi kalau rasanya endes Bambang. Hihihi.

Bingung mau bawa topik apa ketika ingin mingle dengan penghuni kost? Jangan khawatir, bisa jadi pempek yang kamu bawa dari kampung halaman jadi preambule yang tepat. Atau, kalau kamu abis jajan cilor enak di sekitaran kostan, kamu bisa berbagi rekomendasi makanan enak di sekita kostan (dan cilormu!) dengan penghuni kostan yang lain. Atau, kalau kamu hobi masak, boleh banget ketok-ketok pintu kanan-kiri dan ngajakin mereka untuk nyicipin masakanmu.

Selesaikan konflik bersama-sama

Yang namanya konflik dalam kehidupan per-kost-an itu adalah hal yang wajar. Jangan pernah berekspektasi menyatukan banyak kepala dan kepribadian di bawah satu atap untuk tinggal bareng jalannya bakal mulus-mulus aja!

Ketika ada konflik terjadi di antara anak kost (biarpun itu nggak melibatkan kamu), ada baiknya kalau kalian duduk bareng untuk menyelesaikan konflik tersebut dengan kepala dingin. Soalnya, menyelesaikan konflik dengan banyak sudut pandang bakalan lebih efektif untuk menemukan akar permasalahan dan nggak menimbulkan keberpihakan satu sama lain. Sesulit apa pun masalah yang kalian hadapi, percayalah bahwa bantuan akan selalu ada kalau kalian mengadapinya bersama-sama. Asedap.


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©