Menu

Beasiswa

Dalam panduan ini, kamu bisa mengetahui dimana dan cara mencari informasi mengenai beasiswa, cara membuat CV dan cover letter untuk beasiswa, tips sukses wawancara beasiswa, sampai informasi terlengkap dan komprehensif mengenai beasiswa dalam dan luar negeri.

Thanks to technology dan anak muda zaman sekarang yang sangat proaktif demi kemaslahatan masa depannya (aih), informasi seputar beasiswa kini dapat diakses oleh siapa saja.

Tapi bukan berarti hal tersebut berkorelasi dengan tingkat kemudahan menembus beasiswa, gaes! Makin banyak yang kepo-kepo soal beasiswa, makin banyak yang berminat, dan tentunya tingkat persaingan untuk mendapatkannya pun akan semakin tinggi. Jadi harus pinter-pinter, nih, nyusun strategi tembus beasiswa sedemikian rupa agar mimpi kamu untuk menyambung pendidikan tinggi dengan bantuan dana bisa terealisasi.

Nah, nggak peduli apa pun jenis dan tipe beasiswa yang kamu pilih, tips-tips berikut ini bakal membantu kamu untuk sukses mendapatkannya.

  1. Keputusan untuk mendaftarkan diri mengambil beasiswa bukanlah sesuatu yang instan. So, rencanakan keputusan ini minimal dua belas bulan sebelum kamu mendaftarkan diri.

    Ada banyak alasan yang dapat mendukung saran satu ini. Pertama, dengan jeda waktu yang disediakan, kamu masih bisa mempelajari dan mengulik lebih dalam informasi yang kamu butuhkan. Bener, nggak, beasiswa inceran kamu beneran sesuai dengan target, dan apakah kriteria penerima sudah sesuai dengan apa yang kamu miliki saat ini?

    Kedua, kamu bisa manfaatkan waktu yang panjang tersebut untuk mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Percaya, deh, mengurus selembar surat itu nggak sesebentar yang kamu bayangkan. Kalau untuk memproses satu surat aja bisa makan satu 1-2 minggu, gimana kalau persyaratannya meminta kamu menyediakan belasan jenis surat?

    Kalau tujuan kamu adalah beasiswa luar negeri, maka waktu minimal kamu merencanakan keputusan ini adalah delapan belas bulan sebelum mendaftarkan diri. Hal ini disebabkan karena tambahan syarat-syarat internasional yang sedikit lebih rumit dan persiapan mental yang ekstra. Semangat, ya!

  2. Carilah beasiswa dengan kata kunci yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kamu. Nyari beasiswa itu kayak nyari jodoh, sob. Cocok-cocokan! Hihihi.

    Misalnya, kamu adalah siswa berprestasi yang ingin mencari beasiswa kuliah tingkat sarjana. Nah, kondisi kamu saat ini adalah berasal dari keluarga berekonomi lemah. Nah, kata kunci yang harus kamu gunakan adalah beasiswa S1, siswa berprestasi, dan kurang mampu.

  3. Begitu pula halnya jika kamu menginginkan beasiswa yang lebih spesifik. Pastikan kalau kamu sudah mengetahui maksud dan tujuan beasiswa tersebut sebelum menyesuaikannya dengan apa yang kamu butuhkan. Contohnya jika kamu ingin mengambil beasiswa riset/penelitian, beasiswa atletik cabang olahraga tertentu, atau beasiswa program studi tertentu.

    Nggak cuma untuk bahan pencarian di internet, tapi trik ini juga bisa kamu gunakan jika ingin menanyakan seputar informasi ke mana saja, seperti badan kemahasiswaan atau dalam pameran pendidikan. Semakin sesuai kriteria calon penerima beasiswa dengan kebutuhan dan kondisi kamu, maka kesempatan menembus beasiswa yang dituju akan semakin besar!

  4. Mengulik informasi informal juga nggak kalah penting dengan informasi formal yang kamu dapatkan dari sumber resmi, lho, gaes. Kamu juga perlu kepo-kepo dengan para alumni penerima beasiswa tersebut seputar pengalaman mereka dalam mendaftarkan diri, proses seleksi, sampai tips-tips kece supaya bisa tembus beasiswa idaman.

  5. Sebagian besar beasiswa merupakan beasiswa prestasi. Nah, jika beasiswa tipe ini menjadi incaran kamu, wajib banget hukumnya untuk menjaga nilai-nilai akademik agar terus konsisten, dan lebih baik lagi jika terus mengalami peningkatan. Kalau tiap tahunnya nilai kamu terus menurun, alamat harapan kecil, deh.

  6. Pelajari persyaratan dan kriteria pendaftaran calon penerima beasiswa baik-baik. Jangan cuma sekadar dibaca sekilas—apalagi baca judulnya doang. Emang kamu lagi nyimak akun hosyip?

    Soalnya, untuk dapat menembus suatu beasiswa, kamu wajib memenuhi semua kriteria yang di persyaratkan, kecuali jika dituliskan keterangan ‘opsional’, yang artinya hanya sebagai pelengkap. Apalagi jika kamu mendaftarkan diri ke beasiswa ikatan dinas dari lembaga pemerintahan yang persyaratannya bener-bener spesifik. Kalau kamu emang nggak bisa memenuhi satu kriteria, sia-sia aja, gaes, effort kamu untuk mengharapkan beasiswanya.

    Sebagai gambaran, inilah informasi penting yang harus kamu ketahui terkait pendaftaran beasiswa:

    • Persyaratan pendaftar. Umumnya adalah jenjang pendidikan minimal, usia maksimal, kefasihan bahasa asing (terutama bahasa inggris), latar belakang ekonomi, bidang jurusan yang diminati, asal daerah/domisili, serta komitmen dan kesediaan kamu setelah lulus untuk bekerja di tempat yang disyaratkan
    • Persyaratan administrasi. Umumnya yang harus dimiliki dan dilengkapi adalah formulir pendaftaran, CV, motivation letter, serta sertifikat TOEFL/bahasa asing lainnya
    • Tatacara pengiriman berkas, misalnya apakah cukup dikirim via email dengan format digital atau harus dalam bentuk berkas fisik via paket/pos serta alamat penerima
    • Batas tanggal pendaftaran, tanggal seleksi, dan tanggal pengumuman penerimaan beasiswa
  7. Merujuk dari poin 6, artinya kamu harus pastikan bahwa dokumen persyaratan yang dibutuhkan harus lengkap dan sesuai dengan kriteria. Kalau sampai ketinggalan atau salah dokumen satuuu aja, bablas sudah!

    Jangan dipikir kalau berkas pendaftaran yang akan kamu kumpulkan cuma jadi syarat formalitas aja, ya. Dokumen-dokumen tersebut akan melewati proses validasi yang keabsahannya akan dicek satu per satu. Jadi, kalau ada satu dokumen yang salah atau kelupaan, dijamin kamu nggak akan lolos ke tahap seleksi selanjutnya. Nah, tahap ini nih, yang katanya bikin pendaftar keburu gugur sebelum sempat dipanggil wawancara.

    Hikmahnya, ikutin persyaratan pendaftaran tanpa banyak tapi-tapian. Kalau diminta lampirkan sertifikat TOEFL, ya kamu harus lampirkan sertifikat TOEFL terlegalisir yang masih berlaku. Jangan pakai yang udah dari 5 tahun yang lalu, apalagi nyoba tipu-tipu pakai sertifikat TOEFL bodong!

  8. Selalu jaga kesehatan fisik dan mental. Banyak beasiswa yang mensyaratkan calon penerimanya untuk melampirkan surat pernyataan sehat, atau bahkan mewajibkan kamu untuk melakukan tes fisik sebagai salah satu seleksi penerimaan. Jangan sampai kesehatan kamu menghalangi kamu untuk mendapatkan beasiswa idaman!

  9. Kalau kamu orangnya oportunis alias mendaftar ke lebih dari satu beasiswa, ada baiknya kalau kamu susun timetable. Tuliskan jadwal pendaftaran, batas akhir pengumpulan, proses seleksi, sampai tanggal pengumuman tiap-tiap beasiswa yang kamu daftarkan. Dengan begitu, kamu bisa keep up dengan jadwal masing-masing beasiswa.

  10. Hampir setiap seleksi beasiswa mensyaratkan tahap wawancara yang wajib dilalui oleh calon penerima beasiswa. Nah, nggak ada kunci sukses lain selain menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara secara jujur, nggak bertele-tele, dan relevan. Pokoknya do your best, deh!

    Tentu akan semakin baik jika kamu mengedukasi diri dan berlatih (simulasi) terlebih dahulu sebelum siap menghadapi tahap wawancara. Iya, dong, sob. Kalau emang ingin hasil yang terbaik, masa’ kamu dateng tanpa persiapan?

  11. Tahap wawancara wajib menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lain? Nggak masalah! Poles kelancaran berbahasa Inggris atau bahasa asing lain kamu sedini mungkin agar dapat menggunakan bahasa tersebut dengan luwes dan aktif agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan dengan tepat dan lancar.

  12. Udah ngelakuin hal-hal di atas, tapi tetep nggak ada satu pun beasiswa yang bisa kamu tembus? That’s totally okay. Persiapkan mental kamu untuk apa pun yang terjadi, karena meskipun meskipun untuk mendapatkan beasiswa nggak segampang yang kamu kira, kesempatannya nggak akan tertutup meskipun kamu sempat menemui kegagalan. Kamu bisa coba lagi, lagi, dan lagi!

    Daripada kecewa berlarut-larut, jadikan pengalaman kamu ini sebagai pelajaran. Siapa tahu, hikmah yang bisa kamu ambil bisa membawa kamu ke kesuksesan untuk beasiswa selanjutnya. Ingat, beasiswa hanyalah untuk kamu yang selalu berusaha dan nggak pernah menyerah.

 Good luck!

 


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©