Menu

Beasiswa

Dalam panduan ini, kamu bisa mengetahui dimana dan cara mencari informasi mengenai beasiswa, cara membuat CV dan cover letter untuk beasiswa, tips sukses wawancara beasiswa, sampai informasi terlengkap dan komprehensif mengenai beasiswa dalam dan luar negeri.

Dalam melakukan aktivitas apa pun, hasilnya mungkin nggak akan memenuhi ekspektasi jika kamu nggak mempersiapkan segala seuatunya dengan baik—termasuk mendaftar beasiswa.

Persiapan yang harus dilakukan untuk mendaftar beasiswa tentunya nggak hanya modal niat. Ada banyak banget hal yang harus kamu banget perhatikan dan persiapkan bahkan sedini mungkin, karena nggak semua persiapan bisa kamu lakukan dengan instan. Persiapan ini juga wajib kamu pahami dan laksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi meningkatkan kesempatanmu mendapatkan beasiswa incaran. Nggak mau, dong, kalau sampai gagal mendapatkan beasiswa cuma gara-gara persiapan kamu nggak maksimal?

Secara garis besar, ada tiga hal yang harus kamu persiapkan sematang mungkin untuk mendaftar beasiswa dalam maupun luar negeri. Hal tersebut adalah...

 

Persiapan Nilai

As we all know, salah satu persyaratan mendaftar beasiswa adalah persyaratan akademik. Kamu harus memenuhi standar nilai (atau IPK kalau kamu sudah kuliah) tertentu sebelum mendaftar sebuah beasiswa. Nah, untuk mempersiapkan persyaratan yang satu ini, kamu pastinya harus menjaga track-record nilai kamu selama sekolah/kuliah.

Jadi, apa aja nih yang harus dipersiapkan dari segi akademik?

  • Mulai menabung nilai sejak kelas 10. Terutama jika beasiswa incaranmu adalah beasiswa prestasi, maka track record nilai yang bagus udah jadi harga mati. Jangan sampai ngebut mengejar nilai di detik-detik terakhir aja, ya. 
  • Pastikan nilai-nilaimu stabil (atau kalau bisa mengalami peningkatan) hingga semester di mana kamu mendaftar beasiswa terkait. Nilai yang menurun mengindikasikan kurangnya kegigihan dan kedisplinan dalam belajar, sehingga mungkin saja mengurangi kesempatanmu mendapatkan beasiswa.
  • Selalu pantau nilai akademikmu sudah memenuhi batas minimum yang dipersyaratkan atau belum. Nggak mungkin, dong, kamu "maksa" mendaftarkan diri untuk beasiswa yang persyaratan nilai akademik minimum 80, sedangkan nilai yang kamu kantongi hanya mencapai 70?

Mengejar nilai juga nggak cuma sebatas di dalam ruang kelas, kok. Ada banyak pencapaian dan prestasi yang bisa kamu raih untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan untuk mendaftar ke suatu beasiswa. Misalnya dengan mengikuti perlombaan, pelatihan, atau bahkan sesimpel mengikuti kegiatan berfaedah.

Karena nilai-nilai yang akan kamu dapatkan dari ranah non-akademis nggak selalu dalam bentuk angka, inilah hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam proses untuk memperolehnya.

  • Pastikan kalau kamu mengejar nilai yang relevan dengan beasiswa incaran. Misalnya, kalau kamu mengincar beasiswa kedokteran, ada baiknya kalau kamu ikutan OSN Biologi alih-alih lomba debat Bahasa Inggris agar kamu bisa "menjual" dirimu dengan tepat guna pada pennyeleksi beasiswa.
  • Selain relevan, usahakan untuk mengukir prestasi dalam minimal tingkat provinsi. Kalau bisa tingkat nasional dan internasional, lebih bagus lagi. Semakin tinggi skala prestasi yang kamu capai, semakin tinggi persepsi daya saing kamu di mana penyeleksi beasiswa.
  • Bagaimana dengan pelatihan? Sama halnya dengan kegiatan perlombaan, pelatihan yang kamu ikuti hendaklah relevan dengan bidang yang ingin kamu dalami dengan bantuan beasiswa dan dalam skala yang luas. Pastikan untuk mengikuti pelatihan resmi dan bersertifikasi, ya.
  • Apa pun jenis kegiatan yang kamu lakukan, jangan lupa untuk selalu utamakan kualitas dibanding kuantitas. Yang dinilai adalah output yang kamu hasilkan dengan prestasi tersebut, bukan deretan panjang prestasi di atas kertas yang bahkan mungkin nggak memberikan nilai tambah untuk kamu. Nggak apa-apa kalau kamu baru berhasil mengukir sedikit prestasi, yang penting prestasi kamu bergengsi!

 

Persiapan Administratif

Mempersiapkan dokumen penting untuk pendaftaran beasiswa pun membutuhkan waktu yang nggak sebentar, lho. Sangat disarankan untuk kamu meluangkan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum mendaftar untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, agar kamu nggak kelabakan.

Untuk mengurus satu dokumen saja kamu butuh waktu hingga 1 – 2 minggu, bayangkan berapa waktu yang dibutuhkan kalau beasiswa yang akan kamu daftarkan meminta belasan berkas? Pastinya butuh waktu yang panjang!

Dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan biasanya bervariasi, tergantung dengan jenis dan kebutuhan dari pemberi beasiswa yang kamu daftarkan. Secara umum, dokumen penting yang biasanya disyaratkan untuk mendaftar beasiswa antara lain:

  1. Fotokopi rapor, ijazah, dan transkrip nilai
  2. Akta kelahiran
  3. Kartu tanda pengenal (KTP, SIM, paspor)
  4. Pas foto dengan latar belakang putih
  5. Curriculum Vitae (CV)

Trus, dokumen-dokumen di bawah ini juga sering dipersyaratkan untuk mendaftar beasiswa tertentu.

  1. Slip gaji orang tua
  2. Surat keterangan kurang mampu dari RT/RW/Kelurahan (jika kamu mendaftarkan diri ke beasiswa untuk pelajar berkebatasan ekonomi)
  3. Surat tanda berkelakuan baik
  4. Fotokopi buku tabungan (jika dana bantuan ditransfer ke rekening tabungan masing-masing)
  5. Surat pernyataan sedang tidak menerima beasiswa dari mana pun
  6. Proposal (jika kamu mengajukan pendaftaran untuk beasiswa sponsor)

Berhubung nggak semua pendaftaran beasiswa untuk ke luar negeri menggunakan formulir, ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan kamu untuk membuat rangkuman singkat mengenai dirimu sendiri berupa Curriculum Vitae (CV). Selain itu, ada pula dokumen tambahan lain yang dibutuhkan seperti motivation letter dan esai. Selengkapnya mengenai dokumen-dokumen ini akan kita bahas di panduan selanjutnya, ya.

 

Persiapan Mental

Nggak cuma syarat-syarat nilai dan administratif aja, mental pun kamu juga nggak kalah penting untuk dipersiapkan sebaik mungkin. Hal kecil (tapi paling krusial) yang nggak banyak orang yang tahu tentang beasiswa adalah terkadang persiapannya nggak cuma bikin lelah fisik, tapi juga lelah mental.

Makanya, dari sekarang, kamu harus  persiapkan mental kamu matang-matang sebelum siap mendaftar beasiswa, dengan cara…

  • Riset, riset, riset! Kalau pemahamanmu mengenai beasiswa masih sebatas "bisa belajar gratis karena dibayarin orang" artinya pengetahuan kamu mengenai beasiswa masih sangat, sangat minim.

    Mental kamu bisa aja tiba-tiba benyek kayak tempe kegencet kalau kamu emang nggak memperkaya diri dengan pengetahuan mengenai beasiswa sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya. Masa' kamu merasa siap aja petantang-petenteng akan menjalani sesuatu tanpa tahu apa yang sebenarnya akan kamu jalani

    Selain mengenali jenis-jenis beasiswa dan kriteria serta syarat-syarat spesifik yang diperlukan untuk mendaftar, kamu juga nggak boleh lupa untuk kepo pengalaman para penerima terdahulu beasiswa yang kamu incar. Tanya-tanya para alumni atau kakak kelas yang kamu kenal tentang bagaimana mereka bisa mendapatkan beasiswa yang kamu maksudkan. Dari sana, kamu bisa ambil karakteristik para penerima beasiswa dan apa yang harus kamu lakukan agar bisa berhasil seperti mereka.
  • Pasang target, bukan ekspektasi. Kesalahan besar yang bikin mental para pencari beasiswa gampang runtuh adalah keburu kemakan “angin surga” yang didapatkan setelah riset. Duh, padahal penerima beasiswa itu membawa tanggung jawab yang lebih besar dari yang kamu bayangkan!

    Sejak awal, kamu harus paham sepaham-pahannya kalau beasiswa hanya akan datang pada mereka yang gigih berusaha. Mulai dari berusaha belajar dan menuai prestasi untuk dapat memenuhi kriterianya sampai kalang kabut kesana kemari ngurusin berkas anu-itu untuk melengkapi persyaratannya.

    Kamu harus tahu bahwa mereka yang berhasil mendapatkan beasiswa bukanlah mereka yang memasang ekspektasi, melaikan target.

    Yup, kalau kamu hanya berandai-andai dengan apa yang bisa kamu lakukan jika kamu mendapatkan beasiswa, kamu nggak akan bergerak kemana-mana. Tapi, kalau kamu memasang target alih-alih hanya berekspektasi, kamu nggak akan kecewa dengan apa pun hasil yang akan kamu dapatkan.

    Dengan memasang target, kamu akan tahu apa tujuan kamu yang sebenarnya dalam mendaftar suatu beasiswa. Kamu tahu apa yang akan kamu lakukan, dan hal itu dapat menjadi pendorong positif yang akan tercermin pada kesungguhan kamu dalam menjalani prosesnya. Ingat, nggak ada kesempatan bagi mereka yang cuma berusaha setengah-setengah untuk mendapatkan beasiswa!


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©