Menu

Beasiswa

Dalam panduan ini, kamu bisa mengetahui dimana dan cara mencari informasi mengenai beasiswa, cara membuat CV dan cover letter untuk beasiswa, tips sukses wawancara beasiswa, sampai informasi terlengkap dan komprehensif mengenai beasiswa dalam dan luar negeri.

Beasiswa ada untuk memenuhi kebutuhan studi siapa saja. Jadi, nggak cuma diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dana untuk melanjutkan pendidikan, beasiswa juga bisa dimanfaatkan oleh kamu yang berprestasi. Saik!

Tapi, bukan berarti beasiswa bisa sekonyong-konyong menghampiri kamu begitu aja kayak hujan turun dari langit, lho, ya. Beasiswa hanya akan datang pada kamu yang nggak malas untuk mencari tahu informasi seputar beasiswa ke sana ke mari. Kalau kamu nggak usaha, jangan harap kamu bisa dapetin informasi—apalagi beasiswanya!—dengan mudah.

Kamu yang masih awam dan nggak tahu apa-apa pasti merasa kebingungan harus mulai mencari informasi beasiswa mulai dari mana. Padahal, kalau kamu emang niat dan bersungguh-sungguh, informasi beasiswa bisa kamu dapatkan dari mana saja, seperti…

1. Guru BK

Selain konsultasi soal jurusan kuliah, guru BK juga bisa kamu “ganggu” untuk mendapatkan informasi seputar beasiswa, lho, sob.

Makanya, kalau kamu punya waktu senggang seperti jam istirahat, jangan segan-segan untuk mampir ke ruang BK dan tanya-tanya info beasiswa terkini. Ingat minta informasinya harus tetap sopan dan beretika, ya!

2. Sub bagian akademik kampus

Untuk kamu para mahasiswa, sub bagian akademik adalah tempat paling tepat untuk kamu mencari tahu soal informasi seputar beasiswa—mulai dari beasiswa internal kampus, beasiswa pemerintah, sampai beasiswa dari perusahaan-perusahaan yang sudah bekerjasama dengan kampus kamu.

Nah, yang bikin fasilitas satu ini sering diabaikan adalah komentar mengenai pegawai sub bagian akademik yang “katanya” kurang bersahabat gara-gara bete ngeladenin mahasiswa yang kebanyakan nanya anu-itu. Padahal nggak juga, kok. Kalau kamu bertanya dengan baik dan memperlihatkan kesungguhan, dijamin mereka bakal berbagi informasi dengan senang hati.

3. Mading sekolah/kampus/organisasi

Never underestimate the power of mading. Meski kesannya basi dan ketinggalan zaman banget, mading tetap menjadi sarana komunikasi paling vital di lingkungan sekolah ataupun kampus. Ditambah posisi mading yang selalu ditempatkan di titik-titik strategis, nggak mungkin, deh, rasanya kalau kamu sampai melewatkannya.

Mulai sekarang, kalau kamu niat banget untuk nyari beasiswa, biasakan untuk peka dengan lingkungan sekolah atau kampus kamu, ya. Kalau ada mading di Lorong-lorong gedung atau sekitar kantin, luangkan sedikit waktu kamu untuk melihatnya. Siapa tahu info seputar beasiswa idaman kamu ada di sana!

4. Kedutaan besar/pusat kebudayaan negara asing

Kalau ini, sih, wajib banget dipantengin sama kamu yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Soalnya, perkara info beasiswa dari negara asing, sih, paling update jika kamu nyari langsung di tempatnya.

Eits, bukan berarti kamu harus dateng langsung ke kedutaan besar atau ngerogoh kocek yang dalem buat nyamperin negaranya, sob! Dari sekian banyak kedutaan besar dan pusat kebudayaan negara asing yang ada di Indonesia, kamu cukup kunjungi laman web-nya. Di sana ada banyaaak banget informasi beasiswa dari pemerintah setempat.

5. Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan

Sekarang udah banyak banget, lho, perusahaan-perusahaan bonafide yang memberikan bantuan biaya edukasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka terhadap lingkungannya. Nah, boleh banget, nih, kamu kepoin beberapa perusahaan besar yang terkenal dengan pemberian beasiswa sebagai program CSR-nya.

Eniwei, kamu harus paham kalau nggak semua perusahaan memberikan beasiswa yang bentuknya bantuan biaya akademik. Ada juga perusahaan yang memberikan beasiswa buat kamu-kamu yang memiliki prestasi non akademik (seperti olahraga atau perlombaan business plan), dan nggak jarang juga ada perusahaan yang memberikan bantuan biaya edukasi agar kamu bisa “kembali untuk mengabdi” alias setelah lulus kerja di sana.

6. Pameran Pendidikan

Selain menampung eksibisi lembaga edukasi formal dan non-formal, pameran pendidikan juga menyediakan layanan informasi beasiswa bagi kamu yang tertarik untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi atau di negara tertentu. Canggih!

Emang, sih, kamu harus mengeluarkan biaya tambahan jika ingin menggali informasi seputar beasiswa di pameran pendidikan. Tapi, dengan banyaknya pengetahuan yang bisa kamu dapatkan dan pengalaman tatap muka langsung dengan sumbernya, rasanya jelas worth it banget dengan biaya dan usaha yang kamu kerahkan.

7. …atau di internet

Gaes, jangan lupa kalau kamu hidup di era digital—dimana internet sudah menjadi sumber informasi paling aktual yang bisa kamu dapatkan. Jadi, jangan cuma gadget-nya aja yang canggih, tapi yang makenya juga nggak boleh kalah canggih, ya. Hihihi.

Dengan bantuan mesin pencari, kamu bisa masukkan kata kunci apa aja untuk mencari informasi yang kamu inginkan, seperti ‘beasiswa jurusan xxx’, ‘beasiswa universitas yyy’, atau ‘beasiswa negara zzz’. Mau cari beasiswa berdasarkan bentuk atau sumbernya, kata kunci dan informasi yang akan kamu dapatkan nggak ada batasnya, kok.

Selain cari langsung di internet, kamu juga nggak boleh menyia-nyiakan kehebatan media sosial. Selain untuk hiburan, media sosial juga banyak meyediakan informasi-informasi seputar pendidikan—termasuk beasiswa. Makanya, alih-alih cuma follow akun hosyip, ada baiknya kalau kamu juga follow akun-akun berfaedah yang sering membagikan informasi terkait beasiswa. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui!

 

Langkah-Langkah Mencari Beasiswa yang Kamu Banget

Layaknya mencari tahu program studi kuliah yang kamu banget, mencari beasiswa juga nggak boleh sembarangan. Ingat, semua pelajar dan mahasiswa memang punya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa, tapi nggak semuanya berhak untuk mendapatkan beasiswa.

Kenapa? Karena mungkin aja beasiswa yang kamu incar nggak sesuai denganmu!

Mencocokkan kualifikasi diri dengan beasiswa yang tersedia bisa memperbesar peluang kamu untuk mendapatkannya, lho. Makanya, nih, agar kamu bisa menemukan beasiswa mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang kamu miliki, inilah langkah-langkah yang harus kamu lakukan dalam mencari informasi di tengah lautan informasi beasiswa untuk mencari beasiswa yang kamu banget.

1. Kenali kualifikasi diri dan identifikasi kebutuhanmu dalam mencari beasiswa

Bisa melanjutkan pendidikan tinggi dengan beasiswa emang bakal memberikan kebanggaan tersendiri. Tapi, kamu nggak boleh menyalah artikan kebanggaan mendapatkan beasiswa untuk pamer atau keren-kerenan, gaes. Itu salah banget!

Kendala dalam mencari informasi seputar beasiswa juga muncul ketika kamu sendiri nggak tahu apa yang kamu butuhkan. Jangan harap hanya dengan pemikiran "aku mau beasiswa", sekonyong-konyong kamu bisa mendapatkan beasiswa yang kamu inginkan. Cita-cita "ngambang" kamu ini nggak akan membawamu kemana-mana.

Coba, deh, tanyanya diri kamu. Apa motivasimu dalam mencari beasiswa? Apa kualifikasi yang kamu punya untuk bisa mendapatkan beasiswa? Apa yang ingin kamu lakukan jika kamu nanti berhasil mendapatkan beasiswa itu?

Misalnya, kamu ingin mendapatkan beasiswa karena kamu ingin berkarya di bidang STEM, namun terhalang biaya karena kuliah STEM terbilang cukup mahal. Kamu sudah pernah memenangkan beberapa lomba karya ilmiah dan terlibat penelitian kecil-kecilan yang berdampak pada lingkungan sekitarmu ketika kamu masih tergabung dalam ekskul Kelompok Ilmiah Remaja. Dengan beasiswa yang tepat, kamu tahu di masa depan kamu akan bisa menjadi akademisi dan peneliti yang ingin menciptakan inovasi di bidang life science.

Kalau kamu sudah bisa mengidentifikasi kualifikasi dan kebutuhanmu untuk mendapatkan beasiswa, langkah selanjutnya adalah...

2. Cari informasi beasiswa sesuai spesifikasi yang ada di tempat yang semestinya

Beasiswa nggak jatuh dari langit. Kamu harus mau berusaha dan aktif untuk mencari tahu informasinya di tempat yang semestinya.

Masih nggak tahu tempat yang tepat untuk mencarinya? Tenang, ada Mbah Google. Nah, disinilah kamu bisa menggunakan kualifikasi dan kebutuhan yang sudah kamu identifikasi untuk menyocokkannya dengan ketersediaan beasiswa yang ada. Akan lebih memudahkan jika kamu mulai mencari dengan kata kunci yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan. Gimana, tuh?

Kalau kita lanjutkan dari contoh di poin sebelumnya, beberapa kata kunci yang bisa digunakan untuk mencari beasiswa yang terkait adalah "beasiswa S1 STEM" atau "beasiswa S1 life science". Tinggal ketik di mesin pencari, dan boom, kamu langsung mendapatkan hasil pencarian yang sesuai.

Contoh lainnya, jika kamu mencari tahu mengenai beasiswa skala ASEAN di sosial media, carilah di akun-akun yang kerap membagikan informasi seputar beasiswa skala ASEAN. Jangan sekonyong-konyong nyari informasi di akun BEM mahasiswa universitas anu, apalagi nyari di akun bodong, ya.

Sampai disana, apakah pencarianmu sudah selesai? Tentu tidak. Pada sebagian besar kasus, kamu akan menemukan informasi beasiswa dari pihak ke tiga alias bukan dari pihak resmi yang menyediakan beasiswa terkait. Penting bagi kamu untuk mencari tahu sumber informasi beasiswa dari pihak yang langsung memberikan beasiswa agar untuk mengecek kebenaran dan keabsahan informasi beasiswa yang dimaksud.

Di samping itu, alasan kenapa kamu harus mencari informasi beasiswa sampai ke sumber langsungnya adalah agar kamu bisa...

3. Tanyakan hal-hal terkait beasiswa ke pihak penyedia beasiswa untuk menghindari berbagai kekeliruan

Seharusnya, jika kamu sudah menemukan sumber utama penyedia informasi beasiswa, kamu akan menemukan berbagai informasi seputar beasiswa tersebut, baik di laman web atau di brosur yang disediakan. Namun, nggak jarang  kamu akan menemukan beberapa syarat dan ketentuan yang mungkin masih membingungkan, atau ada beberapa yang butuh penyesuaian dengan kondisi kamu saat ini.

Kebayang, dong, kalau kamu nggak mampu mencari sumber informasi beasiswa utama ketika kamu punya banyak pertanyaan yang ingin diajukan. Boro-boro mau keterima, pertanyaan yang kamu ajukan pun mungkin nggak akan dijawab karena kamu bertanya ke sumber yang salah.

Misalnya, nih, kamu adalah siswa homeschooling yang mendapatkan info mengenai beasiswa Chevening dari salah satu akun Instagram bernama @InfoBeasiswaOke. Sayangnya, dari informasi yang dibagikan @InfoBeasiswaOke, tidak dicantumkan info persyaratan pendaftaran untuk anak homeschooling. Hal yang harus kamu lakukan adalah: bertanya.

FYI, disinilah banyak banyak pencari beasiswa yang "kepeleset". Soalnya, kalau kamu skip melakukan poin kedua, kamu pasti dengan lugunya akan bertanya pada akun Instagram @InfoBeasiswaOke yang notabene hanyalah media yang membagikan informasi terbatas, BUKAN sumber penyedia informasi utama. Lalu, siapa penyedia informasi utama? Tentu saja Beasiswa Chevening.

Buat kamu yang kena jebakan betmen dan nanya ke akun IG alih-alih langsung penyedia, nggak heran kalau pertanyaanmu nggak akan membuahkan jawaban. Kalau adminnya baik, mungkin dia akan mengarahkanmu ke contact person dari Beasiswa Chevening. Kalau nggak, pertanyaanmu kemungkinan besar akan diabaikan.

Fatal banget akibatnya kalau kamu sampai nggak mampu menyaring informasi dan berpikir kritis dalam mencari informasi beasiswa, gaes. Kalau kamu sampai salah tempat untuk bertanya, nggak kebayang lagi kalau sampai salah kirim berkas pendaftaran ke @InfoBeasiswaOke. Duh!

***

Nggak cuma harus tahu dimana tempat yang tepat untuk mencari dan bertanya soal beasiswa, kamu juga harus memiliki pengetahuan dasar seputar beasisiwa. Nah, kamu bisa mulai mempelajari jenis-jenis beasiswa di panduan berikutnya.


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©