Menu

Tips Sehat Makan Mie Instan

Buat anak kost, menyetok mie instan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengisi perut ketika malas pergi ke warung untuk membeli lauk-pauk. Menyetok mie instan di kost pun menjadi salah satu cara terbaik untuk menabung dan nggak banyak jajan. Dalam hitungan tidak sampai sepuluh menit pun, kamu sudah bisa menyantap mie instan yang super duper lezat.

Ya, meskipun mie instan merupakan makanan yang murah, tidak gampang basi dan tentunya super lezat, akan tetapi, memakan mie instan setiap hari tidaklah baik, loh, gaes. kamu harus sedikit demi sedikit mengurangi makan mie instan agar tidak terkena penyakit yang diinginkan.

Saya punya cerita tentang pengalaman teman saya dengan mie instan. Dulu, waktu teman saya masih berkuliah dan tinggal di kost, ia makan mie instan setiap hari. Ia rutin makan mie instan setiap hari selama setahun, hingga suatu saat, ia mengalami sembelit akut dan perut kembung selama enam belas hari dikarenakan keseringan makan mie instan. Setelah sehat dari sakitnya, ia tidak bisa memakan mie instan lagi karena setiap kali ia makan mie instan, ia akan merasa sakit pada perutnya dan juga mual. Hmm… bahaya banget, kan, gaes?

Nah, agar kamu tidak mengalami pengalaman seperti teman saya, yuk, cek tips makan mie instan yang sehat di bawah ini!

1. Masak hingga matang sempurna

masak mie instan hingga matang

Nah, hayo ngaku… Siapa yang suka makan mie instan yang cuma diremas tanpa dimasak terlebih dahulu? Memang, sih, mie instan yang dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu, nggak akan membuatmu sakit karena kandungannya. Mie instan memang sudah melewati masa deep frying sehingga mie instan bebas dari mikroba yang dapat membuatmu sakit.

Tapi, masalahnya adalah memakan mie instan tanpa dimasak atau memakan mie instan yang setengah matang, bisa membuat ususmu bekerja lebih keras, jika dibandingkan ketika kamu memakannya secara matang.

Selain itu, memakan mie instan dalam keadaan mentah dapat berbahaya karena terjadi bentuk reaksi kimia di dalam tubuh yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan organ internal. Kamu pun juga bisa mengalami gangguan keseimbangan tubuh dengan gejala-gejala seperti mual-mual, cepat merasa lapar, nafsu makan berkurang dan sebagainya. Jadi jangan makan mie instan dalam keadaan mentah, ya.

2. Kurangi bumbu mie instan

kurangi bumbu mie instan

Seperti yang kamu ketahui, di dalam bumbu mie instan pasti ada banyak sekali kandungan mono sodium glutamat yang biasa kamu kenal sebagai MSG atau bahasa kerennya mecin. Nah, MSG ini kalau kamu konsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan otak, lho.

Bahkan ada beberapa orang yang ketika makan mie instan secara berlebihan, bisa terkena berbagai macam gejala-gejala seperti mati rasa di beberapa bagian tubuh, kesemutan, dan sakit kepala. Maka dari itu, agar kamu tetap bisa merasakan nikmatnya makan mie instan tanpa terkena berbagai macam gejala dan penyakit, kamu bisa mengurangi bumbu dari mie instan.

3. Jangan campur bumbu saat mie instan saat dimasak

jangan masukkan bumbu mie instan saat sedang dimasak

Karena bumbu mie instan mengandung MSG a.k.a mecin, jadi, jangan campurkan bumbu saat mie instan sedang dimasak ya, gaes. MSG ketika dipanaskan mencapai suhu 120 derajat, justru akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. MSG yang terkandung dalam bumbu mie instan tersebut dapat berubah menjadi zat karsinogen yang dapat memicu kanker.

Maka dari itu, prosedur memasak mie instan yang tertulis di kemasan bukan hanya untuk aesthetic saja, gaes, melainkan untuk memberitahu konsumen tentang bagaimana cara memasak mie instan yang baik dan benar.

4. Tambahkan pelengkap mie instan yang bergizi

tambahkan pelengkap mie instan

Mie instan merupakan makanan yang penuh dengan karbohidrat, lemak, sedikit protein, serat, mineral dan vitamin sehingga harus di konsumsi bersama dengan menu lainnya. Nah, agar gizi dalam mie instan menjadi seimbang cobalah tambahkan sayuran, telur, daging cincang atau sarden.

Salah satu sayuran yang cocok untuk dimakan bersama mie instan adalah sawi hijau. Sawi hijau memiliki banyak kandungan seperti kalori, vitamin A, vitamin B, C, E dan K. Selain itu, sawi hijau juga memiliki kandungan kalium, kalsium, fosfor, zat besi dan sebagainya. Sedangkan, telur, daging cincang atau sarden mengandung banyak sekali protein. Nah, yang tadinya mie instan kurang akan kandungan-kandungan bergizi, sekarang menjadi lebih sehat, kan?

5. Jangan terlalu sering makan mie instan

Mie instan memiliki bahan dasar yaitu tepung terigu yang terbuat dari gandum. Gandum sendiri merupakan bahan makanan yang mengandung karbohidrat sehingga dalam suatu keadaan tertentu, mie instan dapat menggantikan nasi. Kalau kamu terlalu sering makan mie instan dan jarang sekali bergerak bahkan berolahraga, dampak yang ditimbulkan pda tubuh ialah obesitas bahkan diabetes. Duh, serem banget, kan, gaes?

Selain itu, kandungan serat pada mie instan juga sangatlah minim, sehingga kalau kamu banyak memakan mie tanpa dibarengi dengan makan-makanan berserat lainnya bisa saja kamu terkena berbagai macam gejala pada tubuh seperti kekurangan energi, sembelit, mudah merasa lapar, obesitas dan sebagainya.

Prinsipnya ialah, memakan segala suatu hal janganlah berlebihan. Dilansir dari detikfood, tidak disarankan untuk memakan mie instan setiap hari karena kandungan nutrisinya yang tidak lengkap. Sebaiknya, memakan mie instan cukup sekali dalam seminggu atau empat kali dalam satu bulan.

***

Nah, meskipun mie instan bukanlah makanan yang berbahaya, akan tetapi, kamu pun harus benar dalam hal memasaknya dan juga mengonsumsinya, ya, gaes.

Baca juga:

(Sumber gambar: hellosehat.com, tribunnews.com, keepo.me, kompasiana.com)

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 5 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 9 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 16 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©