Menu

Tips dan Cara Membuat Motivation Letter yang Kece Buat Daftar Beasiswa

Siapa yang mau dapet beasiswa? Pasti banyak, dong, dari kalian yang bercita-cita melanjutkan studi tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun—apalagi kalau studinya itu dilakukan di luar negeri.

Nah, kalau kamu menyimak sesi Tanya Youthmanual Live minggu lalu, pembicara kita, Kak Lidya, menyebutkan 1 persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh setiap pendaftar beasiswa. Yes, persyaratan itu adalah motivation letter!

Apa, sih, motivation letter itu?

Motivation letter atau yang kadang disebut juga statement of purpose adalah sebuah dokumen yang wajib kamu sertakan kalau kamu mau daftar beasiswa. Motivation letter biasanya terdiri dari 1 halaman yang menjelaskan maksud dan tujuan kamu mendaftar program beasiswa tersebut dan juga potensi kamu yang sekiranya relevan dengan bidang studi beasiswa yang kamu inginkan.

Nah, karena penyeleksi beasiswa dapat menilai kelayakan kamu melalui motivation letter yang kamu tulis, maka kamu harus serius nih dalam membuat surat yang satu ini. Ingat, motivation letter yang baik tentunya bakal mengantarkan kamu untuk dapetin beasiswa yang kamu inginkan.

cara menulis motivation letter

Bagaimana cara menulis motivation letter yang baik dan benar?

Ada beberapa hal nih yang wajib banget kamu ‘ceritakan’ di dalam motivation letter kamu, yaitu:

1. Siapa diri kamu

Sebagai pembuka, kamu tentunya harus menjelaskan mengenai dirimu agar penyeleksi beasiswa dapat mengenal kamu dengan baik. Ceritakan secara singkat dan menarik soal kelemahan dan kekurangan kamu, juga hal-hal tentang dirimu yang terkait dengan pilihan studi yang mau kamu ambil.

2. Latar belakang pendidikan

Selain perkenalan diri, latar belakang pendidikan juga jadi komponen penting yang harus kamu cantumkan di dalam motivation letter. Kamu bisa menjelaskan soal jenjang pendidikan formal yang kamu tempuh, juga pendidikan non-formal seperti training ataupun kursus yang pernah kamu ikuti.

3. Prestasi dan pengalaman kamu

Pernah magang? Aktif di organisasi? Ikut volunteer? Ceritain aja di motivation letter kamu! Penyeleksi beasiswa pastinya akan terkesan kalau melihat kandidat yang aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan positif di lingkungannya.

4. Skill

Selain prestasi dan pengalaman, kamu juga bisa lho menguraikan kompetensi dan skill-skill yang kamu miliki di dalam motivation letter. Ini pastinya akan jadi nilai tambah kamu dibanding kandidat-kandidat lainnya yang mendaftar beasiswa serupa.

5. Alasan kamu ingin melanjutkan studi dengan program beasiswa tersebut dan kenapa kamu memilih bidang studi yang kamu pilih

Kamu harus memberikan alasan yang jelas dan kuat mengapa kamu ingin melanjutkan studi kamu dengan program beasiswa tersebut. Jelaskan juga apa manfaat yang sekiranya bakal kamu berikan kepada lingkungan sekitarmu kalau kamu mendapatkan ilmu dari beasiswa tersebut. Kamu juga bisa lho bercerita mengenai minat kamu dalam bidang studi yang kamu pilih, dan mengapa kamu menjatuhkan pilihan pada jurusan/universitas/negara tujuan beasiswa tersebut.

6. Mata kuliah apa yang bermanfaat buat kamu dalam program beasiswa yang kamu pilih

Tentunya tujuan kamu mendaftar program beasiswa itu adalah untuk belajar, maka itu jangan lupa untuk menjelaskan mata kuliah apa yang sekiranya dapat menunjang masa depan kamu nantinya setelah berhasil masuk ke jurusan yang kamu pilih ya!

7. Apa yang akan kamu lakukan setelah masa studimu selesai

Penyeleksi beasiswa tentunya menginginkan kandidat yang mengamalkan ilmunya dengan baik setelah mereka menyelesaikan studinya masing-masing. Makanya penting banget nih sob buat menguraikan rencana yang akan kamu lakukan setelah masa studimu selesai. Apalagi kalau kamu mendaftar beasiswa ke luar negeri, kamu tentunya diharapkan untuk kembali ke Indonesia dan menggunakan ilmu yang udah kamu dapatkan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Tsaah.

Tips ‘n Trick Menulis Motivation letter

Udah paham ‘kan apa-apa aja yang harus ditulis dalam motivation letter? Nah, sekarang Youthmanual mau kasih beberapa bocoran tips nih agar motivation letter yang kamu tulis makin kece dan dilirik oleh penyeleksi beasiswa. Ini dia:

1. Cari tahu sebanyak-banyaknya soal kampus yang kamu tuju

Sebelum mulai menulis motivation letter, ada baiknya kamu melakukan research terkait kampus yang akan menjadi tujuan beasiswa kamu. Cari tahu soal jurusan, bidang studi, dan mahasiswa dengan kualifikasi seperti apa yang dicari oleh kampus tersebut. Biasanya, info seperti ini banyak tersedia di Google maupun website kampus terkait. Jadi, jangan malas searching ya!

2. Struktur itu penting!

Kamu pasti males banget ‘kan kalau baca artikel atau dokumen yang strukturnya acak-acakan? Begitu pula dengan para penyeleksi beasiswa, sob. Apalagi dalam sekali pembukaan gelombang pendaftaran, para penyeleksi itu harus membaca ratusan bahkan ribuan dokumen kandidat. Jadi usahakan struktur motivation letter kamu serapih mungkin ya. Selalu periksa ulang motivation letter-mu untuk menghindari typo, font yang nggak sesuai, paragraf yang nggak jelas, atau spacing yang berantakan.

3. Gunakan kalimat pembuka yang menarik

Banyaknya dokumen yang masuk dalam satu gelombang pendaftaran beasiswa, tentunya membuat para penyeleksi harus bisa melakukan screening dengan cepat. Kecil kemungkinan mereka bakal membaca satu per satu motivation letter yang masuk dengan seksama. Maka itu, sebisa mungkin kamu harus membuat motivation letter-mu menarik untuk dibaca dari kalimat paling pertama. Bukalah paragrafmu dengan kalimat-kalimat menggelitik yang menarik penyeleksi untuk membaca hingga akhir. Memang sulit sih, tapi percaya deh hal ini pasti bakal meningkatkan kesempatan kamu buat mendapat beasiswa impian.

4. Pemilihan kata dan grammar

Buat kamu yang mendaftar beasiswa ke luar negeri, biasanya motivation letter yang ditulis wajib menggunakan bahasa inggris. Nah, di sinilah grammar jadi penting! Kamu harus memperhatikan dengan seksama pemilihan kata serta struktur kalimat dari motivation letter-mu. Nggak perlu menggunakan kata-kata rumit yang susah dimengerti, yang penting pesan yang mau kamu sampaikan dapat tertuang dengan jelas dalam sekali baca.

5. Minta pendapat orang lain

Motivation letter-mu sudah selesai ditulis? Coba tunjukkan kepada teman, orang tua, maupun guru dan pembimbing akademik kamu. Tanyakan pada mereka apa yang sekiranya kurang dan poin mana yang bisa kamu kembangkan lebih lanjut. Akan lebih baik lagi kalau kamu berdiskusi dengan orang-orang yang sudah berhasil lolos beasiswa serupa agar kamu lebih memahami apa aja sih hal-hal yang sekiranya bisa jadi nilai tambah motivation letter yang udah kamu buat.

***

Itu dia beberapa langkah dan tips yang bisa kamu ikutin dalam menulis motivation letter. Selamat berburu beasiswa! May the odds be ever in your favor.

 

Baca juga:

(sumber gambar: alis.alberta.ca, planetscholarship.com, studentworldonline.com)

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 8 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©