Menu

Tips Cepat Akrab Sama Teman Baru untuk Mahasiswa Rantau

Siapa, sih, yang nggak mau punya banyak teman? Tapi namanya teman baik, nggak bakal tiba-tiba nongol di depan pintu rumah atau kostan. Kita harus kenalan, mencari kecocokan dan mempertahankan hubungan pertemanan itu sendiri. Duh, ini mau temenan apa ke pelaminan? Tapi bener, kan? Nggak semua orang yang kita kenal bisa jadi teman akrab.

Sebagai mahasiswa rantau, salah satu hal yang saya rasakan berat banget ketika baru masuk kuliah adalah berteman dengan orang baru. Kalau cuma kenalan doang, sih, gampang ya gaes. Tapi menjalin pertemanan yang akrab dan bisa bertahan lama ternyata sangat menantang, lho. Salah-salah, kita malah nggak nyambung dan jadi awkward satu sama lain. Apalagi sebagai anak rantau, pergaulan di daerah cukup beda jauh sama pergaulan di kota besar.

Berikut tips yang bisa kamu coba supaya cepat akrab dengan teman baru.

Ikut Unit Kegiatan Mahasiswa dan terus latihan rutin

Dalam sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pastinya akan lebih mudah menemukan teman baru yang satu hobi. Misalnya, nih, kalau kamu masuk UKM paduan suara, tentu kamu bakal ketemu teman-teman yang memang suka dengan seni tarik suara. Meskipun mungkin jenis musik kalian nggak sama, tapi bahan obrolan kalian nggak bakal jauh-jauh dari seni musik.

“Saya udah ikut UKM, kok. Tapi tetap aja nggak punya teman akrab.” Makanya, jangan sepelekan latihan, gaes. Latihan rutin menjadi jalan yang paling gampang untuk membentuk rasa kebersamaan. Semakin sering ketemu, kalian bakal lebih mengenal karakter satu sama lain dan cepat akrab. Selain itu, kegiatan di UKM bikin kalian merasa senasib sepenanggungan. Misalnya, sama- sama pulang sore setelah latihan, sama-sama diomelin senior, dan lain sebagainya.

Coba cari teman lewat komunitas di media sosial

Memang, sih, kalau nggak hati-hati, sebagai anak rantau cara ini terdengar menakutkan. Apalagi, banyak banget penipuan yang marak terjadi lewat media sosial. Tapi kalau kamu bisa memanfaatkan media sosial secara bijak, kamu bisa menemukan akun-akun komunitas keren, lho.

Misalnya, saya pernah mengikuti salah satu komunitas fiksi dan puisi lewat Twitter. Kebanyakan anggotanya juga merupakan anak rantau. Karena hobi dan latar belakang yang sama, mencari teman dan mengakrabkan diri jadi nggak terlalu sulit. Pertemuanpun biasanya dilakukan beramai-ramai dan di tempat umum. Jadi, sebagai anak rantau, kita merasa lebih aman.

Bukan cuma banyak mendengarkan, tapi juga banyak bercerita.

Menurut data yang diambil dari Hufftington Post, 65% responden pada sebuah survey kepercayaan menyatakan bahwa seseorang bakal percaya sama orang lain kalau orang tersebut membuka diri terlebih dahulu. Maksudnya, kita bukan hanya harus banyak mendengarkan, tapi juga harus mau bercerita. Kisah-kisah yang menyentuh hati atau memiliki kesamaan sama orang tersebut, akan menjadi jembatan untuk membuat orang lebih percaya.

Saran saya, jangan menceritakan atau bertanya hal yang terlalu pribadi kepada teman yang baru kamu kenal. Cukup cerita tentang hal umum seperti hobi atau pendapat kalian tentang musik, film dan mata kuliah tertentu.

Mendekatkan diri ke hal-hal yang penting buat orang tersebut

Kalau sudah mulai akrab, mendekatkan diri ke hal-hal yang penting buat orang tersebut bisa bikin pertemanan lebih awet. Saya sendiri selalu mendukung teman-teman saya untuk menjalankan passion-nya dan membantu mereka mempersiapkan rencana penting dalam hidup mereka. Misalnya, kalau teman saya ingin meraih beasiswa ke luar negeri, saya akan langsung memberi info soal beasiswa yang saya ketahui. Atau jika teman saya ingin berjualan, saya membeli barang miliknya atau membantu menjualnya.

Oh iya, berkenalan dengan keluarga teman kita, dan menghormati mereka seperti keluarga kita sendiri juga bisa salah satu kunci pertemanan agar tetap awet, lho. Apalagi sebagai anak rantau, jauh dari keluarga bikin kita ingin punya "keluarga" juga di kota tempat kita berkuliah.

 

(Sumber gambar: Wikihow.com)

LATEST COMMENT
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 45 menit yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Masita | 3 jam yang lalu

Masyaa Allah.. nggak salah aku suka pelajaran biologi.. baca nya aja udah kyk meantang aja,apalagi klw benaran nanti... semoga bisa lah...

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi
Maya Nainggolan | 7 jam yang lalu

So luck Sothat msi bisa ngisi amunisi utbk :')

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Masbro | 20 jam yang lalu

Terimakasih sudah mau berbagi info <a href="https://www.kampusajaib.com/2017/08/berkas-wajib-untuk-pelamar-bidikmisi.html">syarat kelengkapan berkas bidikmisi</a> kak,

Syarat Kelengkapan Dokumen dan Berkas SBMPTN, SNMPTN, Bidikmisi, Serta Ujian Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©