Menu

Tips Anti Bokek Ala YouthManual

Uang habis terus? Mengatur keuangan tuh memang susah, ya. Apalagi godaan setan konsumtif yang terkutuk selalu sulit dihindari. Namun dengan niat kuat serta tips-tips berikut ini, kita bisa, kok, menghindari penyakit rutin tanggal tua bernama bokek.

Yuk, disimak!

Buat Daftar Belanja

Setiap sebelum belanja, catat segala kebutuhan yang mau kamu beli. Tanpa catatan, kita cenderung jadi impulsive buyer, atau pembeli tanpa rencana dan pertimbangan yang jelas. Ujung-ujungnya malah beli barang-barang yang nggak diperlukan, deh. Oya, kamu juga harus pintar memilah barang-barang yang perlu dibeli dengan yang ingin dibeli. Start making wise decisions while shopping, ya.

Shopping List

Fasilitas Gratis

Manfaatkan segala sesuatu yang gratis. Bukan berarti harus selalu nyari gratisan, ya, tapi kenapa harus nyari wifi ke cafe kalau ternyata wifi perpustakaan juga ada? Contoh lainnya, kamu bisa nebeng pergi bareng teman atau keluarga yang kebetulan searah.

Free WIFI

Pilih Baju dan Sepatu Netral

Punya koleksi baju dan sepatu meriah a la Diana Rikasari boleh aja, tapi nggak semua orang pede berpenampilan begitu. Kalau kamu termasuk orang yang nggak pede bergaya baju meriah dan serba “tabrakan”, lebih baik isi lemari baju kamu dengan baju-baju bermodel dan berwarna netral, sehingga lebih gampang di-mix and match. Dengan demikian, kamu nggak harus selalu beli tas baru supaya matching dengan sepatu, misalnya.

Baju dan Sepatu

Hangout di Rumah

Sebagai alternatif main ke tempat-tempat hiburan berbayar, coba ajak teman-teman nongkrong di rumah. Kalau bosan, rumah yang dikunjungi bisa digilir. Selain lebih hemat, kamu jadi tahu lokasi rumah teman-teman dan jadi bisa akrab dengan keluarga mereka. Siapa tahu teman kamu punya adik atau kakak yang bisa digebet, ya, nggak?

Bawa Bekal dari Rumah

Nggak usah malu bawa bekal dari rumah. Selain jadi lebih hemat, bekal homemade pastinya lebih sehat. Kalau merasa repot nyiapinnya, minimal bawa minum dan nasi dari rumah, lalu hanya beli lauk di kantin. Lumayan, ‘kan? Cobain dulu, deh, bawa bekal selama satu minggu penuh sebagai percobaan, lalu hitung berapa banyak uang jajan yang bisa kamu tabung.

Bekal dari Rumah
 

Jualan Barang atau Jasa

Kalau kamu punya jasa yang bisa dijual atau keahlian membuat sesuatu, jadikan ini peluang bisnis!

Misalnya, kalau kamu bisa bikin kerajinan tangan lucu atau makanan-makanan kecil, produk-produk buatanmu ini bisa banget kamu jual.

Selain barang, kamu juga bisa jual jasa, lho. Misalnya, jadi penerjemah bahasa, jadi MC di acara-acara kampus maupun acara-acara teman, graphic desainer, penulis lepas, dan lain sebagainya.

Lalu, kalau kamu punya akses untuk beli barang keren dari luar kota ataupun luar negeri, kamu bisa buka jasa pembelian alias pre-order. Sebagai perantara, kamu bisa (sedikit) ambil untung, lho.

Jualan Barang atau Jasa

Pisang coklatnya satu, sis! Satu lusin!

***

Udah segede gini, kita wajib mengatur keuangan dengan baik agar bisa punya tabungan untuk keperluan mendadak serta masa depan yang lebih cerah. Aih, aih!

(sumber gambar: BiarTauAja, gigisusu.net, Home Heaven)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 15 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©