Menu

Sulit Untuk Berkembang? Coba Perhatikan Kebiasaanmu!

"Duh, kenapa, ya, kok, kayaknya, aku susah banget untuk berkembang? Kalau ngeliat teman-temanku yang lain, banyak dari mereka yang ikut berbagai macam conference, volunteering atau menjadi ketua di suatu organisasi. Kok, aku gini-gini aja, ya?"

Nah, gaes, pernahkah kamu merasakan hal yang sama seperti di atas? Jujur saja, saya pernah merasakannya beberapa waktu yang lalu. Saya merasa bahwa saya tidak berkembang, merasa begitu-begitu saja, merasa tidak lebih baik dari orang lain dan sebagainya. Kalau kamu pernah merasakan hal seperti yang di atas, yuk, deh, kita coba introspeksi diri.

Tahukah kamu? Keberhasilan, pengalaman, kemampuan dan sebagainya merupakan cerminan dari kebiasaan orang tersebut, lho. Misalnya, nih, kamu melihat ada orang yang berhasil di dunia pendidikan seperti dapat ranking satu atau lulus kuliah dengan predikat cumlaude, tandanya, orang tersebut memiliki kebiasaan suka belajar, tidak pantang menyerah untuk mengerti suatu hal, rasa ingin tahu yang tinggi dan sebagainya.

Selain itu, ada teman-temanmu yang sering sekali mengikuti berbagai macam program volunteer. Berarti, temanmu tersebut memiliki kebiasaan yaitu suka bertemu orang baru, berteman dengan banyak orang, suka membantu orang dan sebagainya. Nah, kalau kamu merasa bahwa kamu sulit berkembang, jangan-jangan, ada beberapa kebiasaan kurang baik yang masih kamu jalani. Wah, kebiasaan apa saja, ya, yang menghambatmu untuk berkembang?

1. Mengkhawatirkan banyak hal

overthinking

Mengkhawatirkan banyak hal atau overthinking, merupakan suatu hal yang nggak baik, lho, gaes. Dengan kamu yang terbiasa mengkhawatirkan banyak hal, kebiasaan tersebut dapat menjadi beban untukmu. Memangnya, kamu mau memiliki beban yang sebenarnya hanya produk dari pemikiranmu saja? Padahal, hal yang kamu khawatirkan belum tentu benar, lho.  Dengan terbiasa overthinking, kamu pun, pastinya, menjadi seseorang yang serba khawatir, takut dan sebagainya. Pada akhirnya, kamu pun jadi terhambat untuk mengembangkan dirimu sendiri.

2. Takut mencoba hal baru

takut mencoba hal baru

Ada beberapa orang yang memang susah untuk mencoba hal-hal yang baru. Jika kamu menanyakan apa alasan mereka, Banyak dari mereka yang menjawab karena takut nggak bisa, malu, takut nggak cocok, males dan sebagainya. Hmm... Padahal kalau kamu belum mencobanya, mana bisa kamu tahu apakah kamu bisa atau nggak, cocok atau nggak dan sebagainya.

Selain itu, kalau kamu takut untuk mencoba hal-hal baru, bagaimana kamu bisa mengembangkan dirimu sendiri? Kalau kamu nggak mau mencoba hal-hal baru, sama saja seperti kamu hanya berdiam diri di satu tempat.

3. Nggak mau keluar zona nyaman

comfort zone

Banyak, nih, yang sulit sekali keluar dari zona nyaman. Misalnya, nih, kamu di sekolah memiliki beberapa sahabat. Kamu selalu pergi kemana-mana bersama sahabat-sahabatmu, bahkan, ikutan ekskul pun harus bareng sahabat. Kalau nggak ada sahabat, pokoknya nggak mau.

Well, itu pun sudah termasuk kalau kamu nggak bisa keluar dari zona nyamanmu. Coba deh bayangin, kamu ingin masuk ekskul teater, tapi sahabat-sahabatmu nggak mau bergabung dengan ekskul tersebut. Pada akhirnya, kamu pun memutuskan untuk nggak ikutan ekskul teater. Padahal, nih, dengan ikutan ekskul tersebut, kamu bisa, lho, mengembangkan dirimu baik itu skill teater, tata rias, vokal bahkan skill berorganisasi.

4. Pesimis

pesimistik

Apa-apa sudah bilang nggak bisa, apa-apa sudah bilang kalau kamu nggak punya keahlian. Duh... Itu namanya udah pesimis, gaes. Pesimis itu nggak baik, lho. Memangnya kenapa, sih, pesimis itu nggak baik? Karena dengan pesimis, sama saja seperti kamu menutup dirimu terhadap semua kemungkinan. Bisa saja kalau kamu nggak pesimis, kamu akan lebih mahir dalam hal tertentu, punya banyak teman, punya banyak pengalaman dan sebagainya.

Pesimis juga sama saja seperti kamu merendahkan dirimu sendiri. Misalnya, nih, kamu merasa bahwa kamu nggak punya kemampuan apa-apa dan kamu, akhirnya, menyerah untuk meningkatkan kemampuanmu. Padahal, kamu belum tahu, kan, kalau sebenarnya kamu bisa atau nggak. Tapi, karena kamu sudah pesimis, akhirnya, kamu mengabaikan kemampuanmu atau skill baru yang bisa kamu tingkatkan.

5. Menyerah pada tekanan

under pressure

Dimana pun kamu berada, apapun statusmu, baik itu kamu masih pelajar atau pekerja, kamu akan bertemu dengan berbagai tekanan. Nggak percaya? Misalnya, nih, kamu masih bersekolah dan kamu merasa tertekan dengan banyaknya tugas-tugas, akhirnya, kamu pun memilih untuk menyontek tugas dari teman-temanmu yang sudah mengerjakannya. Apakah dengan begitu kamu akan berkembang? Jawabannya pasti nggak.

6. Bergantung kepada orang lain

Kalau kamu ingin berkembang, kamu nggak perlu bergantung kepada orang lain. Kamu bisa, kok, ikut berbagai macam kelas gratis, bergabung di organisasi atau komunitas dan sebagainya. Gampang banget, kan, gaes? 

Karena kamu nggak harus bergantung kepada orang lain, ketika kamu ingin berkembang, nggak ada ceritanya, tuh, kamu harus menyalahkan orang lain. Kalau kamu nggak berkembang, coba, deh, kamu mulai introspeksi diri bukan menyalahkan orang lain.

***

Pada akhirnya, kalau kamu ingin berkembang, kamu nggak perlu bergantung kepada orang lain. Untuk berkembang, kamu pun nggak butuh paksaan. Kalau kamu ingin berkembang, kamu harus merubah kebiasaan-kebiasanmu. Gimana, nih, gaes? Dari lima kebiasaan di atas, kebiasaan mana saja yang masih kamu lakukan? Yuk segera dirubah! Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: relearnhabits.com, nwitimes.com, streamfinancial.com.au, wordpress.com, blog.oracle.com)

LATEST COMMENT
Zulva Nur Imawati | 2 jam yang lalu

Makasih kakk udah jawab. Soalnya aku yakin ini jurusan yang aku cari2 sejak dulu. Tapi saya tinggal bukan di perkotaan, agak khawatir sama prospek kerja. Memang sih di daerah saya setelah saya mencari data tenaga kerja RS untuk okupasi terapis tidak ada. Hanya ada fisioterapi itupun hanya 1 orang. Terimakasih kak, semoga dimudahkan sekolahnya. Doakan saya bisa masuk jurusan ini yaa

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Asyila | 4 jam yang lalu

Kalo tembus fkui lewat jalur sbmptn, biayanya semahal di PTS ga sih kak? Jujur aja aku pengen bgt keterima fk cuma kasian papa aku krn mengeluarkan biaya kedokteran ku yg pastinya mahal bgt, dan juga ada ibu dan kakakku yg perlu dinafkahi oleh ayah ku, rasanya aku agak egois ga sih?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Kedokteran di Youthmanual
Komang S. Satyanata | 5 jam yang lalu

Mohon maaf Baru balas Bantu jawab, Boleh ttapi alangkah baiknya bila ambil aja sbm nya (A)

Seleksi Mandiri Universitas Udayana 2019: Mulai Dari Syarat Pendaftaran Hingga Program Studinya
Sabrina Halimatus Sakdiyah | 5 jam yang lalu

Saya bingung nanti setelah lulus SMA saya ngambil jurusan apa. Kata temanku dan guru seniku gambaran saya bagus tapi menurutku biasa aja soalnya saya melihat temen selain kelasku ada yang lebih bagus dari saya malah jauh lebih bagus. Saya sih pengen banget jurusan kecantikan tapi takut salah melangkah jauh. Tolong saran untuk saya?

8 Pekerjaan yang Banyak Dibutuhkan di Tahun 2020
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©