Menu

Sering Merasa Rendah Diri? Ini Dia Cara Untuk Menghentikan Pikiran Negatif Agar Kamu Nggak Lama-Lama Nge-Down!

Pernahkah kamu merasa down dan nggak tau harus melakukan apa untuk kembali menyemangati dirimu?

Youthmanual ngerti kok, perasaan down itu bisa datang dan menyerang kapan aja. Nggak peduli kamu lagi liburan, ujian, atau ditengah-tengah pelajaran, bisa aja kamu tau-tau merasakan itu—dan pastinya nggak enak banget ‘kan, rasanya?

So, kali ini Youthmanual mau memberi tips untuk menghentikan perasaan-perasaan negatif tersebut. Siapa tau, setelahnya kamu bisa jadi lebih positive thinking dan nggak lagi merasa down. Bye bye galau!

1. Stop “Memamah-Biak” Pikiran Negatif

Sebelum memulai, satu hal yang harus kamu tahu adalah bahwa memiliki pikiran negatif adalah hal yang normal. Yang membuat hal tersebut jadi sesuatu yang nggak normal adalah jika kamu terus-terusan memikirkanya—memamah-biak pikiran tersebut selayaknya sapi yang mengunyah makanannya berulang kali.

Hal ini dapat berpengaruh pada meningkatnya level kecemasan, depresi, dan perasaan tidak berdaya lho.

2. Ubah mindset

Coba deh untuk melihat sebuah pengalaman nggak enak yang menyebabkan kamu berpikir negatif, sebagai sesuatu perisitiwa nggak beruntung yang nggak akan mempengaruhi hidup kamu dalam jangka panjang. Dengan begini kamu jadi memiliki pendekatan yang lebih positif dalam melihat sebuah masalah.

3. Mencoba “Defensive Pessimism”

Tahu nggak, kalau memikirkan skenario terburuk dalam sebuah situasi ternyata bisa membantu kamu mengurangi pikiran negatif JIKA kamu bisa menemukan cara dan strategi yang bisa langsung kamu terapkan untuk menghadapinya.

Misal nih, sebentar lagi kamu ujian dan dengan membayangkan kemungkinan kamu bakal remedial, kamu jadi harus memikirkan juga apa yang bisa kamu lakukan agar hal itu nggak sampai terjadi. Mencoba metode dan teknik-teknik belajar baru yang lebih efektif, contohnya.

4. Belajar untuk membantah pikiran negatifmu

Kenali pikiran-pikiran negatif yang menghantuimu dan lihatlah hal tersebut seperti sesuatu yang dikatakan orang lain kepadamu. Jika sudah, coba pertimbangkan pertanyaan ini: “Apakah seseorang yang peduli terhadapmu akan mengatakan hal tersebut kepada kamu?”

Oiya, kamu juga bisa banget lho untuk memikirkan apa yang akan dikatakan oleh teman baikmu saat kamu lagi merasa down. Pastinya nggak mungkin hal-hal yang menyakiti hati ‘kan?

4. Cari alternatif

Tantang pikiran negatifmu!

Yup, kamu nggak salah baca kok. Untuk mengurangi pikiran negatif, kamu harus berani “menantang” pikiran negatif kamu dengan memikirkan penjelasan alternatif tentang apa yang mungkin menyebabkan hal itu terjadi.

Misal, kamu merasa bahwa jeleknya nilai presentasi kelompokmu adalah karena kamu yang nggak maksimal dalam mengerjakan bagianmu. Nah, coba kamu “tantang” pikiran tersebut dengan memikirkan alternatif lain seperti kemungkinan bahwa jeleknya nilai tersebut adalah karena dosen atau gurumu sedang badmood ketika memberikan nilai kepadamu.

***

Nah, intinya sih gaes, untuk melawan pikiran negatif adalah bukan dengan mendiamkan atau malah menekannya. Lagian nih ya, menurut banyak psikolog, mencoba tetap bahagia meski kamu sedang down, malah bisa bikin kamu semakin sedih lho! Kita ‘kan hanya manusia biasa yang hidupnya nggak melulu penuh hal bahagia, so it’s always best to embrace your emotion and stay true to yourself.

Baca juga:

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 9 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©