Menu

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial

Presented by:

Tertarik meng-endorse atau pengen di-endorse? Cek dulu, nih, info-info seputar bisnis endorsement dan media sosial berikut ini!

Endorse "klasik" vs endorse era medsos

- Definisi endorsement adalah pemberian dukungan terhadap seseorang/sesuatu yang mengandung unsur promosi. Cara endorsement biasanya adalah, pihak yang di-endorse memakai/menggunakan/mengonsumsi produk/jasa pihak yang meng-endorse.

iklan pepsi

Yang di-endorse nggak tanggung-tanggung, the King of Pop, Michael Jackson.

- Dulu, sekitar 7-10 tahun lalu, ketika media sosial belum seramai sekarang, endorsement dilakukan untuk public figure. Misalnya, produsen sepatu dan pakaian sports NIKE dan Adidas meng-endorse atlet/tim berprestasi, atau rumah mode/brand beken meng-endorse seleb yang sesuai dengan image mereka.

- Ketika medsos mulai menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai muncul, deh, istilah influencer, seleb endorser, selebgram, dan lain sebagainya.

- Awalnya, cuma seleb dan figur publik aja yang di-endorse di medsos. Kemudian orang-orang yang punya pengaruh di medsos—seperti misalnya blogger—juga ikutan di-endorse. Semakin ke sini, semakin banyak orang yang di-endorse. Salah satu patokannya adalah orang-orang yang jumlah followers medsosnya tinggi.

endorse

Blogger dan seleb yang punya banyak followers. Selain mereka banyak juga orang-orang yang akhirnya jadi selebgram dan seleb medsos.

- Barang-barang yang di endorse juga beragam banget. Mulai dari produk fashion, hotel, aplikasi, sampai keripik pun ada! Bahkan sekarang, orang pun bisa di-promote. Hah?! MIsalnya, “Please follow akun temen gue yang asik abis, @Joe.Ntor is in the house, yo!"

- Sekarang, hampir semua bentuk kerjasama endorse pasti berbayar. Tetapi ketika media sosial dan online shop belum seramai sekarang, banyak, lho, seleb dan seleb medsos yang mau di-endorse produk secara gratisan.

Masa, sih?  Yup. Pihak yang meng-endorse tinggal kirim barangnya ke si seleb/seleb medsos. Kalau si seleb/seleb medsos suka dengan barangnya, mereka akan post barang tersebut di akun mereka, dan kadang kasih komentar.

Hal ini pernah dialami oleh Widya Sesarika dan Marieta E.U, dua Instagramer yang juga berbisnis online. Seleb sekelas Pevita Pearce aja pernah di-endorse dengan cuma-cuma alias gretong, lho!

Agen endorse dan followers bayaran

- Bisnis endorse berkembang kencang sekali. Bahkan kabarnya, ada Instagramer yang penghasilannya mencapai puluan juta sebulan, cuma dari endorse aja! Padahal dia bukan public figure ataupun berprofesi di dunia hiburan.

- Meng-endorse pun sebenarnya tricky, lho. Ada seleb medsos yang followers-nya banyak. tetapi ternyata nggak "real", karena sebenarnya dia beli followers. Hal ini bisa ketahuan saat dia di-endorse. Karena walaupun followers-nya banyak, tapi saat di-endorse, pihak yang meng-endorse nggak merasakan pengaruh apa-apa.

Kata Widya dan Marieta, "Kalau followers si seleb medsos ini beneran banyak, pasti akan terasa efeknya. Biasanya, setelah dia posting, banyak yang ingin membeli barang serupa,”

- Sekarang juga banyak agen atau perantara yang menangani seleb endorse. Saudara saya yang berbisnis clothing line pernah ditawarkan daftar sederet seleb medsos untuk di-endorse, plus harganya. Soalnya setiap seleb medsos punya tarif yang berbeda-beda.

- Tapi ada juga seleb medsos yang nggak mau memakai perantara/agen.

“Saya pernah pakai perantara (agen), trus agak kapok. Karena ternyata saya harus mempromosikan 20 produk. Banyak banget! Trus, ada barang yang kualitasnya kurang bagus. Selain itu, dengan adanya tanggung jawab terhadap 20 endorsement, saya merasa seperti dikejar-kejar mengerjakannya. Mereka kasih jangka waktu, sih, tapi sayanya merasa terbebani. Setelah itu, saya memutuskan untuk menangani endorsement sendiri, tanpa agen,” ujar Widya, yang akunnya bernama @sesarika.

- Ada wacana pemerintah nantinya akan menetapkan pajak untuk bisnis online, termasuk dalam soal endorsement ini. Dengan adanya rules dan pajak, mungkin akan mengubah kultur dan gaya endorsement di masa depan.

Istilah-istilah endorsement

- Ada dua istilah yang sering dipakai dalam bisnis endorsement. Yaitu...

1. Paid Promote (PP). Maksudnya, si seleb medsos empromosikan sesuatu (barang/brand/akun/makanan/tempat) dengan cara mem-post hal tersebut.

Endorse seperti ini cukup sederhana, karena kamu akan diberikan materinya (fotonya), trus tinggal kamu post ke medsos. Karena effort-nya nggak banyak, tarif seleb medsos untuk memasang PP biasanya lebih murah.

2. Paid Endorse (PE). Dalam PE, barang/jasanya beneran dipakai oleh si seleb medsos, difoto, baru di-post. Trus, biasanya dilengkapi testimonial pada caption-nya. Karena effort-nya cukup besar, wajar aja kalau tarif seleb medsos untuk memasang PE lebih mahal.

"Rules" dan ketentuan

- Umumnya, kerjasama endorsement nggak mengikat. Jadi, seleb medsos bisa aja cuma sekali mem-post barang endorse-nya. Biasanya juga nggak ada kewajiban/komitemen apa-apa antara dua pihak. Kalau si seleb medsos tiap hari mau ganti-ganti baju/produk dari berbagai online shop, boleh-boleh aja.

Beda banget dengan sistem endorsement klasik atau endorsement untuk public figure. Zaman dulu, kalau misalnya Rihanna di-endorse oleh Puma, Rihanna nggak boleh memakai sportswear dari merk lain selain Puma (di depan umum), selama kontraknya berjalan.

- Makanya, proses endorsement zaman dulu itu nggak gampang. Sebuah perusahaan harus mencari sosok yang benar-benar sesuai dengan image mereka. Nggak usah perusahaan segede NIKE. Brand kecil aja teliti banget dalam mencari sosok buat di-endorse. Itulah yang sangat membedakan endorsement zaman dulu dengan sekarang.

- Dengan maraknya endorsement sekarang ini, banyak pihak yang nggak teliti dalam memberi maupun menerima endorse. Misalnya, seorang seleb medsos punya karakter dan gaya yang sebenarnya nggak mewakili produk X, tetapi online shop produk X tetap aja meng-endorse seleb medsos tersebut, hanya karena dia punya banyak followers.

- Sebaliknya, sekarang seleb medsos juga semakin gampang menerima produk yang kurang oke, atau nggak sesuai banget dengan kepribadian si pemilik akun. Yang penting kantong makin tebal!

Contohnya, cowok abege yang di-endorse buat promosiin bralette dan tank top. Onde mande!
Biasanya, sih, followers jadi agak malas kalau medsos seorang seleb medsos isinya endorse dan iklan semua. Apalagi kalau produk-produknya nggak jelas.

- Meski begitu, di tengah ramainya kerjasama endorsement, masih ada, kok, pihak-pihak yang penuh pertimbangan dalam meng-endorse. Misalnya, cottonink. Mereka selalu memilih sosok dan memikirkan konsep dengan cukup matang. Hasilnya, promosi atau kampanye mereka pun jadi tampak lebih "eksklusif".

Dan kalau diperhatikan, seleb online seperti Diana Rikasari dan Ayla Dimitri juga hanya mem-post endorsement yang sesuai dengan karakter mereka.

- Biasanya orang tertarik membeli produk endorse karena yang memakai “orang biasa”, dengan proporsi tubuh, warna kulit, serta gaya yang beragam.

Misalnya, teman saya yang mungil akan mencari referensi baju yang dipakai seleb medsos yang badannya mungil juga. Sementara saya yang badannya lebih, ehm, berisi, juga ingin tahu apakah baju tersebut cocok dipakai orang-orang yang berukuran besar.

Apalagi kalau promonya disertai review yang jujur dan informatif, nggak cuma muji-muji belaka. Endorse yang kayak begini, nih, yang berguna!

(sumber gambar: IG Kendall Jenner, Inuisitr.com, IG Raditya Dika, IG Evita Nuh, IG Justin Bieber)

LATEST COMMENT
fanny chandra | 4 jam yang lalu

Ada kampus swasta yang terima smk cuma SMK (SMF, SM Keperawatan, SM Analisis Gizi dan SM Analisis Kesehatan

10 Tanda Kamu Cocok Jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran
fanny chandra | 4 jam yang lalu

Tergantung FK nya ada yang swasta dan negri Biasanya kalo swasta kurang lebih 300 jt dan semesterannya kurang lebih 30 jt (swasta dan bisa kok ambil beasiswa)

10 Tanda Kamu Cocok Jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Rafli | 5 jam yang lalu

gaada ilmu politik?

Bedah Daya Tampung SIMAK UI 2019 dan Peluang Masuknya
Aini | 6 jam yang lalu

Assalamualaikum kaa,mau nnya apaa blh UIN ini pke cadar atau niqob?

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©