Menu

Kesulitan dalam Mewujudkan Tujuan dan Cita-Cita? Tentukan Goals-mu dengan SMART, Dong!

Biasanya, nih, sebelum tahun baru, pasti ada saja omongan-omongan seperti “ah pokoknya tahun depan harus masuk PTN favorit!”, “tahun depan pokoknya harus sudah kerja!” dan masih banyak lagi. Banyak orang yang menganggap bahwa hal tersebut adalah resolusi. Namun, sesungguhnya hal tersebut bukan resolusi melainkan goals alias tujuan.

Emang bedanya resolusi dan goals, tuh, apa, ya? Resolusi selalu membicarakan tentang perubahan-perubahan pada seseorang yang direncanakan, misalnya seperti, yang biasanya malas belajar menjadi lebih semangat belajar, yang biasanya selalu begadang, sekarang menjadi seseorang yang memiliki waktu tidur yang lebih awal dan sebagainya.

Sedangkan, goals merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang. Nah, ketika kamu sudah menentukan goals, apakah kamu sering mencapai goals tersebut? Atau jangan-jangan, kamu jarang mencapai goals-mu lagi? Hayo… Supaya kamu dapat dengan mudah mencapai goals-mu, tentukan goals-mu dengan SMART, dong!

Secara pintar, gitu, maksudnya? Hmm… Bisa dibilang sih, tapi, SMART yang dimaksud disini adalah sebuah singkatan, gaes. Menurut George T. Doran dalam sebuah jurnal yang berjudul “There’s a S.M.A.R.T. Way To Write Management’s Goals and Objectives”, S.M.A.R.T. merupakan singkatan dari Specific (spesifik), Measurable (dapat terukur), Assignable (dapat dicapai), Realistic (realistis), dan Time-related (sesuai dengan waktu). Wah, duh? Maksudnya gimana, tuh, ya? Tenang, gaes! Akan kita bahas satu persatu ya.

1. Specific (Spesifik)

harus spesifik dalam men-set goals

Pertama, dalam membuat suatu goals, kamu harus spesifik, gaes. misalnya nih, kamu punya goal pokoknya harus masuk PTN! Nah, goal itu belom spesifik, lho. Kamu harus lebih spesifik lagi misalnya seperti kamu akan masuk PTN X, fakultas Y, Program Studi Z di tahun 20XX!

Tujuan dari menentukan goals-mu secara spesifik ialah agar kamu dapat dengan mudah menyusun strategi untuk mencapai goals-mu. Misalnya, nih, kamu punya goals yaitu ingin masuk Program Studi Z di PTN X. Nah, kalau spesifik seperti itu, kan, kamu jadi bisa mencari tahu tentang seberapa banyak peminat di jurusan tersebut di tahun yang lalu. Dari hal tersebut, kamu bisa membuat strategi seperti harus seberapa lama kamu belajar, apakah kamu butuh bimbingan belajar dan sebagainya.

Kalau kamu sudah tahu semuanya tentang jurusan tersebut, kamu pasti dapat mengukur kemampuanmu dan kamu juga dapat memulai strategi yang paling tepat untuk mencapai Program Studi Z di PTN X.

2. Measurable (Dapat Terukur)

goal harus dapat terukur

Kedua, measurable atau dapat terukur. Maksud dari measurable atau terukur ini adalah kamu dapat dengan mudah mengevaluasi apakah goal-mu telah terpenuhi dan seberapa menguntungkannya bagi kamu jika tujuan tersebut tercapai. Jika mengambil contoh goal di atas, tentunya kamu dapat dengan mudah mengevaluasi apakah goal-mu telah terpenuhi atau belum terpenuhi.

Ketika kamu dapat berkuliah di Program Studi Z, PTN X, maka hasil evaluasinya ialah kamu berhasil dalam mencapai goal-mu. Ketika kamu tidak dapat berkuliah di Program Studi Z, PTN X, maka hasil evaluasinya ialah kamu tidak berhasil dalam mencapi goal-mu. Cukup mudah, kan, gaes, dalam mengevaluasi goal-mu? Selain itu, ketika kamu juga dapat dengan mudah mengetahui manfaat-manfaat berkuliah di Program Studi Z, PTN X, maka goal-mu termasuk goals yang dapat terukur.

3. Assignable (Dapat Dicapai)

goals harus bisa dicapai

Nah, ketika kamu sedang membuat goals, kamu pun harus memikirkan apakah goals-mu dapat dicapai atau tidak. Misalnya, nih, kamu ingin berkuliah di Program Studi Z, PTN X, tapi, kamu tidak mau belajar, memiliki nilai mata pelajaran yang kurang memuaskan, malas-malasan dan sering bolos sekolah.

Lalu, apakah goal-mu menjadi suatu hal yang dapat dicapai, gaes? Hmm… Tidak semudah itu, gaes. Agar goal-mu dapat dicapai, kamu tentunya harus melewati tahap-tahap terlebih dahulu. misalnya, nih, kamu mau berkuliah di Program Studi Z, PTN X, maka kamu harus belajar dengan giat, dapat nilai bagus di semua mata pelajaran, tidak bolos-bolosan dan sebagainya. Kamu perlu tindakan sederhana untuk mencapai goal-mu.

4. Realistic (Realistis)

goals harus realistis

Yes, selain dapat dicapai, goals-mu harus realistis. Misalnya nih, karena kamu tahu Program Studi Z di PTN X merupakan pilihan yang terfavorit, maka kamu pastinya akan belajar lebih keras untuk mencapai goal-mu tersebut. Yang biasanya kamu belajar cuma saat ulangan, sekarang kamu mulai membaca buku pelajaran walaupun keesokan harinya tidak ada ulangan.  Yang tadinya tidak pernah ikut bimbingan belajar, karena ingin berkuliah di Program Studi Z, PTN X, kamu pun ikut bimbingan belajar.

Kalau kamu hanya diam-diam saja dan hanya mengandalkan keberuntungan, well, nggak realistis banget, gaes. Untuk membuat goal-mu menjadi realistis maka kamu juga memerlukan tindakan yang realistis untuk mencapai semua goals-mu.

5. Time-Related (Sesuai dengan Waktu)

goals harus sesuai dengan waktu

Selain kamu harus memiliki goals yang spesifik, dapat terukur, dapat dicapai dan realistis, kamu juga harus memperhatikan waktunya, gaes. Maksud dari waktu disini adalah sebuah rincian waktu seperti kapan kamu akan mencapai goal-mu dan juga timeline dari semua strategimu.

Misalnya nih, kamu akan menjalani ujian SBMPTN di bulan Maret 2019, agar dapat menjadi mahasiswa di Program Studi Z, PTN X kamu harus mulai menjalankan semua strategimu sebelum tanggal tersebut. Misalnya,kamu sudah mulai mencari soal-soal SBMPTN dari bulan Juli 2018, kamu mulai berlatih soal-soal tersebut di bulan Agustus 2018 dan kamu sudah mengikuti bimbingan belajar untuk SBMPTN dari bulan September 2018.

***

Kenapa, sih, dalam menetap goals kita harus SMART? Karena SMART itu sendiri merupakan alat yang efektif untuk membantumu dalam menjelaskan goals-mu, membuatmu fokus terhadap goals yang telah kamu tetapkan dan juga memotivasimu agar terus berusaha menggapai goals-mu. Mulai dari saat ini, kamu harus menyusun goals secara SMART, ya, agar semua goals dapat kamu wujudkan.

Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: questionpro.com, darinthompson.ca, troyselberg.com, bisniscoaching.co.uk, city-m.eu, 7-themes.com)

LATEST COMMENT
Ahmad Faidoli Siregar | 6 jam yang lalu

Apa bisa modal jago gambar kita masuk jurusan arsitektur?

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Cindy Tan | 9 jam yang lalu

Semoga lolos dan keterima SBMPTN ke UI 2019

Berapa Passing Grade SBMPTN 2019?
Hawwa 'Ainaa | 11 jam yang lalu

Saya sma jurusan ipa, apakah bisa masuk fsrd lewat jalur snmptn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau bertanya. Boleh nggak mengambil 1 prodi saja di 2 PTN berbeda?

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau tanya. Boleh nggak mengbila 1 prodi pada 2 PTN yang berbeda? Sekian terima kasih!

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©