Menu

Cara-Cara Supaya di-Endorse di Instagram

Kalau diamati, di media sosial, banyak banget anak muda non-selebriti yang di-endorse dari ujung rambut sampai ujung kaki oleh berbagai produk, mulai dari camilan sampai vitamin peninggi badan.

Soalnya, media sosial—seperti Twitter dan Instagram—memang merupakan platform seru untuk mengekspresikan diri dan menyalurkan kreativitas. Anak-anak muda yang sukses membuat akunnya jadi menarik ujung-ujungnya jadi punya banyak fans dan follower, sehingga mereka sukses jadi influencer. Nah, para influencer inilah yang akhirnya sering di-endorse atau disponsori. Mereka nggak cuma dapat barang-barang keren for free, tetapi juga bayaran berupa uang.

Bahkan seperti yang diceritakan di artikel ini, di Amerika, seorang influencer bisa mengantongi sekitar $500 per hari! Ini dollar lho, bukan duit monopoli!

Ih, seru amat! So, how can we get ourselves endorsed? Saya akan bagi-bagi tipsnya, khususnya untuk platform Instagram. Mari, sis, bro!

1. Profil Ciamik

Perhatikan profilmu—apakah foto, nama dan bio-nya sudah menarik? Bikinlah sekreatif dan se-catchy mungkin. Tapi ingat, info yang ditampilkan harus tetap benar, ya. Jangan bo’ong.

Bosen sama foto muka sendiri? Boleh, kok, masang profile picture kaki di atas pasir atau pose kayang sekalian. But please, jangan pajang foto Kendall Jenner atau artis Korea, edit sana-sini, trus ngaku kalau itu kamu.

Jangan lupa cantumkan contact, supaya yang mau endorse kamu gampang menghubungi. Optimis aja doloo…

2. Foto Niat

Setelah mengamati 6,783 akun Instagram yang rutin di-endorse #lebay, saya bisa menyimpulkan bahwa mereka semua punya satu kesamaan: fotonya (atau videonya) niat.

Ada selebgram yang memang hobi motret dan punya kamera canggih. Ada juga, selebgram yang cuma motret pake kamera handphone dengan skill yang standar, tapi subjek atau propertinya selalu menarik. Malah ada yang sengaja bikin senorak mungkin tapi malah jadi kocak.  

Maka pikirkan konsep foto (dan video) yang ingin kamu tampilkan. Trus, ambil beberapa jepretan—jangan cuma sekali—supaya kamu bisa memilih hasil yang paling bagus.

3. Rajin Posting  

Walau postingan-nya yahud, akun kamu nggak bakal dilirik kalau update hanya tiap bulan purnama. So, eksistensi dan konsistensi mesti dijaga. Oya, jangan lupa cantumkan tags yang mendukung, tapi jangan overused.

4. Be A Followers Magnet

Dengan menjalankan poin 1 sampai 3, otomatis followers kamu biasanya akan bertambah. Then, go further! Tag dan mention orang, tempat atau brand yang terkait dengan dengan postingan-mu. Trus, sebisa mungkin balas komentar yang masuk.

Kalau jumlah followers udah lumayan, kamu bisa bikin giveaway kecil-kecilan. Pasti follower kamu bakal hepi. Hal ini sekaligus akan menarik massa lebih besar. Akun kamu pun akan terkesan lebih bonafid.

5. Berikan Sesuatu yang Berguna

Nah, hal ini sebenarnya lebih penting daripada bagi-bagi hadiah giveaway. Berikanlah sesuatu kepada followers lewat postingan kita secara rutin. Nggak perlu yang berat. Bisa berupa info tempat, tips, meme kocak, kutipan inspiratif, gambar yang menarik atau hal-hal lain yang “sesuatu” banget.    

6. Stay True to Yourself     

Meskipun kamu termotivasi menjadi seorang selebgram, tetaplah selalu menjadi apa adanya. Nggak perlu, lah, bergaya bak artis ibu kota kalau itu memang bukan gaya kamu. Apalagi merasa paling bener, paling kece dan paling oke di antara Instagrammers lain.

Kenapa?  

Sebuah artikel di situs Fast Company menyebutkan bahwa pemilik akun medsos justru di-endorse karena mereka relatable dan mirip dengan orang kebanyakan. Mereka tampak lebih meyakinkan dan real ketimbang high-profile people seperti seleb.

Kalau kamu udah siap meng-upgrade akun Instagram kamu jadi lebih kece supaya banyak menarik endorsement, cek artikel-artikel berikut, ya!

(sumber gambar: The Drum, Instagram/marietaeu, Instagram/nuhevita)



LATEST COMMENT
Tisam Ali | 3 jam yang lalu

Kami kurang tahu jangka waktu tepatnya, namun pastinya setelah kuliah berjalan. Untuk lebih jelanya, kamu bisa mngecek ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Teknik Biomedik, Bisnis Digital, serta Jurusan Kuliah Baru Lainnya di Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2018
Tisam Ali | 3 jam yang lalu

Tidak berhubungan. Kamu hanya akan berkesempatan lulus di 1 prodi.

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 3 jam yang lalu

Jika diisi dan benar poinnya 1, jika salah poin 0. Jika tidak diisi poin juga 0. Bagi saya, lebih baik diisi karena ada peluang benar dan mendapat poin.

Sistem Penilaian Baru SBMPTN 2018, Menristekdikti: Lebih Menguntungkan Peserta!
Alia Rahmawati | 12 jam yang lalu

trus kalau kita betul-betul mentok gatau jawabannya apa, lebih baik tetap diisi atau dikosongkan saja ya? masih ga ngeh soal ini huhu

Sistem Penilaian Baru SBMPTN 2018, Menristekdikti: Lebih Menguntungkan Peserta!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©