Menu

Bertemu dengan Dosen Killer? Jangan Takut, Lakukanlah Tips Berikut Ini!

Ketika kamu berkuliah, pasti kamu akan menemui berbagai macam tipe dosen. Ada dosen yang cuek, ada dosen yang gaul dan friendly dengan para mahasiswa, ada dosen yang mudah sekali memberikan nilai bagus dan sebagainya. Namun, ada lho, gaes, tipe dosen yang paling tidak disukai dan ditakuti oleh para mahasiswa. Tipe dosen tersebut ialah dosen killer.

Ha? apa? Dosen killer? Wah kriminal, dong? Eits… Jangan artikan killer yang ini dengan arti yang sesungguhnya, ya. Killer disini hanya berupa istilah kok. Maksud dari dosen killer adalah dosen yang terkenal menyeramkan. Para dosen killer ini, biasanya, tindakannya suka tidak terduga, tiba-tiba menunjuk salah satu mahasiswa untuk menjawab pertanyaannya, tiba-tiba marah karena kesalahan mahasiswa dan parahnya tiba-tiba memberikan nilai jelek di penghujung semester.

Biasanya, nih, ketika mahasiswa bertemu dengan dosen yang memiliki tipe killer seperti ini, mahasiswa hanya bisa mengeluh, takut, tegang, malas berkuliah di mata kuliahnya, malas mengerjakan tugasnya dan sebagainya. Nah, daripada kamu merasa takut, tegang, malas dan sering mengeluh, yuk, lakukan tips ini ketika kamu harus berhadapan dengan dosen killer!

1.  Baca materi mata kuliah yang diajarkan sang dosen sebelum masuk kelas

membaca buku

Yak, dosen killer terkadang suka iseng memang. Terkadang, bisa saja dengan tiba-tiba, sang dosen menunjukmu untuk menerangkan tentang materi pelajaran pada hari itu. Atau, bisa saja dengan tiba-tiba, sang dosen menyuruhmu untuk menjawab pertanyaannya.

Daripada kamu tidak bisa menerangkan atau tidak bisa menjawab pertanyaannya, dan kamu pun bisa juga terkena cap buruk dari sang dosen, lebih baik, kamu membaca materi terlebih dahulu sebelum masuk ke kelasnya. Dengan membaca materinya terlebih dahulu, setidaknya kamu sudah mempersiapkan dirimu sebelum ditanyai atau disuruh menjelaskan banyak hal oleh sang dosen.

2. Kerjakan tugasnya sebaik mungkin

kerjakan tugasmu sebaik mungkin

Nah, karena kamu sudah malas dengan dosen yang killer, akhirnya kamu jadi malas, deh, mengerjakan tugasnya. Eits… jangan seperti itu, gaes. Memang dosen yang killer bisa membuatmu panas dingin ketika ia sedang mengajar di kelasmu dan juga terkadang suka marah-marah ketika suatu hal tidak sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, dosen killer biasanya lebih aware, loh, dengan para mahasiswanya.

Baik itu dosen yang baik hingga dosen yang killer pasti akan luluh dengan usaha para mahasiswanya. Misalnya, nih, ketika kamu diberikan tugas oleh sang dosen killer, coba deh, kerjakan tugasmu sebaik mungkin dengan cara yaitu gunakan sumber sebanyak mungkin dan juga valid (maksudnya dari buku, ya, gaes. bukan dari Blog), jangan asal copy dari sumber dan paste di tugasmu dan sebagainya.

Meskipun galak, tapi dijamin deh,kalau kamu mengerjakan tugasnya sebaik mungkin, pasti kamu akan mendapatkan nilai yang aman di mata kuliahnya. Ya, sekali lagi, dosen mana, sih, yang tidak menghargai usaha dari para mahasiswanya?

3. Anggaplah bahwa semua kritik pedasnya adalah kritik yang membangun

Kalau dosen killer tiba-tiba mengkritik tugasmu dengan pedas, ya, sabar-sabar saja, gaes. Namanya juga dosen, sebelum menjadi seorang dosen, pasti mereka telah melalui berbagai macam tugas dan juga kritikkannya. Jadi, ketika mereka mengkritik tugasmu, jangan baper, ya, gaes.

Tanamkan dalam dirimu, ketika dosen memberikan kritik pedas terhadap tugasmu, berarti sang dosen perhatian, lho, dengan tugas-tugasmu. Kok, perhatian? Ya, iya dong, tandanya sang dosen membaca tugasmu. Nah, agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama, maka sang dosen memberikanmu kritik yang pedas sehingga kamu bisa lebih berhati-hati dalam mengerjakan tugas.

4. Selalu perhatikan ketika sang dosen sedang mengajar

perhatikan dosenmu

Kalau kamu suka melamun, nulis-nulis atau gambar-gambar yang tidak sesuai dengan materi mata kuliah dan bahkan main smartphone ketika dosen sedang mengajar, duh, tindakan ini harus dihilangkan, gaes! Kalau kamu melakukan tindakan ini di kelas dosen killer, bisa-bisa kamu ditanya atau disuruh menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan, lho.

Lebih baik, ketika sang dosen sedang menjelaskan, cobalah untuk menaruh perhatian kepadanya. Kalau kamu memiliki tipe belajar yang lebih suka menulis dibandingkan mendengarkan, cobalah tulis apa yang telah dosenmu jelaskan.

5. Aktif di kelas

aktif di kelas

Nah, kalau dosenmu suka tiba-tiba menanyakan suatu materi, cobalah jawab pertanyaannya. Biasanya, dosen suka, lho, dengan mahasiswa-mahasiswa yang aktif dalam kegiatan di kelas. Tapi, jawabnya jangan asal-asalan, ya, gaes. Kamu juga harus menjawabnya sesuai dengan sumber-sumber yang terpercaya seperti dari jurnal atau buku-buku.

Selain menjawab, kamu juga bisa bertanya tentang hal-hal yang tidak kamu mengerti dalam suatu materi. Mahasiswa yang memiliki inisiatif untuk bertanya, dapat dicap sebagai mahasiswa yang memiliki usaha untuk memahami apa yang telah diajarkan sang dosen, lho.

***

Sesungguhnya, meskipun dosen terlihat killer di kelas, tetapi, ada, kok, dosen killer yang ramah ketika bertemu mahasiswanya di luar kelas. Dosen-dosen killer memilih untuk terlihat menyeramkan dikelas, biasanya, agar para mahasiswa lebih berusaha dalam mata kuliah yang telah diajarkannya sehingga para mahasiswa dapat mengerti tentang mata kuliah tersebut.

Ketika kamu bertemu dengan dosen killer di suatu mata kuliahan, jangan sampai kamu takut dan malas, ya, gaes. Kamu harus tetap semangat dan terus mengerjakan tugas kuliahmu sebaik mungkin. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: wordpress.com, entrepreneur.com, speedyessay.co.uk, wikihow.com, chess.com)

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 6 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 9 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 16 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©