Menu

Bahaya Khawatir Berlebihan dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Sering khawatir berlebihan? Gampang banget gelisah dalam menghadapi suatu hal? Hati-hati, gaes. Ini nggak baik buat kesehatan, lho. Tapi tenang aja, kamu yang sering merasa gampang stress nggak sendirian, kok.

Dikutip dari situs Happify.com. berdasarkan penelitian dan survey yang dilakukan terhadap 1000 orang anak muda di London dan kota besar lainnya, 86% dari mereka merasa gampang banget gelisah terhadap suatu hal. Setiap dua dari lima orang responden bilang mereka SERING BANGET merasa khawatir yang berlebihan.

Kenapa, sih, kok kita bisa merasakan khawatir yang berlebihan?

Para peneliti mengungkapkan bahwa rasa khawatir berlebih berevolusi bersamaan dengan kecerdasan kita, lho. Zaman dahulu kala, rasa khawatir digunakan untuk menghindarkan sesorang dari masalah. Makanya, orang yang bisa menghindari masalah seringkali dianggap pintar. Artinya, semakin cerdas seseorang, tingkat kekhawatirannya akan semakin tinggi. Makanya, kecerdasan haruslah diiringi dengan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri.

Terus kenapa bahaya?

Ternyata rasa khawatir yang berlebihan bisa merusak kesehatan.

Pertama, khawatir berlebih dalam jangka panjang berbahaya bagi jantung kamu. Hal ini meningkatkan kemungkinan serangan jantung. Kedua, khawatir berlebih bikin kinerja otak kamu terganggu. Resiko penyakit Alzheimer jadi lebih besar, gaes.

Selain itu, khawatir berlebih juga bikin hubungan sosial kamu jadi berantakan. Misalnya, kamu jadi curigaan banget sama pasangan. Udah gitu, memori kamu dalam mengingat juga terus menurun. Para peneliti juga bilang, mereka yang khawatir berlebih menghabiskan banyak waktunya memikirkan hal yang sepele daripada menjaga kesehatannya sendiri. Misalnya, mereka malah terus menerus memikirkan tugas dengan gelisah (tapi nggak dikerjain juga!) daripada tidur cukup dan berkualitas.

Gimana cara mengatasi hal ini?

1. Jangan kebanyakan begadang

Nah, buat para mahasiswa kampus, jangan alasan kamu begadang karena mengerjakan tugas, ya. Soalnya, begadang bisa memicu rasa gelisah semakin besar. Kerjakan tugas secara bertahap alias nyicil setiap harinya, sob!

2. Olahraga teratur dan meditasi

Duh, nggak ada alasan lagi deh anak muda nggak suka olahraga. Generasi Y dan Z justru pada doyan banget olahraga, lho. Meskipun niat mereka adalah semata-mata untuk pamer di media sosial, tapi nggak apa-apa deh yang penting bisa olahraga teratur dan terus bergerak!

3. Mencatat setiap hal yang harus kamu kerjakan

Nah, seperti yang sering Youthmanual bilang sebelumnya, membuat to do list dan catatan kecil soal apa yang harus kamu kerjakan membantu mengurangi rasa khawatir, gaes. Oh iya, menurut Terapis Leahy R. dalam bukunya berjudul “How to Free Yourself from Worry”, kebiasaan menulis hal-hal yang kamu khawatirkan juga bisa membantu kamu untuk mengurai benang kusut di kepala. Misalnya, kamu bisa menulis bagaimana rencana baikan sama sahabat kamu yang lagi ngambek. Kapan kamu bakal menelpon dia dan ngajak ketemuan? Apa aja yang ingin kamu jelaskan? Dan lain sebagainya.

Menulis detil adalah startegi kamu untuk merasa tenang.

 

(Sumber gambar: healthyplace.com, dailyinfographic.com)

LATEST COMMENT
Gabriela Sindi Pramesti | 5 jam yang lalu

Bisa kak, kita (perawat) bisa buka klinik perawatan luka

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Keperawatan
Tisam Ali | 13 jam yang lalu

Ada juga, dalam kategori tersendiri (vokasi). Tunggu artikel selanjutnya, ya.

Perguruan Tinggi Terbaik 2019 Versi Kemenistekdikti
Tisam Ali | 14 jam yang lalu

Yup, benar. Jika prodi yang ingin dipilih hanya dari rumpun Soshum, maka cukup ikut UTBK Soshum, ya.

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Achmad Maliki | 14 jam yang lalu

gk ada yang Politeknik Min ?

Perguruan Tinggi Terbaik 2019 Versi Kemenistekdikti
Tisam Ali | 14 jam yang lalu

Menyatakan mengundurkan diri dari kampus.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©