Menu

7 Tips Cerdas Skripsian Biar Lebih Hemat

Banyak mahasiswa yang salah mengatur keuangan mereka saat sedang menjalani proses perkuliahan. Hal ini juga akan berpengaruh pada saat mereka mengerjakan skripsi. Mereka nggak memikirkan berapa banyak yang harus mereka keluarkan saat menjalani proses tersebut.

“Ah, yang penting beres, bisa wisuda dan cari kerja”. Itu mungkin pikiran dari mereka.

Padahal untuk membuat skripsi harus memenuhi standar, melalui proses yang panjang, bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari serta yang nggak kalah penting adalah ongkos yang dikeluarkan untuk menyelsaikan satu skripsi nggaklah sedikit. Misalnya mulai dari pengajuan judul, seminar proposal, penelitian, seminar hasil penelitian, bimbingan, sidang hasil akhir, penulisan jurnal, dan sebagainya.

Semua kegiatan tersebut tentunya menghabiskan kertas yang nggak sedikit, dong, ditambah biaya mencetak dan tambah parah kalau bimbingannya nggak kelar-kelar. Nah, untuk mengatasinya ada cara agar biaya pembuatan skripsimu nggak bengkak, lho. Penasaran? Yuk simak tips hemat buat kamu yang sedang menjalani skripsi!

1. Menabung

Yups, benar! Menabung itu penting—apalagi saat kamu sudah menjadi mahasiswa kebutuhanmu menjadi sangat banyak. Mulai dari ospek saat semester 1, tugas-tugas, pratikum hingga skripsi.

Jadi, buat kamu yang mau skripsi semester depan. Coba, deh, mulai sekarang kamu sisihkan uang jajanmu sebagian. Soalnya saat proses pembuatan skripsi, saya merasakan bahwa selain menguras pikiran dan tenaga, skripsi juga bakal menguras biaya yang nggak sedikit, gaes.

Atau mungkin buat kamu yang baru menjabat sebagai maba alias mahasiswa baru. Nggak ada salahnya kok, kalau kamu mulai nabung dari sekarang biar kamu bisa menggunakannya untuk kebutuhan skripsi kamu nanti.

Tentu kamu nggak mau, dong, pinjem teman sana sini atau paling mentok minta orang tua. Tapi masa iya minta terus ke orang tua? Hehehe.

2. Meminjam buku

pinjam buku

Walaupun sekarang sudah banyak e-book yang bisa membantu kamu menulis bab 2 atau yang lebih di kenal dengan telaah teori. Tapi masih banyak kampus-kampus yang mengharuskan mahasiswanya menggunakan buku sebagai literatur karena lebih terpercaya dibandingkan dengan e-book yang kamu cari dari internet.

Trus, harus beli buku-buku cuma untuk skripsi? Ya, nggak dong! Kamu bisa menyiasati cara ini dengan meminjam buku di perpustakaan kampusmu atau pergi ke perpustakaan kampus lain—seperti kampus temanmu, perpustakaan kota atau daerah yang kamu tempati.

Oyaa, kamu juga bisa pinjam ke kakak-kakak seniormu yang sudah lebih dulu melakukan skripsi atau dosen-dosen pembimbing, lho. Siapa tahu mereka punya bukunya dan mau minjemin kamu.

3. Survei

Proses yang paling penting dari skripsi itu sebenarnya adalah survei! Sebelum kamu mau nulis skripsi, pasti kamu mikir dulu, dong, mau tema apa yang kamu ambil. Nah, pas lagi mikir itu, lebih baiknya disertakan dengan survei.

Survei yang gampang-gampang aja dulu. Misalnya dengan pergi ke perpustakaan kampus kamu, coba lihat skripsi-skripsi senior kamu seperti apa. Paling nggak kamu sudah punya gambarannya mau buat skripsi dengan tema apa. Trus kamu hitung-hitung, deh, kurang lebih berapa biaya yang kamu keluarkan kalau mau buat tema seperti itu.

4. Pakai printer sendiri

pakai printer sendiri

Seperti yang kamu tahu, skripsi harus dibuat dalam bentuk fisik. Yup! Apa lagi yang paling dibutuhkan kalau bukan kertas dan tinta printer.

That’s why, di poin pertama saya bilang menabung biar bisa beli printer sendiri dan menghemat. Soalnya kalau dikalkulasi, mencetak di tukang fotocopy nggak memperhemat atau menguntungkan dibanding membeli printer sendiri, lho, gaes.

Justru, akan banyak keuntungan ketika kamu menggunakan printer sendiri—seperti nggak perlu antri sama mahasiswa lain, nggak perlu takut flashdisk-mu terkena virus, nggak perlu terburu-buru, bisa santai mengedit hasil skripsi (tanpa takut tukang fotocopy akan tutup) dan yang paling penting dari semuanya adalah menghemat ongkos.

Trus, kalau kamu pakai printer sendiri, kamu nggak perlu takut kalau dikenakan biaya berbeda ketika mencetak dengan warna lain (selain hitam) dan nggak perlu bayar lagi ketika salah cetak file.

Ya, emang, sih, menggunakan printer sendiri biayanya cukup mahal. Tapi itu cuma di awal pembelian printer, kertas, dan tintanya aja kok. Selebihnya, nggak akan terlalu terbebani soal biaya cetak, apalagi kalau kamu bolak-balik revisi. Duh!

Pssst, kalau kamu punya printer sendiri. Kamu bisa buka jasa buat nge-print skripsi atau tugas-tugas teman-temanmu yang lain. Lumayan, ‘kan, bisa dapat uang tambahan?

5. Gunakan kertas bekas untuk draft bimbingan

Saat perkuliahan, kamu pasti pernah bikin makalah, klipping, salah nge-print tugas, dan lain-lain. Nah, kertas-kertas yang nggak kepakai itu jangan terburu-buru dibuang, gaes.

Kamu bisa menggunakan kembali kertas belakang yang masih kosong untuk bimbingan skripsi. Hal ini cukup meringankan pengeluaran biaya untuk pembelian kertas selama pengerjaan skripsi.

Eits, jangan lupa buat mendiskusikannya dengan dosen pembimbingmu dulu, ya, karena ada dosen yang nggak menghendaki membaca draft yang dicetak dalam kertas bekas.

6. Lakukan bimbingan lewat e-mail (kalau dosennya berkenan)

e-mail

Di era yang serba modern ini, internet yang mudah diakses di mana saja—baik dengan biaya yang terjangkau ataupun gratis adalah salah satu hal yang paling diandalkan untuk mengerjakan sesuatu dan berkomunikasi dengan orang lain meskipun dalam jarak jauh. Bahkan, nggak sedikit kampus-kampus yang mulai melakukan kuliah secara online.

Kuliah satu kelas saja bisa online, apalagi kalau cuma bimbingan man to man saja. Kalau dosen berkenan, maka mahasiswa dan dosen bisa berkirim draft melalui e-mail. Selain hemat kertas, kamu juga bisa memeriksa hasil bimbinganmu di mana saja dan kapan saja tanpa harus membebani punggungmu dengan laptop dan tumpukan kertas.

Fyi, jaman saya skripsi setahun yang lalu, beberapa kali saya mengirim draft revisi skripsi ke dosen pembimbing lewat e-mail saja, lho. Soalnya, pada saat itu dosen saya jarang banget ada di kampus dan beliau memahami kalau skripsi saya stuck di bab 1 saja. Saya nggak akan selesai-selesai sampai dengan tahun ini.

Well, kalau dosenmu sulit ditemui buat bimbingan. Nggak ada salahnya, kok, kamu ajukan tawaran ini pada dosenmu. Siapa tahu, dosen pembimbingmu setuju dan kamu bisa menghemat biaya, tenaga, waktu, dan emosi.

7. Teliti

Solusi yang nggak kalah penting adalah dengan mengerjakan skripsimu sendiri (ya, iyalah). Maksud saya gini, kalau kamu memahami betul apa yang kamu kerjakan, tentu kesalahan dalam pengerjaan dan pencetakan juga semakin minim bukan?

Satu lagi, TELITI. Bila perlu minta sahabat/teman/gebetan/pacar buat bantu cek skripsimu. Karena banyak kasus revisi skripsi hanya perkara typo, kurang huruf (yang harusnya “yang” jadi “yag”), nggak ada spasi antar kata satu dengan yang lain, dan lain-lain.

Bayangkan kalau satu lembarmu itu ada 10 kesalahan sepele seperti itu? Berapa harga yang harus kamu bayar untuk satu kertasnya?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: usatoday.com, moneycrashsers.com, wikihow.com, etsy.com)

LATEST COMMENT
Betta Agustina | 5 jam yang lalu

Kurang suka menghitung tapi suka lebih suka cari kesalahan atau suka memacahkan masalah

13 Ciri Kamu Cocok Kuliah di Jurusan Teknologi dan Komputer
Dwisat Wulandari | 6 jam yang lalu

Iya bener tuh lebih baik UTBK diadakan tahun depan biar siswa gak pusing "

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©