Menu

7 Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan Selama Sahur di Bulan Ramadan Ini

7 Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan Selama Sahur di Bulan Ramadan Ini

Nggak kerasa, ya, hari ini kita sudah menjalankan puasa pertama. Sebagai umat Muslim, tentunya sudah menjadi kewajiban untuk menjalankan puasa selama satu bulan penuh.

Tapi biasanya, ketika menjalankan hari pertama puasa ditambah itu hari senin kita akan cenderung merasa lemas, mudah lapar maupun haus. Ternyata, selain dikarenakan kondisi fisik yang belum terbiasa, hal tersebut bisa juga disebabkan oleh pola makan ataupun pemilihan menu yang salah saat sahur, lho, gaes,.

Nah, supaya puasa kita di hari kedua ketiga dan seterusnya berjalan lancar, berikut 7 hal yang harus dan nggak boleh dilakukan selama sahur di bulan ramadan ini.

1. Perbanyak karbohidrat dan protein

karbohidrat dan protein

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah usahakan untuk mengonsumsi banyak karbohidrat kompleks—yang tinggi akan serat sehingga dapat dicerna oleh tubuh secara perlahan.

Makanan berkarbohidrat kompleks itu seperti ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, dan nasi merah agar bisa tahan lapar lebih dari 6 jam. Selain itu, untuk meningkatkan stamina saat puasa, kita bisa mengonsumsi protein dengan minum susu murni.

Hindari juga makanan instan karena makanan gizi yang terkandung di dalamnya sangat minim sehingga nggak bisa mencukupi kebutuhan nutrisi kita selama puasa.

2. Hindari minuman berkafein

minuman berkafein

Minuman berkafein seperti teh atau kopi ternyata juga kurang baik untuk dikonsumsi saat sahur, lho. soalnya, kafein bisa membuat tubuh kita memproduksi urine lebih banyak dari biasanya.

Akibatnya, kita akan menjadi lebih sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil dan mudah dehidrasi karena banyaknya cairan tubuh yang dikeluarkan melalui urine. Untuk itu, daripada meminum teh atau kopi saat sahur, kita bisa menggantinya dengan air putih. Atau kalau ingin yang manis, kita bisa menggantinya dengan jus buah segar.

3. Hindari memakan gorengan

memakan gorengan

Nggak bisa dipungkiri, sebagian besar masyarakat Indonesia pasti menyukai gorengan. Apalagi kalau dimakan sama cabai rawit ataupun nasi hangat dan sambal (wow, mantap!).

Tapi, ternyata gorengan juga kurang sesuai untuk disantap saat sahur. Soalnya, makanan yang mengandung lemak jenuh seperti gorengan atau makanan apapun yang digoreng bisa memperlambat pengosongan lambung sehingga asam lambung bisa naik saat berpuasa.

Trus, adakah solusi menghindar dari bahaya makan gorengan?

Solusi terbaik tentunya dengan menghindari makanan yang diolah dengan cara di goreng. Namun, rasa-rasanya sulit bukan bagi kita untuk menghindarinya. Hehehe.

Maka dari itu, agar kita masih dapat menikmati gorengan dan semua olahan makanan yang digoreng, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membatasi makan makanan yang digoreng alias jangan terlalu sering.

Selanjutnya, usahakan untuk nggak membeli makanan di luar terutama di pinggir jalan yang jarang menggunakan minyak berulang-ulang kali sampai menghitam.  Alangkah baiknya kalau makanan yang akan kita nikmati diolah sendiri, sehingga terjamin kebersihan dan keamanannya. Selain itu, kita juga bisa memilih jenis minyak yang lebih sehat dan lebih aman digunakan—misalnya minyak kelapa, minyak zaitun atau minyak alpukat.

4. Memakan kurma

Memakan kurma

Bukan hanya baik dikonsumsi saat berbuka puasa, kurma juga baik untuk dimakan saat sahur, lho, gaes. Selain mengandung banyak serat, kurma mengandung glukosa yang berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah serta fruktosa dan sukrosa yang menjaga agar kadar gula darah tersebut tetap stabil.

Mengonsumsi dua atau tiga butir kurma saat sahur bisa membant kita untuk mencukupi kebutuhan serat harian yang kita butuhkan selama puasa.

5. Makan dengan sewajarnya

Makan dengan sewajarnya

Saat sahur, makanlah dengan porsi sewajarnya. Jangan karena mau menjalankan ibadah puasa, kita jadi kalap alias makan dengan porsi berlebihan. Porsi makan yang berlebihan pada saat sahur bisa membuat kita menjadi mudah ngantuk.

Seain itu, saat sahur, kita juga nggak perlu makan dan mengunyah dengan terburu-buru (kecuali kalau kita bangun 15 menit sebelum adzan subuh, hihi). Soalnya nih, ya, gaes, makan dengan terburu-buru hanya akan membuat perut kita menjadi cepat kosong dan kita pun menjadi lebih mudah lapar.

6. Perbanyak minum air putih

Perbanyak minum air putih

Sekitar 50-70% tubuh manusia terdiri atas komponen utama berupa air. Dengan memperbanyak minum air putih saat sahur, kita bisa mengurangi risiko dehidrasi. Selain itu, banyak minum air putih juga berfungsi untuk menyeimbangkan kadar air yang ada dalam tubuh kita selama berpuasa.

7. Langsung tidur setelah selesai makan

Langsung tidur setelah selesai makan

Hayooh, siapa yang habis sahur langsung tidur? Fyi, langsung tidur setelah sahur bisa membuat kita lemas dan nggak bertenaga, lho.

Bahkan, kebiasaan langsung tidur setelah sahur juga bisa menimbulkan macam-macam penyakit—seperti naiknya asam lambung atau peningkatan risiko obesitas karena penimbunan lemak tubuh. Jika kita langsung tidur saat sahur, makanan yang baru saja kita makan nggak bisa langsung dicerna oleh lambung.

Karena itu dibandingkan dengan tidur, lebih baik kita melakukan kegiatan ringan seperti mencuci piring, menyapu, dan berjalan-jalan pagi di sekitar rumah. Bisa juga kita memanfaatkan waktu sambil belajar atau membaca buku-buku bacaan ringan.

***

Itulah 7 tips yang bisa kalian coba ketika melaksanakan sahur kedua nanti, ya, gaes. Oyaa, jangan lupa untuk menjaga kesehatan agar kondisi tubuh kalian tetap fit selama melaksanakan ibadah puasa. Selamat mencoba dan selamat berpuasa semuanya!

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: palontaraq.id, youtube.com, lifeadvancer.com, fimela.com, infohaji.co.id, gogoodhabit.com, medicalnewstoday.com, rageon.com)

LATEST COMMENT
Gabriela Sindi Pramesti | 3 jam yang lalu

Bisa kak, kita (perawat) bisa buka klinik perawatan luka

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Keperawatan
Tisam Ali | 10 jam yang lalu

Ada juga, dalam kategori tersendiri (vokasi). Tunggu artikel selanjutnya, ya.

Perguruan Tinggi Terbaik 2019 Versi Kemenistekdikti
Tisam Ali | 11 jam yang lalu

Yup, benar. Jika prodi yang ingin dipilih hanya dari rumpun Soshum, maka cukup ikut UTBK Soshum, ya.

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Achmad Maliki | 11 jam yang lalu

gk ada yang Politeknik Min ?

Perguruan Tinggi Terbaik 2019 Versi Kemenistekdikti
Tisam Ali | 11 jam yang lalu

Menyatakan mengundurkan diri dari kampus.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©