Menu

6 Cara Menghadapi Rasa Nggak Percaya Diri dan Takut Gagal

Seingat saya, sejak masih SMP, saya punya mimpi untuk bisa kuliah di luar negeri. Tetapi saat kelas 3 SMA, saya mulai “kompromi” dengan bercita-cita masuk Perguruan Tinggi Negeri aja. Habisnya, sekolah di luar negeri itu mahal, cyiiin! 

Saya pun menyesal.

Menyesal karena saya punya impian yang sebegitu besar, tapi sama sekali nggak pernah nyoba. Cuma mentok di “Wah, kuliah di luar negeri mahal.”

Kok nggak coba beasiswa?

Dulu saya merasa beasiswa itu out of my league alias di luar kemampuan saya. Dulu, saya merasa kayaknya cuma orang terpintar se-Indonesia aja yang bisa meraihnya. Apa iya begitu? Well, saya juga nggak pernah tau, lantaran nggak bernyali buat mencoba.

Yang lebih menyedihkan, saya juga nggak pernah berusaha untuk ikutan pertukaran pelajar, short courses, seminar pelajar, atau mencari beasiswa S2 di luar negeri. Padahal kalau mau dicari, kesempatannya pasti ada.

Faktor nggak yakin sama diri sendiri dan takut gagal bikin saya jadi nggak berani mencoba. Ujung-ujungnya, jadi nyesel sendiri.

Duh, nyeselnya jauh lebih nyesek daripada putus sama mantan, gaes! Eaaaak!

***

Saya sempat membaca tulisan di situs (sekaligus majalah) pengembangan diri, Mind Tools. Di situ ditulis bahwa banyak orang takut gagal, dan ini adalah hal yang wajar.

Tapi yang nggak wajar adalah kalau kita sampai menderita atychiphobia, alias rasa takut gagal akut, sampai-sampai kita nggak mau melakukan sesuatu. Kayaknya, sih, hal yang saya alami termasuk yang kedua.

Ciri-ciri atychiphobia antara lain...

1. Nggak percaya diri, termasuk mengecilkan diri dan punya pikiran negatif, seperti: “Ah, mana mungkin gue bisa.”, “Pasti gue nggak bakal lolos tes beasiswa, deh.” Akhirnya, udah kalah duluan sebelum “perang”.

2. Mensabotase diri sendiri, dengan cara menunda mengerjakan sesuatu, panik berlebihan, dan sebagainya.

3. Enggan mencoba hal-hal baru di luar zona nyaman. Secara nggak sadar, bersaing untuk mendapatkan beasiswa atau ikutan tes pertukaran pelajar bikin saya tegang dan nggak nyaman. Saya takut kalau saya gagal, saya akan sangat down. Nah, ketakutan itu bikin saya urung mencoba.

4. Cuma mau melakukan hal yang bisa dikerjakan dengan baik. Sebaliknya, saya terbilang aktif di kampus. Kegiatan akademik dan non akademik relatif berjalan lancar. Akhirnya, saya "main aman" dan cuma fokus di situ.

5. Suka membayangkan worst case scenario.

***

Apa?! Kamu punya ciri-ciri di atas? *drama mode on*. Wah, jangan dong, sob. Beneran, deh. Penting banget untuk mengatasi rasa takut kamu dan mulai mencoba.

Kenapa?

Pertama, supaya kamu nggak menyesal di kemudian hari. Kedua, demi masa depan kamu sendiri!

Enam langkah mengatasi atychiphobia...

Nah, dari yang saya baca di Mind Tools, bisa disimpulkan ada enam cara untuk mengatasi atychiphobia alias fobia gagal tersebut, yaitu:

1. Ubah cara pandang kamu tentang kegagalan. Gagal bukan berarti kamu jelek, kalah, atau ketemu kiamat, lho. Gagal adalah proses belajar.

Dari kegagalan kamu bisa dapat pengalaman. Sementara kalau kamu diam aja dan mau nggak mencoba, kamu nggak bakal mendapat apa-apa, sob!

2. Jadikan kegagalan sebagai proses menuju sukses. Tau nggak sih, kalau pemain basket legendaris Michael Jordan sempat gagal menjadi tim basket di SMA-nya, karena dianggap kurang jago?

Tapi do’i nggak kapok main basket, tuh. Michael Jordan bernyali ikutan klub basket, walau risiko ditolak atau dikeluarkan dari tim pasti ada.

Michael Jordan tetap mengejar mimpinya untuk jadi pemain basket top, dan akhirnya dia sukses. 

michael jordan gagal

Contoh lainnya, adalah Liliyana Natsir yang gagal mendapat medali emas di olimpiade 2012. But she's back this year, dan berhasil meraih prestasi gemilang.

So, kegagalan yang mereka lalui merupakan salah satu anak tangga menuju keberhasilan. Sadis!

3. Pikirkan peluang yang bisa kamu raih dengan mencoba. Misalnya, dengan ikutan kompetisi pelajar, kamu berkesempatan ketemu dengan banyak orang. Kamu juga bisa ikutan workshop.

Kalaupun pada akhirnya nggak menang, seenggaknya kamu bakalan mendapat ilmu dan teman baru.

4. Ubah mindset negatif menjadi positif. Setiap kepikiran hal-hal yang negatif dan menjatuhkan diri sendiri, langsung kembalikan dengan pikiran yang positif. Buat pikiran “I can’t” menjadi “I can”!

5. Bikin “plan B”, C, D….Z. Punya backup plan bisa membuat kamu lebih pede untuk mencoba. Misalnya, kalau kamu gagal tes A, toh kamu bisa ikutan tes B, atau mengikuti kegiatan C sebagai gantinya.

6. Buat rangkaian goal kecil untuk mencapai goal besar. Misalnya, goal utama kamu adalah mengikuti pertukaran pelajar/mahasiswa. Maka, mulai bikin target-target yang mendukung goal utama kamu tersebut, tapi dengan skala lebih kecil dan spesifik. Misalnya,  ikutan tes TOEFL, mencapai nilai TOEFL 550, dan lain sebagainya.

Katanya, dengan membuat goal-goal kecil seperti itu, langkah kamu akan lebih mantap dan rasa pede akan terbangun. Dan pada akhirnya, goal besar kamu pun akan terwujud.

***

Kalau kata penulis beken Paulo Coelho, “There is only one thing that makes a dream impossible to achieve: the fear of failure.” 

Mari mulai mencoba!

Baca juga:

(sumber gambar: thelifeofbinkleton.blogspot.com)

LATEST COMMENT
M Rian Nasrullah Al-fath | 13 jam yang lalu

Mungkin kek ekonomi pembangunan ya,kali ya aku jg kurang tau

66 Program Studi Baru di SBMPTN 2019 dan Daya Tampungnya
zahara fonna | 22 jam yang lalu

Pilihan 1: kedokteran (unsyiah) Pilihan 2: biologi (unsyiah) Bisa gak kira kira?

Strategi Menentukan Pilihan Program Studi Pertama, Kedua, dan Ketiga pada SBMPTN
Andari Widanto Fitria Aisyah | 1 hari yang lalu

Memang ada psikologi saintek dan psikologi soshum. Nah, untuk selengkapnya kamu bisa baca di sini https://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/jurusan-dan-perkuliahan/bedah-jurusan-psikologi-soshum-ips-dan-psikologi-saintek-ipa-beserta-pilihan-kampusnya.

Hasil UTBK 2019: Mulai dari Nilai Tertinggi di Bidang Saintek Hingga Hal-Hal yang Harus Kamu Persiapkan Setelah Pengumuman Ini
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©