Menu

5 Hal yang Harus Kamu Ingat dan Praktekkan Dalam Kehidupan Sehari-hari!

Dalam kehidupanmu sehari-hari, pasti kamu akan mendapatkan suatu hari yang sangat menyebalkan, memiliki berbagai masalah, hal-hal yang kamu ekspektasikan berjalan nggak sesuai dengan yang kamu inginkan dan sebagainya. Misalnya, nih, kamu mengikuti SBMPTN dengan harapan kamu mendapatkan universitas dan jurusan yang kamu inginkan. Namun, kenyataannya kamu mendapatkan hasil yang nggak sesuai dengan ekspektasimu.

Contoh lainnya, kamu sedang membuat suatu makalah untuk tugasmu. Kamu menginginkan makalahmu dapat selesai dengan sempurna. Namun, karena suatu hal, ada sedikit kesalahan yang ditemukan di makalahmu. Akhirnya, kamu sedih bahwa makalahmu nggak se-perfect yang kamu pikirkan.

Well, percaya atau nggak percaya hal-hal yang kita inginkan, hal yang kita harapkan dan sebagainya, malah menjadi suatu penyebab kita memikirkan sesuatu secara berlebihan, lho. Kalau kamu sudah memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking, yang ada, kamu akan merasa khawatir berlebihan dan bisa saja malah menjadi stres. Selain kamu dapat mengatasi overthinking dengan cara yang ada di artikel 5 Cara Mengurangi Berpikir Berlebihan Buat Kamu Si Overthinker! kamu juga bisa mengatasi rasa overthinking-mu dengan mengingat kelima hal berikut ini!

1. You don't have to be perfect

Yes! No one is perfect. Kalau kata pemuka agama, kesempurnaan hanya milik Tuhan semata, kita yang manusia tentunya tempatnya ketidaksempurnaan. Maka dari itu, mengejar kesempurnaan pasti sangatlah sulit. Jadi, ketika kamu mengerjakan sesuatu dan ternyata hasil yang kamu dapatkan nggak sesuai dengan yang kamu inginkan, janganlah berkecil hati.

Perlu diingat, kamu nggak perlu mengejar kesempurnaan, namun, kamu perlu mengerjakan semuanya sebaik mungkin dan tentunya semampumu. Jangan pernah melakukan sesuatu dengan ukuran kemampuan yang diberikan atau yang dimiliki oleh orang lain, melainkan, kamu harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuanmu.

Misalnya, kamu punya kakak yang masuk ke jurusan IPA. Orangtuamu menganggap bahwa kamu mampu masuk IPA, namun, kamu yakin bahwa kamu lebih mampu jika kamu masuk jurusan IPS. Nah, daripada kamu mengikuti ukuran kemampuan yang diberikan oleh orangtuamu, lebih baik, kamu menyesuaikan dengan kemampuan yang kamu miliki. Kalau kamu mampu dalam hal tersebut, pastinya kamu akan melakukannya dengan sebaik mungkin, kan?

2. People love and appreciate you

Kata siapa kamu dibenci? Kata siapa nggak ada orang yang sayang dan menghargai kamu? Jangan pernah beranggapan seperti itu, ya, gaes. Kamu harus menanamkan pada dirimu bahwa banyak orang yang sayang dan menghargaimu meskipun kamu nggak mengetahui siapa orang-orang tersebut.

Dicintai itu artinya luas, lho, gaes. Contohnya gini, setiap hari kamu dibuatkan bekal ke sekolah oleh ibumu, hal tersebut merupakan tanda cinta dari ibumu. Ayahmu selalu pulang malam untuk mencari nafkah, hal tersebut merupakan tanda cinta dari ayahmu. Teman-temanmu selalu mengajakmu makan bareng, hal tersebut merupakan bukti cinta dari teman-temanmu. Terlihat sepele, namun hal tersebut sudah merupakan bukti bahwa mereka mencintaimu. Sesederhana "terima kasih" pun bisa menjadi suatu bukti bahwa kamu sudah dihargai, lho.

3. Asking for help is a strength

Kalau kamu meminta pertolongan orang lain, bukan berarti kamu lemah dan nggak mampu mengerjakan sesuatu sendiri. Justru meminta pertolongan orang lain sudah termasuk kekuatan, lho. Hah? Kekuatan apa, nih? Ya, kekuatan bahwa kamu berani untuk mengakui sesuatu yang belum kamu kuasai.

Daripada bilang kamu mampu mengerjakan sesuatu tetapi realitanya kamu nggak mampu dan kamu pun nggak mau meminta pertolongan orang lain, yang ada, kamu malah kesulitan sendiri. Sudah kesulitan, pekerjaanmu pun jadi ngggak maksimal. Mandiri memang keren, tetapi, ada saatnya, lho, kamu meminta bantuan dari orang lain. Jadi, minta bantuan dari orang lain nggak akan menjadikanmu lemah, gaes.

4. Having a bad day is okay

Banyak orang yang menganggap bahwa bad day adalah disaster. Kalau udah bad day perasaannya langsung nggak karuan, lebih emosian dan sebagainya. Nggak sedikit juga yang menganggap bahwa bad day adalah suatu hari yang seharusnya nggak pernah terjadi di kehidupan siapa pun.

Hmm... Memangnya, bad day segitu buruknya, ya? Well, jawabannya nggak, kok, gaes. Kenapa begitu? Karena, dengan adanya bad day, kamu jadi lebih bersyukur dengan hari-hari menyenangkan lainnya. Coba kalau kamu nggak pernah mengalami bad day, yang ada harimu jadi datar-datar saja dan kamu cenderung menganggap bahwa semua hari sama saja dan nggak ada suatu hal yang menyenangkan yang patut kamu syukuri.

5. Small steps are okay

Maksudnya apa, nih? Apakah kamu disuruh jalan dengan langkah yang kecil-kecil? Wah, bukan begitu, gaes. Step disini berarti kemajuan atau progress yang sedang kamu jalani dalam suatu tujuan. Jadi, small step maksudnya ialah progress yang kecil atau progress yang nggak terlihat signifikan.

Nah, apakah progress kecil ini baik? Tentu saja baik, dong, gaes! Memang banyak orang yang selalu menginginkan progress yang terlihat signifikan, tetapi, progress kecil pun tetaplah progress. Jadi, kalau kamu membuat suatu progress yang kecil, janganlah berkecil hati.

Misalnya, nih, kamu lagi malas banget mengerjakan skripsimu. Setiap harinya kamu selalu mengerjakan sekitar empat hingga lima halaman. Biasanya, kalau kamu lagi nggak malas, kamu bisa mengerjakannya hingga berpuluh-puluh halaman. Well, kamu jangan paksa dirimu terlalu keras. Hibur dirimu terlebih dahulu dengan menonton film, mendengarkan lagu, membaca novel dan aktivitas lainnya yang kamu sukai. Meskipun kamu sedang malas, setidaknya kamu melakukan progress meskipun sedikit. Progress tetaplah progress.

***

Selain mengingat kelima hal di atas, kamu pun harus mempraktekannya, ya! Kelima hal di atas nggak akam berfungsi kalau kamu hanya mengingatnya saja. Dari kelima hal di atas, kamu bisa belajar bahwa kamu nggak perlu terlalu keras dengan dirimu sendiri. Terlalu keras kepada diri sendiri bukan membuahkan hasil yang baik atau hasil yang sesuai dengan ekspektasimu. Terlalu keras kepada diri sendiri justru malah menyebabkan dirimu menjadi kurang bersyukur dengan hasil yang kamu dapatkan, menjadi pribadi yang nggak percaya diri, selalu merendahkan diri sendiri dan sebagainya.

Nah, maka dari itu, gaes, yuk, ingat dan terapkan kelima hal di atas agar kamu nggak terlalu keras pada dirimu sendiri dan tentunya mengurangi semua rasa overthinking-mu! Don't be so hard to yourseld and always love yourself more!

Baca juga:

(Sumber gambar: success.com)

LATEST COMMENT
Betta Agustina | 5 jam yang lalu

Kurang suka menghitung tapi suka lebih suka cari kesalahan atau suka memacahkan masalah

13 Ciri Kamu Cocok Kuliah di Jurusan Teknologi dan Komputer
Dwisat Wulandari | 6 jam yang lalu

Iya bener tuh lebih baik UTBK diadakan tahun depan biar siswa gak pusing "

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©