Menu

3 Langkah Menentukan Passion

Kamu pasti udah sering (banget) dengar soal betapa pentingnya menemukan passion. Tapi seringkali, hal tersebut easier said than done, alias lebih gampang diomongin daripada dilakukan.

Kadang kita nge-blank aja, gitu, nggak tahu passion kita apaan.

Usut punya usut, ternyata passion itu bukan untuk ditemukan, tetapi dikembangkan. Sehingga langkah yang paling pas adalah mengasah berbagai minat dan bakat kita, meskipun minat dan bakatnya lebih dari satu.

Gimana caranya, Kak?

Pertama, tentukan tiga bidang yang paling kamu suka. Make research about them—gimana cara ngasah skill dalam bidang-bidang ini? Sekolahnya dimana? Jalur karirnya seperti apa? Siapa tokoh-tokoh suksesnya? Gimana prospek karirnya di Indonesia? Apa nggak enaknya menggeluti bidang-bidang ini? Pokoknya cari info sebanyak-banyaknya, termasuk ngobrol sama keluarga atau kenalan dengan yang sudah berpengalaman.

Passion

Inilah contoh kalau kamu passionate banget sama fotografi. Atau buaya.

Kalau sudah mantap, peruncing bakat dan minat kamu di tiga bidang ini. Caranya? Latihan terus-menerus! Dikira ada jalan singkatnya? Ih, ngarep. Kamu bisa ikut les, belajar otodidak di rumah, serta banyak-banyak baca demi menambah wawasan. Be patient! Skill-sharpening takes time. LOTS of time.

Passion

Udah nonton film Whiplash? Nah, begitu cara kamu mengasah skill!

Cari tahu juga soal komunitas yang bergerak di bidang-bidang yang kamu sukai ini, trus join, deh. Berkumpul dengan orang-orang satu minat akan membuat kamu semangat mengembangkan skill. Atau sebaliknya, kamu jadi bisa tahu kalau ternyata kamu nggak cocok dengan bidang-bidang tersebut.

Setelah terus-terusan digali kayak kuburan, pada akhirnya kamu akan tahu, kamu menonjol di bidang yang mana. Salah satu indikatornya, kalau kamu pantang menyerah menggeluti satu bidang tertentu, berarti bidang itulah passion kamu!

Dari dulu, saya suka banget baca buku tokoh-tokoh dunia dan berita-berita aktual di negara-negara lain. Dua hobi tersebut membuat saya kepengen banget mendalami bahasa. Pada akhirnya, saya memilih menulis, penyiaran, serta menari sebagai tiga bidang yang saya suka.

Kemudian saya sempat les jadi penyiar radio dan ikut ekstrakurikuler nari. Saya juga belajar bahasa Inggris dengan sangat serius, baik lewat les, baca buku maupun nonton film. Setelah menggeluti ketiganya, akhirnya saya mantap memilih kuliah di Jurusan Hubungan Internasional serta bercita-cita menjadi penulis. Berarti, dari ketiga minat saya tersebut, passion saya ada pada menulis (dan keliling dunia, hehehe).

Mencari passion itu memang proses yang sangaaaat panjang. Tapi pada akhirnya, kita bakal tahu cinta kita berlabuh kemana. Eciyeee…

(sumber gambar: Design Bump, Roger Ebert)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 7 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 21 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©