Menu

14 Ide Bisnis Sederhana di Bulan Puasa, Hari Raya, dan Liburan

Puasa, lebaran, dan liburan. Ketiga momen tersebut akan segera menghampiri kita. Bisa banyak keluar uang (karena banyaknya sale) atau malah kesempatan kamu memperoleh tambahan penghasilan dan pengalaman dengan berbisnis. Inilah ide bisnis sederhana yang bisa kamu contek untuk momen Ramadan, lebaran, dan liburan. 

1. Hampers

Banyak orang yang mengirim bingkisan menjelang lebaran atau di bulan puasa. Isinya bisa parsel makanan, perangkat solat, pajangan,  atau lainnya. Nah, kamu bisa mengkreasikan hampers untuk dijual.

Sesuaikan tipe dan jenis hampers dengan target pembelinya. Usahakan produk kamu berbeda dari yang lain. Misalnya nih, banyak banget hampers berisi kue kering atau camilan, nah kamu bisa bikin hampers khusus camilan sehat. Untuk isi atau kemasan hampers kamu bisa bekerja sama, misalnya ada teman yang jago membuat cokelat atau bikin produk kerajinan tangan. 

Challenge:

Usaha ini membutuhkan modal yang nggak sedikit. Effort-nya juga mayan, mulai dari mencari barang yang tepat, mendesain hampers, mencari supplier, promosi ke pembeli, hingga soal antar-mengantar. Usaha ini cocok untuk kamu yang punya banyak waktu luang. Mengingat banyak yang mesti dikerjakan, kamu bisa mempertimbangkan menjalankan bisnis bareng partner atau berkelompok.   

2. Makanan/minuman berbuka

Mencari ta’jil alias makanan dan minuman berbuka merupakan salah satu kebiasaan masyarakat di bulan puasa. Ini peluang kamu buat jualan menu minuman atau makanan berbuka. Nggak mesti jago masak, kok. Bisa saja kamu jualan aneka es, pudding, sandwich, atau menu yang mudah dibuat.

Challenge:

Mesti berkomitmen untuk berjualan sepanjang Ramadan. Kalau nggak memungkinkan, kamu bisa ikutan bazar yang hanya beberapa hari. Bisa juga minta orang rumah untuk membantu.   

3. Kartu/ecard Lebaran

kartu

Suka berkreasi, bikin kerajinan tangan, atau mendesain? Salurkan kreativitas kamu untuk bikin kartu lebaran. Bisa model pop up, a la scrapbook, lukisan, hingga beraneka desain digital.

Challenge:

Kartu/ecard lebaran udah nggak sepopuler dulu, jadi kamu perlu meyakinkan calon pembeli. Bisa dimulai dengan mempromosikannya ke teman-teman.

4. Babysitting

Menjelang lebaran, ketika lebaran, hingga setelah lebaran, banyak asisten rumah tangga dan pengasuh anak yang pulang kampung atau cuti. Nah, tentu para tante, om, sepupu, ortu-nya teman, hingga tetangga yang memiliki anak kecil umumny membutuhkan bantuan. Kamu bisa menawarkan jasa menjaga anak-anak mereka dengan durasi waktu yang disepakati.

Challenge:

Menjaga anak bukan tanggung jawab yang mudah, lho. Kamu harus benar benar fokus pikiran dan tenaga. Sesuaikan jumlah anak yang dijaga dan umur mereka dengan kesanggupanmu Jangan jagain sambil maenan hape, ya. Oya, babysitting akan lebih mudah dilakukan dengan orang yang mengenalmu.  

5. Menjaga rumah

Ini biasanya untuk kamu yang memiliki tetangga yang mudik. Biasanya mereka membutuhkan orang untuk “menjaga” rumah mereka. Tentunya nggak sepanjang hari lah ya. Ini lebih ke mengecek rumah mereka secara berkala (misal: 2 hari sekali), sembari melakukan sesuatu yang diperlukan. Misalnya, memberi makan ikan di akuarium, membersihkan rumah, dan lainnya.

Challenge:

Harus amanah dan berkomitmen untuk menjaga rumah sesuai kesepakatan. Jangan sampai juga teledor soal kunci rumah, colokan listrik, dan lainnya.

6. Pet sitting

kucing pet sitting ide bisnis

Maksudnya adalah menjaga hewan peliharaan orang lain selama mereka liburan atau mudik. Banyak orang yang nggak bisa membawa peliharaan mereka ketika berpergian jauh. Nah, jasa pet sitting bisa menjadi solusi. Lagi-lagi, yang paling berpeluang menjadi target market adalah orang yang kenal denganmu.

Challenge:

Nggak semua orang bisa melakukannya. Sekadar suka dan sayang dengan binatang aja nggak cukup, lho. Kamu juga mesti berpengalaman merawat mereka. Kalau kamu nggak pernah punya hewan peliharaan atau nggak pernah merawat binatang sebelumnya, tentu akan sangat merepotkan.

7. Cleaning

Kamu bisa menjadi “cleaning service” dadakan untuk rumah yang ART-nya pulang kampung. Sistemnya dibuat mirip aja seperti layanan bersih-bersih online, yaitu dihitung perjam atau per tugas yang perlu dikerjakan.

Challenge:

Kegiatan ini bakalan menguras tenaga kamu, jadi mesti mempersiapkan diri.

8. EO acara keluarga/kompleks

Setelah kelar puasa, biasanya banyak agenda kegiatan, mulai dari open house lebaran, silaturahmi ini-itu, arisan keluarga besar, dan lainnya. Nah, kamu bisa mengajukan diri untuk menjadi EO acara tersebut.

Challenge:

Jika menjadi EO, kamu sudah mulai sibuk sejak bulan puasa, mulai dari mengatur katering, dekor, susunan acara, tempat, dan lain sebagainya.

9. Mendadak MUA dan Hairstylist

Dengan banyaknya acara, banyak juga yang butuh penata rambut dan makeup dadakan.

Challenge:

Kamu harus memiliki skill makeup/tata rambut. Jangan ngasal, ya.

10. Jastip Belanja Ramadan dan Lebaran

Keperluan untuk puasa dan lebaran memang banyak, mulai dari bumbu masakan, ketupat, kue kering, dekorasi rumah, perangkat dapur, baju baru, makeup, dan lainnya. Namun nggak semua orang punya waktu untuk belanja ini-itu. Ini kesempatan kamu untuk menawarkan jasa “personal shopper”, yang membelikan semua kebutuhan tersebut. Sistem bisnisnya adalah jastip.

Ide lain yang masih nyambung adalah membuka jastip saat kamu akan pulang ke kampung halaman. Pasti banyak yang tertarik membeli camilan/produk khas daerahmu.

Challenge:

Bakalan repot mondar-mandir mendapatkan belanjaan. Lebih oke jika punya kendaraan sendiri untuk menaruh dan mengantar belanjaan. Kegiatan liburan/jalan-jalan kamu juga harus “terganggu” karena dilakukan sambil bekerja (jastip).   

11. Tour guide

Di musim liburan, bakalan banyak orang yang melancong ke kotamu. Kamu bisa menawarkan jasa memandu wisata. Bekalnya adalah pengetahuan mengenai sejarah, budaya, serta perkembangan kotamu. Artinya, kamu perlu banyak-banyak baca dan mencari informasi dari sekarang.

Challenge:

Kamu perlu menyesuaikan dengan keinginan klien dan keadaan. Mungkin saja ada hal yang nggak diprediksi sebelumnya, seperti tiket habis, venue terlalu penuh, jalanan macet, hingga tempat/spot yang ingin didatangi tutup. Artinya, kamu harus siap dengan rencana “B” alias solusinya. Selain itu, untuk pemula tidak mudah mendapatkan klien.  Makanya, bergabung dengan komunitas budaya/wisata setempat bisa sangat membantumu.   

12. Fotografer

fotografer

Anak fotografi mana suaranya? Buat yang hobi (dan punya skill) fotografi bisa banget dimanfaatkan, nih. Pekerjaan yang bisa kamu lakukan adalah:

a. Foto keluarga

b. Foto acara keluarga atau event halalbihalal

Bedanya, foto A adalah foto yang direncanakan, bisa di studio, rumah, atau outdoor. Sementara pada job B kamu mendokumentasikan sebuah event.

Challenge:

Memiliki skill dan perangkat foto yang memadai. Untuk perangkat sebenarnya bisa disesuaikan dengan  kebutuhan dan kesepakatan bersama. Yang paling penting adalah kualitas hasil foto dan juga batere yang mencukupi.

13. EO Bazar

Bisa banget kamu dan teman-teman mengadakan bazar di kompleks, sekolah, atau kampus. Kamu bisa memperoleh keuntungan menyewakan tempat untuk pengisi bazar. Biasanya kegiatan seperti ini banyak peminatnya.

Challenge:

Perlu persiapan segala sesuatunya, terutama mengenai tempat dan fasilitas. Bazarnya nggak perlu yang megah, namun pastikan penyewa tahu apa yang mereka dapatkan. Pengalaman jadi panitia acara sekolah/kampus akan membantumu.  

14. Garage sale

Jangan biarkan barang yang nggak (sangat jarang) terpakai menumpuk di lemari. Kamu bisa memberikan pada orang yang membutuhkan atau menjualnya. Yup, lakukan garage sale alias jualan barang bekas tapi berkelas (eitts) alias layak pakai. Supaya barangnya lebih banyak, ajak teman atau kakak buat ikutan.

Challenge:

Nggak hanya sekadar menjual, kamu juga harus menpromosikan acara garage sale, menyiapkan tempat jualan, menjaga barang jualan, memberikan harga, dan lainnya. So, ini bukan pekerjaan sederhana, ya. Tips tambahan, untuk barang yang belum laku bisa dipromosikan dan dijual lewat media sosial (preloved item).

***

Isi bulan yang baik dengan kebaikan. Nah, berbisnis merupakan salah satu kegiatan positif. Jangan lupa sisihkan keuntungan untuk berbagai dengan yang membutuhkan, ya.

Baca juga:

(sumber gambar: Photo by Miguel Á. Padriñán from Pexels, pexels.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©