Menu

13 Cara Agar Lebih Produktif Belajar, Bekerja, dan Berkarya

Pekerja atau pelajar sukses bukan yang menghabiskan waktu paling banyak buat bekerja atau belajar. Namun, berapa banyak hal yang berhasil dikerjakan dengan baik dalam jangka waktu yang ada. Yup, PRODUKTIVITAS adalah koentji!

Coba bandingkan:

A. pekerja yang menyelesaikan 2 tugas dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam alias lembur.

B. Pekerja yang bisa menyelesaikan 2 tugas (serupa dengan pekerja A) dalam waktu 3 jam Atau

A. Pelajar yang selama 3 jam belajar bisa menyelesaikan tugas esai. 

B. Pelajar yang bergadang semalaman tapi pekerjaannya jauh dari tuntas.

“Tapi, dia ‘kan, memang lebih pintar/hebat/terampil/berpengalaman dibandingkan saya,” begitu kamu beralasan.

Hey, kamu bisa kok, berusaha membuat diri kamu lebih produktif. Bahkan, menjadi produktif itu wajib hukumnya jika kamu ingin sukses dalam karier ataupun dunia pendidikan. Dengan menjadi produktif, kamu bisa lebih banyak berkarya dan mengembangkan diri. Kamu pun bisa lebih happy, karena punya waktu luang lebih untuk melakukan hal lain. Sementara orang yang nggak produktif bakalan sulit berkembang. Atau malah hidupnya “dihantui” deadline tugas yang belum selesai. Semacam bekerja/belajar melulu tapi nggak kelar-kelar. Capek banget, 'kan?

Makanya, tingkatkan deh levelmu dan belajar lebih produktif dengan melakukan 13 hal mudah ini.

1. Bangun lebih pagi.

Gaes, para CEO dan tokoh sukses internasional seperti Indra Nooyi (CEO PepsiCo), Tim Cook (CEO Apple), dan Michele Obama biasa bangun sekitar pukul 03.30 04.30. Di saat kamu mungkin masih bobo-bobo syantik, mereka sudah beribadah, olahraga, meditasi, membalas email, hingga membuat rencana menaklukkan dunia. Mereka colong start beraktivitas di awal hari. Dan keuntungan bangun superpagi adalah:

* Bisa mempersiapkan diri lebih awal dan lebih baik, sehingga nggak terburu-buru dan terhindar dari risiko telat. Tiba tepat waktu tanpa ada yang tertinggal membantumu lebih efektif dalam beraktivitas.

* Di pagi hari, suasana masih hening, kondisi sepi, dan kesibukan belum berjalan. Di situ, kamu bisa lebih leluasa untuk membuat rencana atau mencari inspirasi.    

2. Bikin rencana.

Buat to do list, goal mingguan/bulanan, dan semacamnya. Selain dibuat daftar yang ingin/perlu dikerjakan, susun juga prioritasnya. Untuk hal yang nggak penting dan dan memang nggak perlu, kamu perlu belajar memilah, bahkan menolak jika memang kamu nggak kepengen melakukannya.

3. Rapi-rapi.

Gaes, rapikan kamarmu, meja belajarmu, working space mu, catatanmu, file, hingga dirimu sendiri. Letakkan segala seuatu pada tempat yang sesuai dan singkirkan yang tidak perlu. Ini termasuk mengatus dan merapikan file di laptop, flash disk, dan hape-mu. Percayalah, ini akan membuatmu jauh lebih efisien.

Bayangkan kalau kamarmu berantakan dengan barang-barang menumpuk nggak jelas. Trus, file di komputermu juga banyaaak tanpa folder. Kamu akan kesulitan saat mau mencari sesuatu. Alhasil harus keluar waktu dan energi ekstra untuk bisa menemuka sesuatu. Dan kalau kata ibu saya, jika kamar berantakan maka pikiran pun bakal ikutan kusyut.

Nggak heran kalau Marie Kondo, konsultan asal Jepang yang mengembangkan Konmari method (metode merapikan dan mengorganisasikan rumah), mengatakan bahwa kliennya mengaku lebih produktif bekerja setelah bisa menata barang miliknya.

4. Cari waktu yang paling sesuai untukmu.

Bangun pagi memang perlu, karena aktivitas kerja dan sekolah umumnya dimulai pagi hari. Namun, kamu juga harus mengenali jam jam yang paling efektif untukmu. Misalnya, “golden moments” alias jam efektif bagi saya adalah pukul 06.00 hingg 11.00, ya saya berusaha memaksimalkan jam produktif tersebut dengan bekerja/belajar. Sedangkan kalau memaksakan belajar larut malam, bisa-bisa selama 4 jam hanya untuk menulis/menghafal beberapa kalimat aja (sambil mengantuk pula!).

So, cari waktu yang tepat. Kalau masih bingung mana jam produktifmu, bisa ikutan asesmen Youthmanual  yang salah satunya membedah bagaimana cara (termasuk waktu) belajar yang pas untukmu *promo*.

5. Kenali “kryptonite”-mu.

Cari tahu apa kelemahanmu, yang membuatmu mudah terdistraksi saat sedang mengerjakan sesuatu. Misalnya, kryptonite-nya adalah Netflix, drakor, mobile legend, Instagram, atau whatsapp. Yup, kalau punya 18 whatsapp grup, kayaknya tiap saat ada pesan baru yang pengen dibuka.

Nah, setelah tahu apa kelemahan yang bisa mengganggu produktivitas, kamu perlu mengatasinya. Misalnya, disiplinkan diri untuk nggak buka medsos atau main game di jam belajar/bekerja. Atau kasih reward diri, setelah kelas tugas A, B, C boleh nonton serial favorit. Sebaliknya, pantang mendekati “kryptonite” pada jam produktif.  

6. Cari penyemangat.

Kebalikan dari kryptonite, ada hal-hal yang justru bisa jadi booster agar kamu bisa lebih produktif. Booster alias penyemangatnya bisa berbeda pada tiap orang. Ada yang perlu latihan pernafasan sebelum mulai bekerja, ada yang butuh minum kopi, dan lainnya.

7. Latih terus!

Kenapa sih, saya memerlukan waktu sehari semalam buat ngerjain laporan ini, sedangkan dia satu jam juga sudah kelar? Apa saya nggak berbakat, ya? Jangan menyerah gaes. Youthmanual percaya bahwa kemampuan dan keterampilan kamu bakal meningkat dengan terus berlatih. Mungkin pertama kali mengerjakan menghabiskan waktu yang lama. Namun jika konsisten melakukannya, bakalan terasa lebih ringan dan makin mahir mengerjakannya.

8. Terapkan pola hidup sehat.

Olahraga, makan teratur, dan cukup istirahat berpengaruh terhadap produktivitas. Jika badan nggak fit atau nggak sarapan pagi hari, tentu bakalan nggak maksimal ketika belajar/bekerja. Bawannya lemas atau pusing.

9. Jaga ketenangan batin.

Nggak cuma kondisi fisik aja yang perlu diperhatikan, tapi juga jiwa kamu. Saya percaya bahwa dengan beribadah dan mencari ketenangan diri, kamu bisa lebih fokus dalam bekerja sehingga lebih produktif. Jika kamu galau dan nggak stabil, tentu akan mempengaruhi performa kamu.

10. Jangan menunda

Bisa jadi saat ini kamu leluasa, namun besok ada keribetan lain yang bikin kamu jadi sibuk. Bisa jadi hari ini kamu sehat walafiat, eh besok kamu sakit sehingga nggak bisa mengerjakan apa-apa. Makanya, jangan menunda pekerjaan.

11. Cek pekerjaanmu.

Lakukan pekerjaanmu dengan teliti. Cepat dan efisien berbeda dengan terburu-buru lho. Jika mengerjakan dengan buru-buru, biasanya adaaa saja yang salah/kurang tepat sehingga kamu perlu mengulang dan kerja dua kali. Lebih capek dan nggak efektif kan?

12. Kuasai keahlian penunjang.

Ada skill yang sangat menunjang produktivitas kamu seperti menggunakan komputer, mengoperasikan Excel dan program Office lainnya, kemampuan berbahasa Inggris, menghitung, dan lain sebagainya.

Contohnya, ketika kamu diberi tugas membuat makalah 30 halaman ketik plus tabel ketik. Kalau penguasaan komputer (office) kamu pas-pasan, bakalan lebih lama mengerjakannya.

13. Pelajari kebiasaan orang yang produktif.

Mungkin ada bos atau senior kamu yang pekerjaannya membanggakan banget. Aktif, pintar, sukses, dan pokoknya top, deh. Nah, kamu bisa tuh tanya-tanya atau memperhatikan cara dia bekerja dan membagi waktu. Mungkin saja ada tip/kebiasaan dia yang bisa kamu tiru.

(sumber gambar: pexels.com)

LATEST COMMENT
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 49 menit yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Masita | 3 jam yang lalu

Masyaa Allah.. nggak salah aku suka pelajaran biologi.. baca nya aja udah kyk meantang aja,apalagi klw benaran nanti... semoga bisa lah...

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi
Maya Nainggolan | 7 jam yang lalu

So luck Sothat msi bisa ngisi amunisi utbk :')

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Masbro | 20 jam yang lalu

Terimakasih sudah mau berbagi info <a href="https://www.kampusajaib.com/2017/08/berkas-wajib-untuk-pelamar-bidikmisi.html">syarat kelengkapan berkas bidikmisi</a> kak,

Syarat Kelengkapan Dokumen dan Berkas SBMPTN, SNMPTN, Bidikmisi, Serta Ujian Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©